<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Penipuan, Emak-Emak Diberi Literasi Keuangan agar Tak Jadi Korban</title><description>Maraknya penipuan yang terjadi membuat literasi keuangan menjadi salah satu ilmu yang sangat penting untuk terus ditingkatkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2859990/marak-penipuan-emak-emak-diberi-literasi-keuangan-agar-tak-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2859990/marak-penipuan-emak-emak-diberi-literasi-keuangan-agar-tak-jadi-korban"/><item><title>Marak Penipuan, Emak-Emak Diberi Literasi Keuangan agar Tak Jadi Korban</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2859990/marak-penipuan-emak-emak-diberi-literasi-keuangan-agar-tak-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2859990/marak-penipuan-emak-emak-diberi-literasi-keuangan-agar-tak-jadi-korban</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/320/2859990/marak-penipuan-emak-emak-diberi-literasi-keuangan-agar-tak-jadi-korban-zafUIsCTUH.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Literasi keuangan emak-emak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/320/2859990/marak-penipuan-emak-emak-diberi-literasi-keuangan-agar-tak-jadi-korban-zafUIsCTUH.jpeg</image><title>Literasi keuangan emak-emak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNC8xLzE2NjUwMy81L3g4bDdmZWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Maraknya penipuan yang terjadi membuat literasi keuangan menjadi salah satu ilmu yang sangat penting untuk terus ditingkatkan. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan BNN memberikan literasi keuangan bagi para emak-emak.
Direktur Bisnis PNM Prasetya Sayekti mengatakan, literasi keuangan penting terutama untuk nasabah PNM yang setiap hari nya bersinggungan dengan kegiatan jual beli dalam usahanya. OJK dan PNM dalam hal ini akan terus berkolaborasi untuk membantu masyarakat dalam literasi keuangan.

BACA JUGA:
OJK Targetkan Indeks Literasi Keuangan Capai 53% pada 2023

PNM terus mendampingi dan menjaga para ibu-ibu untuk mengenal literasi keuangan dan menjauhi bahaya yang diakibatkan oleh narkoba yang dapat menghambat kesejahteraan keluarga.
&amp;ldquo;Komitmen ini semoga dapat kita jalankan terus dengan 120 kegiatan pendampingan di Garut yang telah dijalani dengan melibatkan 6.905 nasabah. Seperti acara hari ini yang hanya sekelumit pendampingan usaha kami dalam rangka menjaga agar tidak hanya para ibu nasabah saja yang teredukasi soal literasi keuangan, tetapi menjaga keluarganya dari ancaman di lingkungan sekitar yang dapat mengancam generasi bangsa yaitu narkoba,&amp;rdquo; ucapnya, Selasa (8/8/2023).

BACA JUGA:
MNC Life Bicara Pentingnya Literasi Keuangan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau agar nasabah selalu taat pada tenggat pinjaman supaya usaha yang dijalani tetap produktif dan sehat.
Sementara itu, Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Gina Giyani juga memberikan informasi yang tidak kalah menarik akan bahaya penipuan kepada pelaku usaha yang kini sedang marak. Sering ditemui pencairan kredit online berkedok serba instan, tetapi justru malah merugikan. Guna mengingatkan kehati-hatian agar tidak terbuai dengan pendanaan yang belum dipantau OJK.PNM berharap kegiatan ini tidak hanya sekedar meningkatkan keeratan silaturahmi dengan para nasabah, tetapi merangkul agar tetap menjaga nasabah dan keluarganya agar tetap teredukasi dengan kelola finansial yang baik, terhindar dari bahaya kriminal sebagai pengusaha UMKM, dan ancaman narkoba di lingkungan keluarga.
Seperti kita ketahui bersama bahwa wabah narkoba sudah semakin memprihatinkan bagi anak muda di Indonesia. Hal ini dibenarkan oleh BNN bahwa secara data sudah ada sebanyak 2,3 juta pelajar di Indonesia kehilangan masa depan dikarenakan narkoba. Kolaborasi BNN dan PNM diharapkan mampu mengurangi wabah narkoba di Indonesia lewat kegiatan-kegiatan seperti ini, semoga kegiatan ini juga bisa dilaksanakan diseluruh wilayah di Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNC8xLzE2NjUwMy81L3g4bDdmZWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Maraknya penipuan yang terjadi membuat literasi keuangan menjadi salah satu ilmu yang sangat penting untuk terus ditingkatkan. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan BNN memberikan literasi keuangan bagi para emak-emak.
Direktur Bisnis PNM Prasetya Sayekti mengatakan, literasi keuangan penting terutama untuk nasabah PNM yang setiap hari nya bersinggungan dengan kegiatan jual beli dalam usahanya. OJK dan PNM dalam hal ini akan terus berkolaborasi untuk membantu masyarakat dalam literasi keuangan.

BACA JUGA:
OJK Targetkan Indeks Literasi Keuangan Capai 53% pada 2023

PNM terus mendampingi dan menjaga para ibu-ibu untuk mengenal literasi keuangan dan menjauhi bahaya yang diakibatkan oleh narkoba yang dapat menghambat kesejahteraan keluarga.
&amp;ldquo;Komitmen ini semoga dapat kita jalankan terus dengan 120 kegiatan pendampingan di Garut yang telah dijalani dengan melibatkan 6.905 nasabah. Seperti acara hari ini yang hanya sekelumit pendampingan usaha kami dalam rangka menjaga agar tidak hanya para ibu nasabah saja yang teredukasi soal literasi keuangan, tetapi menjaga keluarganya dari ancaman di lingkungan sekitar yang dapat mengancam generasi bangsa yaitu narkoba,&amp;rdquo; ucapnya, Selasa (8/8/2023).

BACA JUGA:
MNC Life Bicara Pentingnya Literasi Keuangan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau agar nasabah selalu taat pada tenggat pinjaman supaya usaha yang dijalani tetap produktif dan sehat.
Sementara itu, Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Gina Giyani juga memberikan informasi yang tidak kalah menarik akan bahaya penipuan kepada pelaku usaha yang kini sedang marak. Sering ditemui pencairan kredit online berkedok serba instan, tetapi justru malah merugikan. Guna mengingatkan kehati-hatian agar tidak terbuai dengan pendanaan yang belum dipantau OJK.PNM berharap kegiatan ini tidak hanya sekedar meningkatkan keeratan silaturahmi dengan para nasabah, tetapi merangkul agar tetap menjaga nasabah dan keluarganya agar tetap teredukasi dengan kelola finansial yang baik, terhindar dari bahaya kriminal sebagai pengusaha UMKM, dan ancaman narkoba di lingkungan keluarga.
Seperti kita ketahui bersama bahwa wabah narkoba sudah semakin memprihatinkan bagi anak muda di Indonesia. Hal ini dibenarkan oleh BNN bahwa secara data sudah ada sebanyak 2,3 juta pelajar di Indonesia kehilangan masa depan dikarenakan narkoba. Kolaborasi BNN dan PNM diharapkan mampu mengurangi wabah narkoba di Indonesia lewat kegiatan-kegiatan seperti ini, semoga kegiatan ini juga bisa dilaksanakan diseluruh wilayah di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
