<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras di Thailand Naik Imbas Larangan Ekspor India</title><description>Harga beras di Thailand naik imbas larangan ekspor India.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/320/2860943/harga-beras-di-thailand-naik-imbas-larangan-ekspor-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/320/2860943/harga-beras-di-thailand-naik-imbas-larangan-ekspor-india"/><item><title>Harga Beras di Thailand Naik Imbas Larangan Ekspor India</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/320/2860943/harga-beras-di-thailand-naik-imbas-larangan-ekspor-india</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/320/2860943/harga-beras-di-thailand-naik-imbas-larangan-ekspor-india</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Sri Kurnia Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/320/2860943/harga-beras-di-thailand-naik-imbas-larangan-ekspor-india-a1Zsgykbq9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga beras Thailand naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/320/2860943/harga-beras-di-thailand-naik-imbas-larangan-ekspor-india-a1Zsgykbq9.jpg</image><title>Harga beras Thailand naik (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE5OS81L3g4bW01Ynk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras di Thailand naik imbas larangan ekspor India. Meski ada ancaman krisis pangan dunia, Thailand tidak menghentikan pengiriman karena memiliki produksi yang cukup untuk ekspor dan konsumsi domestik.
Pada akhir Juli, India memerintahkan penghentian ekspor beras terbesarnya dan memicu kekhawatiran inflasi lebih lanjut di pasar makanan global.

BACA JUGA:
Bansos 200 Ribu Ton Tekan Harga Beras Jadi Rp12.900/Kg Selama 3 Bulan Terakhir


&quot;Larangan India memberikan peluang bagi produsen beras Thailand, terutama di Afrika yang mengonsumsi beras dalam jumlah besar dari India&quot; ujar Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit dalam konferensi pers dilansir dari Reuters, Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Dengan larangan ekspor India, harga beras secara global naik karena volume turun petani bisa menjual beras dengan harga lebih tinggi. Tetapi harga global tidak stabil dan pemerintah akan memantau situasi dengan cermat.

BACA JUGA:
Harga Beras Naik hingga 22% di Juli 2023


Thailand, pengekspor beras terbesar kedua di dunia, diperkirakan akan mengekspor lebih dari 8 juta metrik ton beras tahun ini, kata Charoen Laothamatas, presiden Asosiasi Eksportir Beras Thailand.
Dalam tujuh bulan pertama, Thailand mengirimkan 4,8 juta metrik ton, katanya, dengan ekspor bulanan 700.000 hingga 800.000 ton. Ekspor beras tahun lalu sebanyak 7,71 juta ton.
&quot;Pasar dunia sangat bergejolak karena spekulasi di setiap pasar,  mempengaruhi negara-negara yang tidak memiliki saham,&quot; tambahnya.
Harga ekspor beras Thailand mungkin naik 20% setelah larangan India, kata Charoen.
Eksportir enggan mengutip harga sambil menunggu kejelasan lebih  lanjut dan kemungkinan akan menghentikan pengiriman untuk sementara  waktu, kata Chookiat Ophaswongse, presiden kehormatan Asosiasi Eksportir  Beras Thailand.
Sekarang kami khawatir dengan kontrak lama dengan pengiriman selama  dua atau tiga minggu ke depan karena harga cukup fluktuatif. Tapi ini  harus menjadi peristiwa sementara, sampai ada kejelasan lebih lanjut  dari India.
Pemerintah juga akan memastikan harga beras dalam negeri tidak naik  terlalu tinggi, kata Menteri Jurin, seraya menambahkan bahwa inflasi  diperkirakan akan tetap rendah.
Ekspor beras masih normal, konsumsi dalam negeri belum terpengaruh  tapi harga beras lebih tinggi, sehingga harga beras harus dikelola agar  tetap pada level yang sesuai,&amp;rdquo; kata Jurin.
Harga padi saat ini mencapai rekor 12.000 baht (USD344,43) per metrik  ton, katanya, dengan hasil padi diperkirakan turun 5,6% per tahun  menjadi 32,35 juta metrik ton tahun ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xOC8xLzE2ODE5OS81L3g4bW01Ynk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras di Thailand naik imbas larangan ekspor India. Meski ada ancaman krisis pangan dunia, Thailand tidak menghentikan pengiriman karena memiliki produksi yang cukup untuk ekspor dan konsumsi domestik.
Pada akhir Juli, India memerintahkan penghentian ekspor beras terbesarnya dan memicu kekhawatiran inflasi lebih lanjut di pasar makanan global.

BACA JUGA:
Bansos 200 Ribu Ton Tekan Harga Beras Jadi Rp12.900/Kg Selama 3 Bulan Terakhir


&quot;Larangan India memberikan peluang bagi produsen beras Thailand, terutama di Afrika yang mengonsumsi beras dalam jumlah besar dari India&quot; ujar Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit dalam konferensi pers dilansir dari Reuters, Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Dengan larangan ekspor India, harga beras secara global naik karena volume turun petani bisa menjual beras dengan harga lebih tinggi. Tetapi harga global tidak stabil dan pemerintah akan memantau situasi dengan cermat.

BACA JUGA:
Harga Beras Naik hingga 22% di Juli 2023


Thailand, pengekspor beras terbesar kedua di dunia, diperkirakan akan mengekspor lebih dari 8 juta metrik ton beras tahun ini, kata Charoen Laothamatas, presiden Asosiasi Eksportir Beras Thailand.
Dalam tujuh bulan pertama, Thailand mengirimkan 4,8 juta metrik ton, katanya, dengan ekspor bulanan 700.000 hingga 800.000 ton. Ekspor beras tahun lalu sebanyak 7,71 juta ton.
&quot;Pasar dunia sangat bergejolak karena spekulasi di setiap pasar,  mempengaruhi negara-negara yang tidak memiliki saham,&quot; tambahnya.
Harga ekspor beras Thailand mungkin naik 20% setelah larangan India, kata Charoen.
Eksportir enggan mengutip harga sambil menunggu kejelasan lebih  lanjut dan kemungkinan akan menghentikan pengiriman untuk sementara  waktu, kata Chookiat Ophaswongse, presiden kehormatan Asosiasi Eksportir  Beras Thailand.
Sekarang kami khawatir dengan kontrak lama dengan pengiriman selama  dua atau tiga minggu ke depan karena harga cukup fluktuatif. Tapi ini  harus menjadi peristiwa sementara, sampai ada kejelasan lebih lanjut  dari India.
Pemerintah juga akan memastikan harga beras dalam negeri tidak naik  terlalu tinggi, kata Menteri Jurin, seraya menambahkan bahwa inflasi  diperkirakan akan tetap rendah.
Ekspor beras masih normal, konsumsi dalam negeri belum terpengaruh  tapi harga beras lebih tinggi, sehingga harga beras harus dikelola agar  tetap pada level yang sesuai,&amp;rdquo; kata Jurin.
Harga padi saat ini mencapai rekor 12.000 baht (USD344,43) per metrik  ton, katanya, dengan hasil padi diperkirakan turun 5,6% per tahun  menjadi 32,35 juta metrik ton tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
