<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencairan PMN 2022 Ditunda, Waskita Karya Fokus Restrukturisasi dan Penyelesaian Proyek</title><description>Kementerian BUMN mendorong restrukturisasi perusahaan pelat merah untuk  mengoptimalisasi pembangunan nasional, termasuk BUMN karya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/278/2860639/pencairan-pmn-2022-ditunda-waskita-karya-fokus-restrukturisasi-dan-penyelesaian-proyek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/278/2860639/pencairan-pmn-2022-ditunda-waskita-karya-fokus-restrukturisasi-dan-penyelesaian-proyek"/><item><title>Pencairan PMN 2022 Ditunda, Waskita Karya Fokus Restrukturisasi dan Penyelesaian Proyek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/278/2860639/pencairan-pmn-2022-ditunda-waskita-karya-fokus-restrukturisasi-dan-penyelesaian-proyek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/278/2860639/pencairan-pmn-2022-ditunda-waskita-karya-fokus-restrukturisasi-dan-penyelesaian-proyek</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/278/2860639/pencairan-pmn-ditunda-waskita-karya-fokus-restrukturisasi-dan-penyelesaian-proyek-M09mdwhgQP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waskita Karya fokus selesaikan proyek (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/278/2860639/pencairan-pmn-ditunda-waskita-karya-fokus-restrukturisasi-dan-penyelesaian-proyek-M09mdwhgQP.jpg</image><title>Waskita Karya fokus selesaikan proyek (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian BUMN mendorong restrukturisasi perusahaan pelat merah untuk mengoptimalisasi pembangunan nasional, termasuk BUMN karya. Untuk pemerintah menunda pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN Karya, salah satunya PT Waskita Karya.

BACA JUGA:
Harga Saham Waskita Beton (WSBP) Mentok di Rp50, Apa Penyebabnya?

&amp;ldquo;Waskita saat ini sedang dalam tahap restrukturisasi dan perbaikan tata kelola untuk transformasi bisnis, sehingga atas alokasi PMN TA 2022 kepada Waskita untuk penyelesaian Proyek Strategis Negara (PSN) ruas tol Bogor - Ciawi &amp;ndash; Sukabumi (Bocimi) dan Kayu Agung &amp;ndash; Palembang - Betung (Kapalbetung) dilakukan penundaan pencairan,&amp;rdquo; ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (9/8/2023).
Dengan mempertimbangkan keberlangsungan penyelesaian PSN untuk kepentingan masyarakat, Erick mengusulkan pemberian PMN untuk Hutama Karya senilai Rp12,5 triliun pada 2024. Salah satunya untuk merampungkan proyek tol Kapalbetung tahap II dan tol Bocimi seksi III.

BACA JUGA:
Erick Thohir Buka Opsi PKPU soal Waskita Karya Gagal Bayar Obligasi

&amp;ldquo;Masuknya PMN melalui Hutama Karya dalam rangka penyelesaian proyek strategis nasional untuk menyelesaikan Proyek Jalan Tol Kapal Betung dan Bocimi sehingga pekerjaan proyek bisa jalan. Penyelesaian pembangunan jalan tol strategis ini nantinya juga dapat meningkatkan nilai investasi jalan tol dan konstruksi yang dimiliki oleh Waskita. Dengan demikian, maka Waskita dapat mempercepat program recycling asset serta mengumpulkan investor potensial untuk kemitraan strategis, yang akan membantu meningkatkan laba, menurunkan posisi utang perseroan dan bisa menyelesaikan kewajiban kepada vendor-vendor,&amp;rdquo; jelas Erick.Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya, Mursyid mengatakan bahwa  dana PMN 2022 sebesar Rp3 triliun belum masuk ke kas perseroan.
&amp;ldquo;Pembatalan penerimaan dana PMN 2022 sebesar Rp3 triliun ini karena  Waskita sedang dalam proses review Master Restructuring Agreement (MRA)  untuk melakukan restrukturisasi struktur keuangan Perseroan secara  komprehensif,&amp;rdquo; katanya.
Mursyid juga menambahkan bahwa saat ini perseroan sedang dalam  diskusi intensif dengan kreditur baik dengan perbankan maupun pemegang  obligasi dalam proses review secara komprehensif terhadap skenario  modifikasi MRA sehingga pemberian dana PMN tahun ini belum bisa  dilakukan.
&amp;ldquo;Perseroan berkeyakinan pemerintah akan tetap membantu dalam rangka  percepatan penyelesaian Proyek Strategis Negara (PSN) terutama untuk  ruas tol Bogor - Ciawi &amp;ndash; Sukabumi dan Kayu Agung &amp;ndash; Palembang - Betung.   Di samping itu, perseroan akan mencari formula yang paling pas untuk  kondisi Waskita saat ini,&amp;rdquo; tambah Mursyid.
&amp;ldquo;Seluruh upaya-upaya perbaikan dan Program Transformasi yang tengah  dilakukan oleh Perseroan demi memperbaiki kinerja keuangan dan performa  perusahaan secara menyeluruh. Dengan segala kondisi yang dialami  Perseroan saat ini, kami terus berkomitmen untuk menjalankan operasional  dengan sebagaimana mestinya dan tetap fokus untuk menyelesaikan proyek -  proyek yang sedang berjalan serta terus melakukan peningkatan tata  kelola perusahaan yang baik,&amp;rdquo; tutup Mursyid.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian BUMN mendorong restrukturisasi perusahaan pelat merah untuk mengoptimalisasi pembangunan nasional, termasuk BUMN karya. Untuk pemerintah menunda pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN Karya, salah satunya PT Waskita Karya.

BACA JUGA:
Harga Saham Waskita Beton (WSBP) Mentok di Rp50, Apa Penyebabnya?

&amp;ldquo;Waskita saat ini sedang dalam tahap restrukturisasi dan perbaikan tata kelola untuk transformasi bisnis, sehingga atas alokasi PMN TA 2022 kepada Waskita untuk penyelesaian Proyek Strategis Negara (PSN) ruas tol Bogor - Ciawi &amp;ndash; Sukabumi (Bocimi) dan Kayu Agung &amp;ndash; Palembang - Betung (Kapalbetung) dilakukan penundaan pencairan,&amp;rdquo; ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (9/8/2023).
Dengan mempertimbangkan keberlangsungan penyelesaian PSN untuk kepentingan masyarakat, Erick mengusulkan pemberian PMN untuk Hutama Karya senilai Rp12,5 triliun pada 2024. Salah satunya untuk merampungkan proyek tol Kapalbetung tahap II dan tol Bocimi seksi III.

BACA JUGA:
Erick Thohir Buka Opsi PKPU soal Waskita Karya Gagal Bayar Obligasi

&amp;ldquo;Masuknya PMN melalui Hutama Karya dalam rangka penyelesaian proyek strategis nasional untuk menyelesaikan Proyek Jalan Tol Kapal Betung dan Bocimi sehingga pekerjaan proyek bisa jalan. Penyelesaian pembangunan jalan tol strategis ini nantinya juga dapat meningkatkan nilai investasi jalan tol dan konstruksi yang dimiliki oleh Waskita. Dengan demikian, maka Waskita dapat mempercepat program recycling asset serta mengumpulkan investor potensial untuk kemitraan strategis, yang akan membantu meningkatkan laba, menurunkan posisi utang perseroan dan bisa menyelesaikan kewajiban kepada vendor-vendor,&amp;rdquo; jelas Erick.Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya, Mursyid mengatakan bahwa  dana PMN 2022 sebesar Rp3 triliun belum masuk ke kas perseroan.
&amp;ldquo;Pembatalan penerimaan dana PMN 2022 sebesar Rp3 triliun ini karena  Waskita sedang dalam proses review Master Restructuring Agreement (MRA)  untuk melakukan restrukturisasi struktur keuangan Perseroan secara  komprehensif,&amp;rdquo; katanya.
Mursyid juga menambahkan bahwa saat ini perseroan sedang dalam  diskusi intensif dengan kreditur baik dengan perbankan maupun pemegang  obligasi dalam proses review secara komprehensif terhadap skenario  modifikasi MRA sehingga pemberian dana PMN tahun ini belum bisa  dilakukan.
&amp;ldquo;Perseroan berkeyakinan pemerintah akan tetap membantu dalam rangka  percepatan penyelesaian Proyek Strategis Negara (PSN) terutama untuk  ruas tol Bogor - Ciawi &amp;ndash; Sukabumi dan Kayu Agung &amp;ndash; Palembang - Betung.   Di samping itu, perseroan akan mencari formula yang paling pas untuk  kondisi Waskita saat ini,&amp;rdquo; tambah Mursyid.
&amp;ldquo;Seluruh upaya-upaya perbaikan dan Program Transformasi yang tengah  dilakukan oleh Perseroan demi memperbaiki kinerja keuangan dan performa  perusahaan secara menyeluruh. Dengan segala kondisi yang dialami  Perseroan saat ini, kami terus berkomitmen untuk menjalankan operasional  dengan sebagaimana mestinya dan tetap fokus untuk menyelesaikan proyek -  proyek yang sedang berjalan serta terus melakukan peningkatan tata  kelola perusahaan yang baik,&amp;rdquo; tutup Mursyid.</content:encoded></item></channel></rss>
