<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembang Rumah Diminta Perhatikan Aspek Lingkungan, Jokowi: Jangan Sampai Airnya Kering</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perusahaan Real Estate Indonesia (REI) untuk memerhatikan dampak sosial dan lingkungan sekitar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/470/2860843/pengembang-rumah-diminta-perhatikan-aspek-lingkungan-jokowi-jangan-sampai-airnya-kering</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/470/2860843/pengembang-rumah-diminta-perhatikan-aspek-lingkungan-jokowi-jangan-sampai-airnya-kering"/><item><title>Pengembang Rumah Diminta Perhatikan Aspek Lingkungan, Jokowi: Jangan Sampai Airnya Kering</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/470/2860843/pengembang-rumah-diminta-perhatikan-aspek-lingkungan-jokowi-jangan-sampai-airnya-kering</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/470/2860843/pengembang-rumah-diminta-perhatikan-aspek-lingkungan-jokowi-jangan-sampai-airnya-kering</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/470/2860843/pengembang-rumah-diminta-perhatikan-aspek-lingkungan-jokowi-jangan-sampai-airnya-kering-QatdWrvuRJ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rumah. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/470/2860843/pengembang-rumah-diminta-perhatikan-aspek-lingkungan-jokowi-jangan-sampai-airnya-kering-QatdWrvuRJ.JPG</image><title>Rumah. (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNS82Ny8xMjYwNDIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perusahaan Real Estate Indonesia (REI) untuk memerhatikan dampak sosial dan lingkungan sekitar saat membangun perumahan.



Presiden meminta jangan sampai terjadi keringnya sumber air dan menimbulkan banjir di kawasan perkampungan setelah membangun perumahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

RI Masih Kekurangan Rumah 12,1 Juta Unit, Jokowi Sebut Ada Peluang untuk Pengusaha Properti



&quot;Perhatikan dampak sosial dan lingkungan. Ini penting. Jangan sampai membangun kawasan perumahan, banyak kampung di dekatnya air sumurnya kering, kampungnya jadi banjir. Sampahnya juga tolong disiapkan di kawasan-kawasan perumahan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Munas REI XVII 2023 di Jakarta seperti dilansir Antara, Rabu (9/8/2023).

Jokowi meminta agar REI terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyiapkan hunian sehat dan layak melalui program sejuta rumah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi: Proyek Terbesar di Dunia Hanya 1, Namanya IKN Nusantara


Selain itu, industri properti dan real estate diminta untuk menyiapkan langkah strategis dalam menyikapi peluang, serta tantangan yang ada.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan REI adalah mengatasi kesenjangan kepemilikan perumahan rakyat atau backlog yang mencapai 12,1 juta.



&quot;Kebutuhan kita masih sangat besar, backlog kepemilikan perumahan kita masih 12,1 juta. Ini adalah sebuah opportunity, sebuah peluang, sebuah peluang yang bisa dikerjakan seluruh anggota REI,&quot; kata Presiden Jokowi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Intip Penampakan Perumahan Mewah Jakarta yang Kini Terbengkalai Bikin Miris




Menurut Presiden, peluang untuk menyediakan rumah bagi rakyat sangat besar karena pertumbuhan kepala keluarga (KK) baru mencapai 700.000-800.000 KK per tahun.







REI dapat memanfaatkan peluang itu di saat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat positif sebesar 5,17%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% ini terjadi selama tujuh tahun berturut-turut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNS82Ny8xMjYwNDIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perusahaan Real Estate Indonesia (REI) untuk memerhatikan dampak sosial dan lingkungan sekitar saat membangun perumahan.



Presiden meminta jangan sampai terjadi keringnya sumber air dan menimbulkan banjir di kawasan perkampungan setelah membangun perumahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

RI Masih Kekurangan Rumah 12,1 Juta Unit, Jokowi Sebut Ada Peluang untuk Pengusaha Properti



&quot;Perhatikan dampak sosial dan lingkungan. Ini penting. Jangan sampai membangun kawasan perumahan, banyak kampung di dekatnya air sumurnya kering, kampungnya jadi banjir. Sampahnya juga tolong disiapkan di kawasan-kawasan perumahan,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya pada Munas REI XVII 2023 di Jakarta seperti dilansir Antara, Rabu (9/8/2023).

Jokowi meminta agar REI terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyiapkan hunian sehat dan layak melalui program sejuta rumah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi: Proyek Terbesar di Dunia Hanya 1, Namanya IKN Nusantara


Selain itu, industri properti dan real estate diminta untuk menyiapkan langkah strategis dalam menyikapi peluang, serta tantangan yang ada.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan REI adalah mengatasi kesenjangan kepemilikan perumahan rakyat atau backlog yang mencapai 12,1 juta.



&quot;Kebutuhan kita masih sangat besar, backlog kepemilikan perumahan kita masih 12,1 juta. Ini adalah sebuah opportunity, sebuah peluang, sebuah peluang yang bisa dikerjakan seluruh anggota REI,&quot; kata Presiden Jokowi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Intip Penampakan Perumahan Mewah Jakarta yang Kini Terbengkalai Bikin Miris




Menurut Presiden, peluang untuk menyediakan rumah bagi rakyat sangat besar karena pertumbuhan kepala keluarga (KK) baru mencapai 700.000-800.000 KK per tahun.







REI dapat memanfaatkan peluang itu di saat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat positif sebesar 5,17%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% ini terjadi selama tujuh tahun berturut-turut.</content:encoded></item></channel></rss>
