<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil: Saya Tahu Betul Sakitnya UMKM, Pinjam Uang di Bank Diputar-putar</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengaku tahu betul pahitnya merintis UMKM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/455/2861692/bahlil-saya-tahu-betul-sakitnya-umkm-pinjam-uang-di-bank-diputar-putar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/455/2861692/bahlil-saya-tahu-betul-sakitnya-umkm-pinjam-uang-di-bank-diputar-putar"/><item><title>Bahlil: Saya Tahu Betul Sakitnya UMKM, Pinjam Uang di Bank Diputar-putar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/455/2861692/bahlil-saya-tahu-betul-sakitnya-umkm-pinjam-uang-di-bank-diputar-putar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/10/455/2861692/bahlil-saya-tahu-betul-sakitnya-umkm-pinjam-uang-di-bank-diputar-putar</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2023 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/10/455/2861692/bahlil-saya-tahu-betul-sakitnya-umkm-pinjam-uang-di-bank-diputar-putar-cgvpqnjf24.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil mengungkap sulitnya membangun bisnis UMKM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/10/455/2861692/bahlil-saya-tahu-betul-sakitnya-umkm-pinjam-uang-di-bank-diputar-putar-cgvpqnjf24.jpg</image><title>Bahlil mengungkap sulitnya membangun bisnis UMKM (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMi80LzE2ODYzNy81L3g4bXh6c20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengaku tahu betul pahitnya merintis UMKM. Untuk itu, dia tak ingin jika pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi komoditas politik pada tahun politik seperti saat ini.
&quot;Saya sampaikan kepada Bapak Presiden, 'Pak Presiden, UMKM ini hidup ketika ada pilkada, ketika ada pileg, ketika ada pilpres. Dan mereka selalu dijadikan komoditi politik'. Saya sebagai menteri yang berasal dari UMKM tidak ingin itu terjadi secara terus menerus,&quot; katanya dilansir dari Antara, Kamis (10/8/2023).

BACA JUGA:
Penghapusan Kredit Macet UMKM Disetujui Jokowi, Ini Syaratnya


Menurutnya, dari 34 menteri yang ada di Kabinet Indonesia Maju, hanya dirinya yang punya sejarah menjadi pelaku UMKM. Oleh karena itu, ia paham betul lika-liku para pelaku UMKM untuk bisa memperoleh izin atau mengakses pembiayaan.
&quot;Saya pernah menjadi UMKM. Saya pernah menjual ikan di pasar. Saya pernah menjual bawang. Saya pernah punya omzet Rp60 juta dan saya tahu betul sakitnya UMKM. Pinjam uang di bank diputar-putar. Izin mau dibuat, diminta uang. Pinjam uang di bank, minta aset. Betulkah? Saya tahu sakit bapak ibu semua. Jangan pernah bicara UMKM dibicarakan oleh orang kaya. Jangan. Boleh orang kaya tapi dia pernah menjadi orang miskin,&quot; katanya.

BACA JUGA:
UMKM Jual Produk Impor, Menkop Teten: Tidak Jadi Masalah 


Oleh karena itu, ketika kini Bahlil menjadi Menteri Investasi, kendati harus mengurus investasi besar dengan nilai miliar hingga triliunan rupiah, ia tetap memberikan keberpihakan kepada pengembangan UMKM. Salah satunya dengan fasilitasi legalitas pelaku UMKM lewat Nomor Induk Berusaha (NIB).
&quot;Mana ada sejarah Kepala BKPM bicara tentang UMKM, kalau bukan karena orang yang pernah merasakan getir sakitnya UMKM di daerah-daerah?&quot; katanya.
Bahlil menjelaskan saat ini penyaluran pinjaman perbankan kepada UMKM  hanya sekitar 18-19%, lantaran 56% UMKM di Indonesia belum  memiliki legalitas.
&quot;Belum ada izin-izinnya makanya perbankan susah menyalurkan kredit.  Kenapa tidak ada izin? Saya tahu bapak ibu bikin izin susah. Betul toh?  Makanya mantan UMKM jadi Menteri Investasi, saya buat kebijakan lewat  OSS, saya pangkas semua administrasinya,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Bahlil: Jujur Saja Pemerintah Belum Hadir Secara Penuh untuk UMKM


Bahlil menegaskan izin-izin lewat OSS bagi pelaku UMKM tidak dipungut  biaya, termasuk sertifikasi halal dan lainnya. Ia menjamin pengurusan  legalitas lewat OSS juga kini lebih mudah dan efisien karena tidak perlu  berhadapan langsung dengan menteri, kementerian, atau kepala daerah  serta pihak terkait lainnya.

BACA JUGA:
Bertemu Ketua OJK, Hipmi Dorong UMKM Naik Kelas 


Bahlil pun memotivasi pelaku UMKM untuk terus bersemangat dalam berusaha.
&quot;Jangan pesimis jadi UMKM, bukan berarti anak bapak ibu tidak menjadi  orang hebat. Tidak ada jaminan anak konglomerat akan menjadi  konglomerat terus. Tidak ada jaminan anak UMKM tidak menjadi  konglomerat. Dan juga, anak UMKM bisa menjadi Presiden. Contohnya Bapak  Presiden Jokowi,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMi80LzE2ODYzNy81L3g4bXh6c20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengaku tahu betul pahitnya merintis UMKM. Untuk itu, dia tak ingin jika pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi komoditas politik pada tahun politik seperti saat ini.
&quot;Saya sampaikan kepada Bapak Presiden, 'Pak Presiden, UMKM ini hidup ketika ada pilkada, ketika ada pileg, ketika ada pilpres. Dan mereka selalu dijadikan komoditi politik'. Saya sebagai menteri yang berasal dari UMKM tidak ingin itu terjadi secara terus menerus,&quot; katanya dilansir dari Antara, Kamis (10/8/2023).

BACA JUGA:
Penghapusan Kredit Macet UMKM Disetujui Jokowi, Ini Syaratnya


Menurutnya, dari 34 menteri yang ada di Kabinet Indonesia Maju, hanya dirinya yang punya sejarah menjadi pelaku UMKM. Oleh karena itu, ia paham betul lika-liku para pelaku UMKM untuk bisa memperoleh izin atau mengakses pembiayaan.
&quot;Saya pernah menjadi UMKM. Saya pernah menjual ikan di pasar. Saya pernah menjual bawang. Saya pernah punya omzet Rp60 juta dan saya tahu betul sakitnya UMKM. Pinjam uang di bank diputar-putar. Izin mau dibuat, diminta uang. Pinjam uang di bank, minta aset. Betulkah? Saya tahu sakit bapak ibu semua. Jangan pernah bicara UMKM dibicarakan oleh orang kaya. Jangan. Boleh orang kaya tapi dia pernah menjadi orang miskin,&quot; katanya.

BACA JUGA:
UMKM Jual Produk Impor, Menkop Teten: Tidak Jadi Masalah 


Oleh karena itu, ketika kini Bahlil menjadi Menteri Investasi, kendati harus mengurus investasi besar dengan nilai miliar hingga triliunan rupiah, ia tetap memberikan keberpihakan kepada pengembangan UMKM. Salah satunya dengan fasilitasi legalitas pelaku UMKM lewat Nomor Induk Berusaha (NIB).
&quot;Mana ada sejarah Kepala BKPM bicara tentang UMKM, kalau bukan karena orang yang pernah merasakan getir sakitnya UMKM di daerah-daerah?&quot; katanya.
Bahlil menjelaskan saat ini penyaluran pinjaman perbankan kepada UMKM  hanya sekitar 18-19%, lantaran 56% UMKM di Indonesia belum  memiliki legalitas.
&quot;Belum ada izin-izinnya makanya perbankan susah menyalurkan kredit.  Kenapa tidak ada izin? Saya tahu bapak ibu bikin izin susah. Betul toh?  Makanya mantan UMKM jadi Menteri Investasi, saya buat kebijakan lewat  OSS, saya pangkas semua administrasinya,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Bahlil: Jujur Saja Pemerintah Belum Hadir Secara Penuh untuk UMKM


Bahlil menegaskan izin-izin lewat OSS bagi pelaku UMKM tidak dipungut  biaya, termasuk sertifikasi halal dan lainnya. Ia menjamin pengurusan  legalitas lewat OSS juga kini lebih mudah dan efisien karena tidak perlu  berhadapan langsung dengan menteri, kementerian, atau kepala daerah  serta pihak terkait lainnya.

BACA JUGA:
Bertemu Ketua OJK, Hipmi Dorong UMKM Naik Kelas 


Bahlil pun memotivasi pelaku UMKM untuk terus bersemangat dalam berusaha.
&quot;Jangan pesimis jadi UMKM, bukan berarti anak bapak ibu tidak menjadi  orang hebat. Tidak ada jaminan anak konglomerat akan menjadi  konglomerat terus. Tidak ada jaminan anak UMKM tidak menjadi  konglomerat. Dan juga, anak UMKM bisa menjadi Presiden. Contohnya Bapak  Presiden Jokowi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
