<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1.921 Peserta Seleksi ASN Mundur, BKN Diminta Perbaiki Sistem Rekrutmen untuk Lebih Transparan</title><description>Yerry Tawalujan menyoroti mundurnya 1.921 peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2860509/1-921-peserta-seleksi-asn-mundur-bkn-diminta-perbaiki-sistem-rekrutmen-untuk-lebih-transparan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2860509/1-921-peserta-seleksi-asn-mundur-bkn-diminta-perbaiki-sistem-rekrutmen-untuk-lebih-transparan"/><item><title>1.921 Peserta Seleksi ASN Mundur, BKN Diminta Perbaiki Sistem Rekrutmen untuk Lebih Transparan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2860509/1-921-peserta-seleksi-asn-mundur-bkn-diminta-perbaiki-sistem-rekrutmen-untuk-lebih-transparan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/08/320/2860509/1-921-peserta-seleksi-asn-mundur-bkn-diminta-perbaiki-sistem-rekrutmen-untuk-lebih-transparan</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2023 21:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/08/320/2860509/1-921-peserta-seleksi-asn-mundur-bkn-diminta-perbaiki-sistem-rekrutmen-untuk-lebih-transparan-ZwtRv7z6TQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PNS. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/08/320/2860509/1-921-peserta-seleksi-asn-mundur-bkn-diminta-perbaiki-sistem-rekrutmen-untuk-lebih-transparan-ZwtRv7z6TQ.jpg</image><title>PNS. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczNC81L3g4bjAxZzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan menyoroti mundurnya 1.921 peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2023.
Yerry mengatakan mundurnya hampir dua ribu calon peserta seleksi pegawai pemerintah menandakan adanya rasa kecewa karena jabatan, gaji, atau masa kerja yang ditawarkan tidak sesuai ekspektasi. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi yang seharusnya diberitahukan sejak awal.

BACA JUGA:
Cara Cek Informasi Jabatan dan Gaji CPNS 2023

&quot;Mundurnya calon peserta seleksi PPPK itu kan karena kecewa. Penyebabnya beragam tentunya. Badan Kepegawaian Negara sebagai penyelenggara PPPK perlu menata kembali sistem perekrutan ASN supaya lebih transparan,&quot; ujar Yerry dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/8/2023).
Politisi Partai Perindo yang akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini mengatakan, biasanya calon peserta seleksi pegawai negeri  itu membludak sampai puluhan ribu dan sangat jarang mundur sebelum seleksi. Kalau sekarang banyak yang mundur, berarti ada yang perlu diperbaiki oleh BKN.

BACA JUGA:
Seleksi CPNS 2023 Dibuka! Ada Formasi 28.903 Pegawai

&quot;BKN perlu jelaskan secara terbuka apa itu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Apakah mereka nantinya langsung menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai honorer? Ini harus diperjelas,&quot; tegas Yerry.Seperti diberitakan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menambahkan detail informasi dalam portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) 2023.
Langkah itu ditempuh BKN seusai 1.921 peserta mengundurkan diri selama pelaksanaan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Plt Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto menyebut penambahan detail informasi ini demi mengantisipasi pengunduran diri peserta.
Rincian informasi yang akan ditambahkan ke portal SSCASN di antaranya adalah uraian tugas, kelas jabatan, penghasilan yang diterima, hingga jenjang jabatan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wNC8xLzE2ODczNC81L3g4bjAxZzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan menyoroti mundurnya 1.921 peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2023.
Yerry mengatakan mundurnya hampir dua ribu calon peserta seleksi pegawai pemerintah menandakan adanya rasa kecewa karena jabatan, gaji, atau masa kerja yang ditawarkan tidak sesuai ekspektasi. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi yang seharusnya diberitahukan sejak awal.

BACA JUGA:
Cara Cek Informasi Jabatan dan Gaji CPNS 2023

&quot;Mundurnya calon peserta seleksi PPPK itu kan karena kecewa. Penyebabnya beragam tentunya. Badan Kepegawaian Negara sebagai penyelenggara PPPK perlu menata kembali sistem perekrutan ASN supaya lebih transparan,&quot; ujar Yerry dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/8/2023).
Politisi Partai Perindo yang akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini mengatakan, biasanya calon peserta seleksi pegawai negeri  itu membludak sampai puluhan ribu dan sangat jarang mundur sebelum seleksi. Kalau sekarang banyak yang mundur, berarti ada yang perlu diperbaiki oleh BKN.

BACA JUGA:
Seleksi CPNS 2023 Dibuka! Ada Formasi 28.903 Pegawai

&quot;BKN perlu jelaskan secara terbuka apa itu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Apakah mereka nantinya langsung menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai honorer? Ini harus diperjelas,&quot; tegas Yerry.Seperti diberitakan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menambahkan detail informasi dalam portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) 2023.
Langkah itu ditempuh BKN seusai 1.921 peserta mengundurkan diri selama pelaksanaan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Plt Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto menyebut penambahan detail informasi ini demi mengantisipasi pengunduran diri peserta.
Rincian informasi yang akan ditambahkan ke portal SSCASN di antaranya adalah uraian tugas, kelas jabatan, penghasilan yang diterima, hingga jenjang jabatan.</content:encoded></item></channel></rss>
