<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Capai Level Tertinggi Imbas Ketatnya Pasokan</title><description>Harga minyak dunia mencapai level tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861389/harga-minyak-dunia-capai-level-tertinggi-imbas-ketatnya-pasokan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861389/harga-minyak-dunia-capai-level-tertinggi-imbas-ketatnya-pasokan"/><item><title>Harga Minyak Dunia Capai Level Tertinggi Imbas Ketatnya Pasokan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861389/harga-minyak-dunia-capai-level-tertinggi-imbas-ketatnya-pasokan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861389/harga-minyak-dunia-capai-level-tertinggi-imbas-ketatnya-pasokan</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/320/2861389/harga-minyak-dunia-capai-level-tertinggi-imbas-ketatnya-pasokan-Kqu3zhqw24.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/320/2861389/harga-minyak-dunia-capai-level-tertinggi-imbas-ketatnya-pasokan-Kqu3zhqw24.jpg</image><title>Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia mencapai level tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak Brent menyentuh level tertinggi sejak Januari setelah penurunan tajam dalam stok bahan bakar AS dan pemotongan produksi Saudi dan Rusia mengimbangi kekhawatiran tentang lambatnya permintaan dari China.
Melansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober menguat USD1,38 atau 1,6%, menjadi menetap pada USD87,55 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Pelemahan Permintaan


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman September terangkat 1,48 dolar AS atau 1,8% menjadi ditutup pada USD84,40 per barel di New York Mercantile Exchange, tertinggi sejak November 2022.
Stok bensin AS turun 2,7 juta barel pekan lalu, sementara persediaan sulingan, yang meliputi solar dan minyak pemanas turun 1,7 juta barel, data pemerintah menunjukkan. Dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters bahwa harga untuk kedua komoditas minyak tersebut sebagian besar bertahan stabil.

BACA JUGA:
Harga Minyak Balik Menguat setelah Arab Saudi dan Rusia Kurangi Produksi hingga 1 Juta Barel/Hari


&quot;Penarikan produk olahan terus menjadi bullish untuk pasar minyak,&quot; kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.
Pasar sebagian besar mengabaikan peningkatan 5,85 juta barel yang lebih tinggi dari perkiraan di stok minyak mentah AS setelah rekor penarikan pada minggu sebelumnya.
Penarikan stok bahan bakar AS membantu mengimbangi beberapa  kekhawatiran permintaan setelah data China pada Selasa (8/8/2023)  menunjukkan impor minyak mentah pada Juli turun 18,8% dari bulan  sebelumnya ke tingkat harian terendah sejak Januari.
Sektor konsumen China juga jatuh ke dalam deflasi dan harga gerbang  pabrik memperpanjang penurunan pada Juli, karena ekonomi terbesar kedua  di dunia itu berjuang untuk menghidupkan kembali permintaan.

BACA JUGA:
Harga Minyak Brent dan WTI Anjlok 2% 


Namun, yang mendukung harga-harga adalah rencana pengekspor utama  Arab Saudi untuk memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar 1  juta barel per hari selama satu bulan lagi termasuk September. Rusia  juga mengatakan akan memangkas ekspor minyak sebesar 300.000 barel per  hari pada September.
&quot;Pemulihan terbaru terutama didorong oleh janji produsen utama,  seperti Arab Saudi dan Rusia, untuk menjaga pasokan tetap lemah untuk  satu bulan lagi,&quot; kata Charalampos Pissouros, analis investasi senior di  broker XM.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Melemah Imbas Dolar AS Melonjak


Minyak mentah membukukan kenaikan mingguan keenam berturut-turut  pekan lalu, dibantu oleh pengurangan pasokan OPEC+ dan harapan stimulus  yang mendorong pemulihan permintaan minyak di China.
Pada Selasa (8/8/2023), kabinet Arab Saudi mengatakan pihaknya  menegaskan kembali dukungannya untuk tindakan pencegahan oleh Organisasi  Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai  OPEC+, untuk menstabilkan pasar, lapor media pemerintah.
Pasar juga akan mengamati dengan cermat Indeks Harga Konsumen (IHK)  AS untuk Juli, yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat, yang  diperkirakan akan menunjukkan sedikit percepatan dari tahun ke tahun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia mencapai level tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak Brent menyentuh level tertinggi sejak Januari setelah penurunan tajam dalam stok bahan bakar AS dan pemotongan produksi Saudi dan Rusia mengimbangi kekhawatiran tentang lambatnya permintaan dari China.
Melansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober menguat USD1,38 atau 1,6%, menjadi menetap pada USD87,55 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Pelemahan Permintaan


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman September terangkat 1,48 dolar AS atau 1,8% menjadi ditutup pada USD84,40 per barel di New York Mercantile Exchange, tertinggi sejak November 2022.
Stok bensin AS turun 2,7 juta barel pekan lalu, sementara persediaan sulingan, yang meliputi solar dan minyak pemanas turun 1,7 juta barel, data pemerintah menunjukkan. Dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters bahwa harga untuk kedua komoditas minyak tersebut sebagian besar bertahan stabil.

BACA JUGA:
Harga Minyak Balik Menguat setelah Arab Saudi dan Rusia Kurangi Produksi hingga 1 Juta Barel/Hari


&quot;Penarikan produk olahan terus menjadi bullish untuk pasar minyak,&quot; kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.
Pasar sebagian besar mengabaikan peningkatan 5,85 juta barel yang lebih tinggi dari perkiraan di stok minyak mentah AS setelah rekor penarikan pada minggu sebelumnya.
Penarikan stok bahan bakar AS membantu mengimbangi beberapa  kekhawatiran permintaan setelah data China pada Selasa (8/8/2023)  menunjukkan impor minyak mentah pada Juli turun 18,8% dari bulan  sebelumnya ke tingkat harian terendah sejak Januari.
Sektor konsumen China juga jatuh ke dalam deflasi dan harga gerbang  pabrik memperpanjang penurunan pada Juli, karena ekonomi terbesar kedua  di dunia itu berjuang untuk menghidupkan kembali permintaan.

BACA JUGA:
Harga Minyak Brent dan WTI Anjlok 2% 


Namun, yang mendukung harga-harga adalah rencana pengekspor utama  Arab Saudi untuk memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar 1  juta barel per hari selama satu bulan lagi termasuk September. Rusia  juga mengatakan akan memangkas ekspor minyak sebesar 300.000 barel per  hari pada September.
&quot;Pemulihan terbaru terutama didorong oleh janji produsen utama,  seperti Arab Saudi dan Rusia, untuk menjaga pasokan tetap lemah untuk  satu bulan lagi,&quot; kata Charalampos Pissouros, analis investasi senior di  broker XM.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Melemah Imbas Dolar AS Melonjak


Minyak mentah membukukan kenaikan mingguan keenam berturut-turut  pekan lalu, dibantu oleh pengurangan pasokan OPEC+ dan harapan stimulus  yang mendorong pemulihan permintaan minyak di China.
Pada Selasa (8/8/2023), kabinet Arab Saudi mengatakan pihaknya  menegaskan kembali dukungannya untuk tindakan pencegahan oleh Organisasi  Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai  OPEC+, untuk menstabilkan pasar, lapor media pemerintah.
Pasar juga akan mengamati dengan cermat Indeks Harga Konsumen (IHK)  AS untuk Juli, yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat, yang  diperkirakan akan menunjukkan sedikit percepatan dari tahun ke tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
