<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Tumbuh 5,17% Jadi Prestasi Besar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17% pada kuartal II 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/320/2860612/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-jadi-prestasi-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/320/2860612/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-jadi-prestasi-besar"/><item><title>Ekonomi RI Tumbuh 5,17% Jadi Prestasi Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/320/2860612/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-jadi-prestasi-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/320/2860612/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-jadi-prestasi-besar</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 07:12 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/320/2860612/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-jadi-prestasi-besar-8Iumqu2Ixb.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/320/2860612/ekonomi-ri-tumbuh-5-17-jadi-prestasi-besar-8Iumqu2Ixb.jpeg</image><title>Pertumbuhan ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17% pada kuartal II 2023. BPS melaporkan bahwa PDB Indonesia di triwulan II-2023 mencapai Rp5.226,7 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB). Sementara itu, PDB RI atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.075,7 triliun.
Di tengah melambatnya perekonomian global dan menurunnya harga komoditas ekspor unggulan, perekonomian Indonesia tumbuh solid sebesar 5,17% dan 5,11%. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menilai pertumbuhan ekonomi ini merupakan prestasi besar bagi RI.

BACA JUGA:
Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Bisa Tercapai? Ini Kata Menko Airlangga

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi kita yang tinggi dibandingkan negara-negara lain, ini prestasi besar,&amp;rdquo; kata Angela, Rabu (9/8/2023).
Berdasarkan catatan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dibandingkan mayoritas negara dan kawasan, termasuk Vietnam, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Korea Selatan yang tumbuh masing-masing sebesar 4,1%, 0,6%, 2,6%, dan 0,9% (yoy) pada periode yang sama.

BACA JUGA:
Menakar Dampak Tahun Politik terhadap Pertumbuhan Ekonomi RI

Dari sisi pengeluaran, kuatnya pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh sebesar 5,23% (yoy). Daya beli masyarakat terus terjaga dengan tingkat inflasi yang terus menurun. Berbagai kebijakan bantuan sosial kepada masyarakat berpenghasilan rendah, pemberian THR dan gaji ke-13 serta Tunjangan Profesi Guru (TPG), serta kebijakan masa libur lebaran yang lebih panjang mampu mendorong aktivitas konsumsi masyarakat.Aktivitas terkait penyelenggaraan Pemilu juga sudah mulai terlihat  menguat, tercermin dari konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah  Tangga (LNPRT) yang mampu tumbuh 8,62% (yoy).
Peran APBN terbukti cukup signifikan dalam menopang kinerja  pertumbuhan triwulan II 2023. Konsumsi pemerintah, yang mencakup belanja  pegawai dan belanja barang, tumbuh sangat kuat 10,62%, jauh lebih  tinggi dari pertumbuhan triwulan I-2023 sebesar 3,45%.
Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) atau investasi pada triwulan II-2023 tumbuh 4,63% (yoy).
&amp;ldquo;Pertumbuhan investasi nasional terus menunjukkan perbaikan seiring  dengan reformasi struktural yang terus digulirkan untuk menciptakan  iklim investasi yang makin menarik. Pertumbuhan positif investasi juga  didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan, peralatan, dan mesin  yang berarti aktivitas produksi terus kuat,&amp;rdquo; papar Kepala Badan  Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu di Jakarta.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17% pada kuartal II 2023. BPS melaporkan bahwa PDB Indonesia di triwulan II-2023 mencapai Rp5.226,7 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB). Sementara itu, PDB RI atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.075,7 triliun.
Di tengah melambatnya perekonomian global dan menurunnya harga komoditas ekspor unggulan, perekonomian Indonesia tumbuh solid sebesar 5,17% dan 5,11%. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menilai pertumbuhan ekonomi ini merupakan prestasi besar bagi RI.

BACA JUGA:
Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Bisa Tercapai? Ini Kata Menko Airlangga

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi kita yang tinggi dibandingkan negara-negara lain, ini prestasi besar,&amp;rdquo; kata Angela, Rabu (9/8/2023).
Berdasarkan catatan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dibandingkan mayoritas negara dan kawasan, termasuk Vietnam, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Korea Selatan yang tumbuh masing-masing sebesar 4,1%, 0,6%, 2,6%, dan 0,9% (yoy) pada periode yang sama.

BACA JUGA:
Menakar Dampak Tahun Politik terhadap Pertumbuhan Ekonomi RI

Dari sisi pengeluaran, kuatnya pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh sebesar 5,23% (yoy). Daya beli masyarakat terus terjaga dengan tingkat inflasi yang terus menurun. Berbagai kebijakan bantuan sosial kepada masyarakat berpenghasilan rendah, pemberian THR dan gaji ke-13 serta Tunjangan Profesi Guru (TPG), serta kebijakan masa libur lebaran yang lebih panjang mampu mendorong aktivitas konsumsi masyarakat.Aktivitas terkait penyelenggaraan Pemilu juga sudah mulai terlihat  menguat, tercermin dari konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah  Tangga (LNPRT) yang mampu tumbuh 8,62% (yoy).
Peran APBN terbukti cukup signifikan dalam menopang kinerja  pertumbuhan triwulan II 2023. Konsumsi pemerintah, yang mencakup belanja  pegawai dan belanja barang, tumbuh sangat kuat 10,62%, jauh lebih  tinggi dari pertumbuhan triwulan I-2023 sebesar 3,45%.
Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) atau investasi pada triwulan II-2023 tumbuh 4,63% (yoy).
&amp;ldquo;Pertumbuhan investasi nasional terus menunjukkan perbaikan seiring  dengan reformasi struktural yang terus digulirkan untuk menciptakan  iklim investasi yang makin menarik. Pertumbuhan positif investasi juga  didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan, peralatan, dan mesin  yang berarti aktivitas produksi terus kuat,&amp;rdquo; papar Kepala Badan  Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu di Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
