<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tol Laut Layani 39 Trayek, Menhub: Muatan Kapal Naik Setiap Tahun</title><description>Tol Laut kini telah melayani 39 trayek dengan menggunakan 38 kapal yang menyinggahi 115 pelabuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861421/tol-laut-layani-39-trayek-menhub-muatan-kapal-naik-setiap-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861421/tol-laut-layani-39-trayek-menhub-muatan-kapal-naik-setiap-tahun"/><item><title>Tol Laut Layani 39 Trayek, Menhub: Muatan Kapal Naik Setiap Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861421/tol-laut-layani-39-trayek-menhub-muatan-kapal-naik-setiap-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861421/tol-laut-layani-39-trayek-menhub-muatan-kapal-naik-setiap-tahun</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/320/2861421/tol-laut-layani-39-trayek-menhub-muatan-kapal-naik-setiap-tahun-Oae66EL4mg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol laut layani 39 trayek (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/320/2861421/tol-laut-layani-39-trayek-menhub-muatan-kapal-naik-setiap-tahun-Oae66EL4mg.jpg</image><title>Tol laut layani 39 trayek (Foto: okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yOS8yMC8xNjg0OTgvNS94OG11eHJ0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tol Laut kini telah melayani 39 trayek dengan menggunakan 38 kapal yang menyinggahi 115 pelabuhan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah ini meningkat signifikan sejak diluncurkan pada tahun 2015 yaitu sebanyak 3 trayek dan 3 kapal, yang menyinggahi 11 pelabuhan.
&quot;Realisasi muatan kapal tol laut terus meningkat setiap tahunnya sejak diluncurkan pada tahun 2015,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/8/2023).

BACA JUGA:
Kemenhub Kirim 1.000 Ton Beras ke NTT Lewat Tol Laut

Tercatat, pada tahun 2015 realisasi muatan kapal sebanyak 88 Teus dan 30 ton. Kemudian pada tahun 2016 meningkat menjadi 2.742 Teus dan 4.159 Ton, tahun 2017 (233.139 Ton), tahun 2018 (234.305 Ton).
Kemudian tahun 2019 (8.067 Teus), tahun 2020 (18.128 Teus), tahun 2021 (23.880 Teus dan 842,85 Ton), dan pada tahun 2022 realisasi muatan kapal tol sebanyak 28.991 Teus dan 983 Ton.

BACA JUGA:
Kapal Tol Laut Angkut 1.600 Ton Beras Atasi Krisis di NTT


Menhub mengungkapkan, berbagai upaya inovasi untuk meningkatkan kinerja tol laut telah dilakukan. Diantaranya yaitu: digitalisasi layanan melalui aplikasi SITOLAUT dan juga pengembangan pola trayek Tol Laut yang efektif dan efisien menggunakan pola hub and spoke, titip container, dan titip muatan, yang mengikutsertakan pelayaran swasta nasional.
&amp;ldquo;Saya berharap sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan  terus ditingkatkan, agar penyelenggaraan program tol laut dapat terus  berjalan lancar dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat,  khususnya di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan  (3TP),&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Pelayaran Perdana Tol Laut 2023 di Surabaya, Ini Rutenya


Untuk diketahui, program Tol Laut merupakan salah satu program  strategis yang bertujuan untuk melancarkan distribusi logistik antar  wilayah dan menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan penting di  daerah 3TP, sehingga diharapkan dapat mengurangi disparitas harga barang  antar wilayah di Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yOS8yMC8xNjg0OTgvNS94OG11eHJ0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tol Laut kini telah melayani 39 trayek dengan menggunakan 38 kapal yang menyinggahi 115 pelabuhan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah ini meningkat signifikan sejak diluncurkan pada tahun 2015 yaitu sebanyak 3 trayek dan 3 kapal, yang menyinggahi 11 pelabuhan.
&quot;Realisasi muatan kapal tol laut terus meningkat setiap tahunnya sejak diluncurkan pada tahun 2015,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/8/2023).

BACA JUGA:
Kemenhub Kirim 1.000 Ton Beras ke NTT Lewat Tol Laut

Tercatat, pada tahun 2015 realisasi muatan kapal sebanyak 88 Teus dan 30 ton. Kemudian pada tahun 2016 meningkat menjadi 2.742 Teus dan 4.159 Ton, tahun 2017 (233.139 Ton), tahun 2018 (234.305 Ton).
Kemudian tahun 2019 (8.067 Teus), tahun 2020 (18.128 Teus), tahun 2021 (23.880 Teus dan 842,85 Ton), dan pada tahun 2022 realisasi muatan kapal tol sebanyak 28.991 Teus dan 983 Ton.

BACA JUGA:
Kapal Tol Laut Angkut 1.600 Ton Beras Atasi Krisis di NTT


Menhub mengungkapkan, berbagai upaya inovasi untuk meningkatkan kinerja tol laut telah dilakukan. Diantaranya yaitu: digitalisasi layanan melalui aplikasi SITOLAUT dan juga pengembangan pola trayek Tol Laut yang efektif dan efisien menggunakan pola hub and spoke, titip container, dan titip muatan, yang mengikutsertakan pelayaran swasta nasional.
&amp;ldquo;Saya berharap sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan  terus ditingkatkan, agar penyelenggaraan program tol laut dapat terus  berjalan lancar dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat,  khususnya di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan  (3TP),&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Pelayaran Perdana Tol Laut 2023 di Surabaya, Ini Rutenya


Untuk diketahui, program Tol Laut merupakan salah satu program  strategis yang bertujuan untuk melancarkan distribusi logistik antar  wilayah dan menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan penting di  daerah 3TP, sehingga diharapkan dapat mengurangi disparitas harga barang  antar wilayah di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
