<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Terbaru Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti, Kapan Dilanjutkan?</title><description>Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko membahas kelanjutan proyek bayar tol tanpa berhenti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859622/update-terbaru-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-kapan-dilanjutkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859622/update-terbaru-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-kapan-dilanjutkan"/><item><title>Update Terbaru Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti, Kapan Dilanjutkan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859622/update-terbaru-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-kapan-dilanjutkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/07/320/2859622/update-terbaru-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-kapan-dilanjutkan</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2023 18:18 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/07/320/2859622/update-terbaru-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-kapan-dilanjutkan-LoAIzdk605.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/07/320/2859622/update-terbaru-proyek-bayar-tol-tanpa-berhenti-kapan-dilanjutkan-LoAIzdk605.JPG</image><title>Jalan Tol. (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczNC81L3g4bjAxZzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menerima kedatangan Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, H.E. Lilla Karsay di Kantor Star Kepresidenan. Pertemuan tersebut spesifik membahas mengenai proyek Multi Lane Free Flow (MLFF).

Di mana proyek itu bernilai USD300 juta atau sekitar Rp4,4 triliun untuk dapat terlaksana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tol Bocimi Ruas Cigombong-Cibadak Beroperasi Hari Ini

Moeldoko menyampaikan, batalnya uji coba MLFF di Tol Bali Mandara memiliki permasalahan yang perlu diselesaikan secara internal agar ditemukan penyelesaian masalah yang dapat berkontribusi baik untuk kedua belah pihak.

Menurutnya, sistem yang ditawarkan oleh Hungaria tentu harus disesuaikan dengan yang berlaku di Indonesia.

&quot;Perlu ditemukan keseimbangan baru untuk kedua belah pihak dalam penyelesaian proyek ini, dan hal ini sudah menjadi perhatian langsung oleh Bapak Presiden,&amp;rdquo; ujar Moeldoko dalam pernyataan tertulisnya, Senin (7/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemasangan Gantry Tahap Kedua Selesai, Bayar Tol Nirsentuh Siap Diujicoba

Moeldoko menilai sistem MLFF ini perlu berbagai pertimbangan karena dapat mempengaruhi banyak hal di berbagai sektor.

Mulai dari legalitas, penegakkan hukum, sistem pusat, kesiapan teknis seperti kamera, mobil, sistem cloud, hingga pengoperasian sistem itu sendiri.

Disampaikan, bahwa sistem yang berhasil di negara Hungaria, belum tentu akan berhasil di Indonesia.

Sehingga, dibutuhkan diskusi-diskusi dengan para pihak terkait untuk dapat menguraikan permasalahan yang terjadi di proyek sisem layanan jalanan transaksi tol non tunai nirsentuh tersebut.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investasi Bayar Tol Tanpa Henti Rp4,5 Triliun, Roatex Dapat Imbas Hasil hingga 9 Tahun


Sebelumnya, Moeldoko telah menyarankan pihak Hungaria untuk dapat menggandeng pihak Jasamarga ke proyek jalan Tol tersebut.



PT Jasamarga Bali Tol (JBT) sendiri merupakan pengelola ruas Tol Nusa Dua &amp;ndash; Ngurah Rai &amp;ndash; Benoa (Bali Mandara).



Langkah ini dinilai akan membantu menguraikan permasalahan yang akan berpengaruh pada keberlanjutan proyek.



Proyek ini sendiri dinilai seharusnya tidak merugikan negara, karena pembiayaannya merupakan invesasi murni dari Pemerintah Hungaria tanpa ada dana APBN.



Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay mengatakan pihak Pemerintah Hungaria terus berupaya untuk menjalankan negosiasi agar kelancaran proyek Tol Bali Mandara tersebut dapat segera diaplikasikan di Indonesia.



&amp;ldquo;Meskipun terdapat berbagai halangan terkait implementasi proyek tol ini, kami dari pihak Pemerintah Hungaria secara terbuka membuka diskusi dengan pihak terkait, dan pastinya kami tidak ada niatan untuk melaksanakan proyek ini hanya dari cara kami, berbagai penawaran yang dapat menjadi persetujuan positif kedua belah pihak akan kami tunggu,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczNC81L3g4bjAxZzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menerima kedatangan Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, H.E. Lilla Karsay di Kantor Star Kepresidenan. Pertemuan tersebut spesifik membahas mengenai proyek Multi Lane Free Flow (MLFF).

Di mana proyek itu bernilai USD300 juta atau sekitar Rp4,4 triliun untuk dapat terlaksana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tol Bocimi Ruas Cigombong-Cibadak Beroperasi Hari Ini

Moeldoko menyampaikan, batalnya uji coba MLFF di Tol Bali Mandara memiliki permasalahan yang perlu diselesaikan secara internal agar ditemukan penyelesaian masalah yang dapat berkontribusi baik untuk kedua belah pihak.

Menurutnya, sistem yang ditawarkan oleh Hungaria tentu harus disesuaikan dengan yang berlaku di Indonesia.

&quot;Perlu ditemukan keseimbangan baru untuk kedua belah pihak dalam penyelesaian proyek ini, dan hal ini sudah menjadi perhatian langsung oleh Bapak Presiden,&amp;rdquo; ujar Moeldoko dalam pernyataan tertulisnya, Senin (7/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemasangan Gantry Tahap Kedua Selesai, Bayar Tol Nirsentuh Siap Diujicoba

Moeldoko menilai sistem MLFF ini perlu berbagai pertimbangan karena dapat mempengaruhi banyak hal di berbagai sektor.

Mulai dari legalitas, penegakkan hukum, sistem pusat, kesiapan teknis seperti kamera, mobil, sistem cloud, hingga pengoperasian sistem itu sendiri.

Disampaikan, bahwa sistem yang berhasil di negara Hungaria, belum tentu akan berhasil di Indonesia.

Sehingga, dibutuhkan diskusi-diskusi dengan para pihak terkait untuk dapat menguraikan permasalahan yang terjadi di proyek sisem layanan jalanan transaksi tol non tunai nirsentuh tersebut.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investasi Bayar Tol Tanpa Henti Rp4,5 Triliun, Roatex Dapat Imbas Hasil hingga 9 Tahun


Sebelumnya, Moeldoko telah menyarankan pihak Hungaria untuk dapat menggandeng pihak Jasamarga ke proyek jalan Tol tersebut.



PT Jasamarga Bali Tol (JBT) sendiri merupakan pengelola ruas Tol Nusa Dua &amp;ndash; Ngurah Rai &amp;ndash; Benoa (Bali Mandara).



Langkah ini dinilai akan membantu menguraikan permasalahan yang akan berpengaruh pada keberlanjutan proyek.



Proyek ini sendiri dinilai seharusnya tidak merugikan negara, karena pembiayaannya merupakan invesasi murni dari Pemerintah Hungaria tanpa ada dana APBN.



Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay mengatakan pihak Pemerintah Hungaria terus berupaya untuk menjalankan negosiasi agar kelancaran proyek Tol Bali Mandara tersebut dapat segera diaplikasikan di Indonesia.



&amp;ldquo;Meskipun terdapat berbagai halangan terkait implementasi proyek tol ini, kami dari pihak Pemerintah Hungaria secara terbuka membuka diskusi dengan pihak terkait, dan pastinya kami tidak ada niatan untuk melaksanakan proyek ini hanya dari cara kami, berbagai penawaran yang dapat menjadi persetujuan positif kedua belah pihak akan kami tunggu,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
