<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Sekjen OECD, Menko Airlangga Bertukar Pikiran Indonesia Jadi Anggota</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861737/bertemu-sekjen-oecd-menko-airlangga-bertukar-pikiran-indonesia-jadi-anggota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861737/bertemu-sekjen-oecd-menko-airlangga-bertukar-pikiran-indonesia-jadi-anggota"/><item><title>Bertemu Sekjen OECD, Menko Airlangga Bertukar Pikiran Indonesia Jadi Anggota</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861737/bertemu-sekjen-oecd-menko-airlangga-bertukar-pikiran-indonesia-jadi-anggota</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/320/2861737/bertemu-sekjen-oecd-menko-airlangga-bertukar-pikiran-indonesia-jadi-anggota</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/320/2861737/bertemu-sekjen-oecd-menko-airlangga-bertukar-pikiran-indonesia-jadi-anggota-F5MFdjQ9pu.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga Hartarto bertemu Sekjen OECD, Mathias Cormann. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/320/2861737/bertemu-sekjen-oecd-menko-airlangga-bertukar-pikiran-indonesia-jadi-anggota-F5MFdjQ9pu.JPG</image><title>Menko Airlangga Hartarto bertemu Sekjen OECD, Mathias Cormann. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODkxMS81L3g4bjJ1NGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Mathias Cormann.

Sekjen Cormann disebutnya datang untuk bertukar pikiran mengenai rencana Indonesia untuk menjadi anggota OECD.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,17%, Menko Airlangga Terus Dorong Investasi dan Lapangan Kerja

&quot;Disampaikan keinginan Indonesia, atas saran Bapak Presiden, sudah diberitahukan ke 38 anggota OECD,&quot; ucap Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Kamis (10/8/2023).

Pada prinsipnya, dia mengatakan mereka menyambut dengan sangat positif karena Indonesia dinilai berhasil dalam kepemimpinan di G20 dan saat sekarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang memimpin pertemuan ASEAN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga: Pemprov Jadi Kunci Tingkatkan Akses KUR ke Masyarakat

Dari performa tersebut, mereka melihat juga terkait situasi Covid-19, ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik dan dalam situasi itu pula Indonesia melakukan reformasi.

&quot;Tentu, bagi OECD, reform itu menjadi hal yang sangat penting, dan mereka melihat komitmen Indonesia terhadap green economy, dengan berbagai proyek dan target, itu juga berada dalam track yang benar,&quot; sambung Airlangga.

Mereka melihat kegiatan terkait ekonomi yang berkeadilan, baik itu perpajakan, terkait dengan Indonesia yang sedang berproses dalam FATF, di mana itu yang menjadi bagian yang bagi mereka menjadi hal positif.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

GIIAS 2023, Menko Airlangga Ingin Industri Otomotif Indonesia Masuk 5 Besar Dunia


&quot;Tapi tentu untuk menjadi anggota OECD itu membutuhkan waktu yang panjang,&quot; tambah Airlangga.



Dia mencontohkan kasus terakhir, negara Amerika Latin seperti Kolombia memakan waktu 8 tahun, namun ada juga negara yang hanya butuh waktu 4 tahun.



&quot;Tapi itu dilakukan seperti Korea atau Jepang yang prosesnya dekade yang sudah lama, tetapi Indonesia akan menjadi negara Asia Tenggara pertama, dan negara Asia ketiga kalau ini berproses keanggotaannya,&quot; pungkas Airlangga.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODkxMS81L3g4bjJ1NGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Mathias Cormann.

Sekjen Cormann disebutnya datang untuk bertukar pikiran mengenai rencana Indonesia untuk menjadi anggota OECD.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,17%, Menko Airlangga Terus Dorong Investasi dan Lapangan Kerja

&quot;Disampaikan keinginan Indonesia, atas saran Bapak Presiden, sudah diberitahukan ke 38 anggota OECD,&quot; ucap Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Kamis (10/8/2023).

Pada prinsipnya, dia mengatakan mereka menyambut dengan sangat positif karena Indonesia dinilai berhasil dalam kepemimpinan di G20 dan saat sekarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang memimpin pertemuan ASEAN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga: Pemprov Jadi Kunci Tingkatkan Akses KUR ke Masyarakat

Dari performa tersebut, mereka melihat juga terkait situasi Covid-19, ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik dan dalam situasi itu pula Indonesia melakukan reformasi.

&quot;Tentu, bagi OECD, reform itu menjadi hal yang sangat penting, dan mereka melihat komitmen Indonesia terhadap green economy, dengan berbagai proyek dan target, itu juga berada dalam track yang benar,&quot; sambung Airlangga.

Mereka melihat kegiatan terkait ekonomi yang berkeadilan, baik itu perpajakan, terkait dengan Indonesia yang sedang berproses dalam FATF, di mana itu yang menjadi bagian yang bagi mereka menjadi hal positif.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

GIIAS 2023, Menko Airlangga Ingin Industri Otomotif Indonesia Masuk 5 Besar Dunia


&quot;Tapi tentu untuk menjadi anggota OECD itu membutuhkan waktu yang panjang,&quot; tambah Airlangga.



Dia mencontohkan kasus terakhir, negara Amerika Latin seperti Kolombia memakan waktu 8 tahun, namun ada juga negara yang hanya butuh waktu 4 tahun.



&quot;Tapi itu dilakukan seperti Korea atau Jepang yang prosesnya dekade yang sudah lama, tetapi Indonesia akan menjadi negara Asia Tenggara pertama, dan negara Asia ketiga kalau ini berproses keanggotaannya,&quot; pungkas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
