<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar Menguat Tipis, Investor Tunggu Data Inflasi AS</title><description>Indeks dolar AS hanya naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2859851/indeks-dolar-menguat-tipis-investor-tunggu-data-inflasi-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2859851/indeks-dolar-menguat-tipis-investor-tunggu-data-inflasi-as"/><item><title>Indeks Dolar Menguat Tipis, Investor Tunggu Data Inflasi AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2859851/indeks-dolar-menguat-tipis-investor-tunggu-data-inflasi-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2859851/indeks-dolar-menguat-tipis-investor-tunggu-data-inflasi-as</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 08:11 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/320/2859851/indeks-dolar-menguat-tipis-investor-tunggu-data-inflasi-as-P69fsUZew7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks dolar as menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/320/2859851/indeks-dolar-menguat-tipis-investor-tunggu-data-inflasi-as-P69fsUZew7.jpg</image><title>Indeks dolar as menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indeks dolar AS hanya naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar menguat tipis karena investor menunggu data inflasi AS pekan ini meski didukung secara luas oleh pejabat Federal Reserve yang mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan.
Melansir Antara, Selasa (8/8/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,03% menjadi 102,0423 pada akhir perdagangan.

BACA JUGA:
Harga Emas Berjangka Merosot Tertekan Dolar

Gubernur Fed Michele Bowman mengatakan pada Senin (7/8/2023) kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target bank sentral AS 2,0%.
Bowman, dalam sambutan yang disiapkan untuk disampaikan ke acara &quot;Fed Listens&quot; di Atlanta, mengatakan dia mendukung kenaikan suku bunga terbaru bulan lalu karena inflasi masih terlalu tinggi dan pertumbuhan lapangan kerja serta indikasi aktivitas lainnya menunjukkan ekonomi terus berkembang pada tingkat &quot;laju moderat&quot;.

BACA JUGA:
Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Rp15.185/USD

Sementara itu, kredit konsumen AS meningkat pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,0% selama kuartal kedua, Federal Reserve mengatakan pada Senin (7/8/2023).
Kredit bergulir tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 7,1%, sedangkan kredit non-bergulir berkembang pada tingkat tahunan sebesar 3,0%. Pada Juni, kredit konsumen meningkat pada tingkat tahunan sebesar 4,3%.Sementara itu, dikutip dari Xinhua, Indeks Pergerakan Investor (IMX) naik tipis menjadi 5,53 di Juli, naik tipis dari 5,46 pada Juni, TD Ameritrade melaporkan pada Senin (7/8/2023).
IMX adalah indeks berbasis perilaku milik TD Ameritrade, yang menggabungkan posisi dan aktivitas investor Main Street di pasar-pasar.
Produksi industri Jerman turun 1,5% pada Juni dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kantor statistik federal Jerman mengatakan pada Senin (7/8/2023), menggarisbawahi tantangan yang dihadapi manufaktur di tengah penurunan ekonomi terbesar Eropa.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1007 dari USD1,1009 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2784 dari USD1,2754.
Dolar AS dibeli 142,4180 yen Jepang, lebih tinggi dari 141,86 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8730 franc Swiss dari 0,8727 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3364 dolar Kanada dari 1,3379 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,5779 krona Swedia dari 10,5834 krona Swedia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indeks dolar AS hanya naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar menguat tipis karena investor menunggu data inflasi AS pekan ini meski didukung secara luas oleh pejabat Federal Reserve yang mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan.
Melansir Antara, Selasa (8/8/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,03% menjadi 102,0423 pada akhir perdagangan.

BACA JUGA:
Harga Emas Berjangka Merosot Tertekan Dolar

Gubernur Fed Michele Bowman mengatakan pada Senin (7/8/2023) kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target bank sentral AS 2,0%.
Bowman, dalam sambutan yang disiapkan untuk disampaikan ke acara &quot;Fed Listens&quot; di Atlanta, mengatakan dia mendukung kenaikan suku bunga terbaru bulan lalu karena inflasi masih terlalu tinggi dan pertumbuhan lapangan kerja serta indikasi aktivitas lainnya menunjukkan ekonomi terus berkembang pada tingkat &quot;laju moderat&quot;.

BACA JUGA:
Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Rp15.185/USD

Sementara itu, kredit konsumen AS meningkat pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,0% selama kuartal kedua, Federal Reserve mengatakan pada Senin (7/8/2023).
Kredit bergulir tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 7,1%, sedangkan kredit non-bergulir berkembang pada tingkat tahunan sebesar 3,0%. Pada Juni, kredit konsumen meningkat pada tingkat tahunan sebesar 4,3%.Sementara itu, dikutip dari Xinhua, Indeks Pergerakan Investor (IMX) naik tipis menjadi 5,53 di Juli, naik tipis dari 5,46 pada Juni, TD Ameritrade melaporkan pada Senin (7/8/2023).
IMX adalah indeks berbasis perilaku milik TD Ameritrade, yang menggabungkan posisi dan aktivitas investor Main Street di pasar-pasar.
Produksi industri Jerman turun 1,5% pada Juni dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kantor statistik federal Jerman mengatakan pada Senin (7/8/2023), menggarisbawahi tantangan yang dihadapi manufaktur di tengah penurunan ekonomi terbesar Eropa.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1007 dari USD1,1009 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2784 dari USD1,2754.
Dolar AS dibeli 142,4180 yen Jepang, lebih tinggi dari 141,86 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8730 franc Swiss dari 0,8727 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3364 dolar Kanada dari 1,3379 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,5779 krona Swedia dari 10,5834 krona Swedia.</content:encoded></item></channel></rss>
