<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Basuki Sebut Anak Muda RI Tidak Akan Bisa Beli Rumah Kalau Tak Ada Subsidi</title><description>Basuki Hadimuljono mengakui anak muda atau milenial sulit untuk membeli rumah karena harganya terlalu tinggi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/470/2861257/basuki-sebut-anak-muda-ri-tidak-akan-bisa-beli-rumah-kalau-tak-ada-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/470/2861257/basuki-sebut-anak-muda-ri-tidak-akan-bisa-beli-rumah-kalau-tak-ada-subsidi"/><item><title>Basuki Sebut Anak Muda RI Tidak Akan Bisa Beli Rumah Kalau Tak Ada Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/470/2861257/basuki-sebut-anak-muda-ri-tidak-akan-bisa-beli-rumah-kalau-tak-ada-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/09/470/2861257/basuki-sebut-anak-muda-ri-tidak-akan-bisa-beli-rumah-kalau-tak-ada-subsidi</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2023 20:46 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/09/470/2861257/basuki-sebut-anak-muda-ri-tidak-akan-bisa-beli-rumah-kalau-tak-ada-subsidi-v3lSwxVG0R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Basuki Ungkap Milenial Susah Beli Rumah. (Foto: Okezone.com/PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/09/470/2861257/basuki-sebut-anak-muda-ri-tidak-akan-bisa-beli-rumah-kalau-tak-ada-subsidi-v3lSwxVG0R.jpg</image><title>Basuki Ungkap Milenial Susah Beli Rumah. (Foto: Okezone.com/PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui anak muda atau milenial sulit untuk membeli rumah karena harganya terlalu tinggi. Apalagi harga rumah tidak diimbangi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Oleh sebab itu, kata Basuki, diperlukan insnetif khusus untuk anak muda agar lebih mudah untuk membeli rumah. Sehingga pada akhirnya upaya tersebut juga menyapu upaya untuk penurunan angka backlog perumahan yang saat ini angkanya masih 12,7 juta.

BACA JUGA:
Backlog Rumah 12,7 Juta Unit, PUPR Minta Kredit Disesuaikan untuk Milenial dan YouTuber

&quot;Anak-anak sekarang itu tidak akan bisa beli rumah. Saya tidak akan bisa beli rumah walaupun sudah kerja, apalagi karena tidak kerja. Jadi harus ada subsidi,&quot; ujar Menteri Basuki usai acara Munas REI di Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Menteri Basuki menjelaskan, saat ini skema insentif yang diberikan untuk kepemilikan rumah baru mencakup untuk rumah denga range harga Rp200 jutaan. Namun ke depan menurut range tersebut bisa ditambah untuk mengakomodir juga masyarakat berpenghasilan nanggung.

BACA JUGA:
Atasi Backlog 12,7 juta, Beli Rumah Subsidi Pakai Nomor Urut

&quot;Oh iya itu mungkin (sampai Rp300 juta). Itu tadi yang bebas PPN. Sekarang Rp200 jutaan. Nah kan itu makin dengan pertumbuhan ekonomi ini masih bisa (ditambah). Nanti saya akan berbicara dengan Menteri keuangan,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Menteri Basuki menjelaskan saat ini tantangan untuk mengatasi backlog dan memenuhi agar generasi milenial punya rumah ini adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apabila pertumbuhan ekonomi positif, maka akan lebih mudah generasi muda untuk memiliki hunian.
&quot;Tapi kalau tadi mendengar Pak Presiden itu pasti dari kemampuan beli masyarakat itu tergantung pada pertumbuhan ekonomi. Kalau kita pertumbuhan ekonomi bagus pasti mereka butuh. Nah disitu nanti ditunjang oleh subsidi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui anak muda atau milenial sulit untuk membeli rumah karena harganya terlalu tinggi. Apalagi harga rumah tidak diimbangi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Oleh sebab itu, kata Basuki, diperlukan insnetif khusus untuk anak muda agar lebih mudah untuk membeli rumah. Sehingga pada akhirnya upaya tersebut juga menyapu upaya untuk penurunan angka backlog perumahan yang saat ini angkanya masih 12,7 juta.

BACA JUGA:
Backlog Rumah 12,7 Juta Unit, PUPR Minta Kredit Disesuaikan untuk Milenial dan YouTuber

&quot;Anak-anak sekarang itu tidak akan bisa beli rumah. Saya tidak akan bisa beli rumah walaupun sudah kerja, apalagi karena tidak kerja. Jadi harus ada subsidi,&quot; ujar Menteri Basuki usai acara Munas REI di Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Menteri Basuki menjelaskan, saat ini skema insentif yang diberikan untuk kepemilikan rumah baru mencakup untuk rumah denga range harga Rp200 jutaan. Namun ke depan menurut range tersebut bisa ditambah untuk mengakomodir juga masyarakat berpenghasilan nanggung.

BACA JUGA:
Atasi Backlog 12,7 juta, Beli Rumah Subsidi Pakai Nomor Urut

&quot;Oh iya itu mungkin (sampai Rp300 juta). Itu tadi yang bebas PPN. Sekarang Rp200 jutaan. Nah kan itu makin dengan pertumbuhan ekonomi ini masih bisa (ditambah). Nanti saya akan berbicara dengan Menteri keuangan,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Menteri Basuki menjelaskan saat ini tantangan untuk mengatasi backlog dan memenuhi agar generasi milenial punya rumah ini adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apabila pertumbuhan ekonomi positif, maka akan lebih mudah generasi muda untuk memiliki hunian.
&quot;Tapi kalau tadi mendengar Pak Presiden itu pasti dari kemampuan beli masyarakat itu tergantung pada pertumbuhan ekonomi. Kalau kita pertumbuhan ekonomi bagus pasti mereka butuh. Nah disitu nanti ditunjang oleh subsidi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
