<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Indo Tambangraya (ITMG) Turun 33,3% Jadi Rp4,67 Triliun di Semester I-2023</title><description>PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 33,39% pada semester pertama tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/278/2862335/laba-indo-tambangraya-itmg-turun-33-3-jadi-rp4-67-triliun-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/278/2862335/laba-indo-tambangraya-itmg-turun-33-3-jadi-rp4-67-triliun-di-semester-i-2023"/><item><title>Laba Indo Tambangraya (ITMG) Turun 33,3% Jadi Rp4,67 Triliun di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/278/2862335/laba-indo-tambangraya-itmg-turun-33-3-jadi-rp4-67-triliun-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/278/2862335/laba-indo-tambangraya-itmg-turun-33-3-jadi-rp4-67-triliun-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/278/2862335/laba-indo-tambangraya-itmg-turun-33-3-jadi-rp4-67-triliun-di-semester-i-2023-GmV7oJkOIB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/278/2862335/laba-indo-tambangraya-itmg-turun-33-3-jadi-rp4-67-triliun-di-semester-i-2023-GmV7oJkOIB.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 33,39% pada semester pertama tahun 2023.

Perseroan membukukan laba bersih USD306,94 juta atau Rp4,67 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD460,82 juta dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jadi Pendatang Baru, MUTU Siap Bagi Dividen 30% dari Laba Bersih

Sejalan dengan itu, pendapatan bersih perseroan juga susut 8,60% menjadi USD1,29 miliar atau Rp19,77 triliun, dari sebelumnya sebesar USD1,42 miliar.

Secara rinci, pendapatan segmen batu bara tercatat sebesar USD1,29 miliar atau Rp19,73 triliun, dan segmen jasa mencatatkan pendapatan sebesar USD2,34 juta atau Rp35,63 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perusahaan Investasi Warren Buffett Cetak Laba Rp546 Triliun di Kuartal I-2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan ITMG tercatat naik menjadi USD840,94 juta atau Rp12,79 triliun, dari sebelumnya sebesar USD672,38 juta. Adapun, beban penjualan perseroan tercatat sebesar USD63,71 juta atau Rp969,69 miliar, serta beban umum dan administrasi tercatat sebesar USD20,46 juta atau Rp311,53 miliar.

Hingga akhir Juni 2023, total nilai aset ITMG tercatat sebesar USD2,22 miliar atau Rp33,89 triliun, turun 15,46% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD2,64 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar USD430,92 juta dan ekuitas perseroan sebesar USD1,79 miliar.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Idea Indonesia (IDEA) Cetak Laba Rp871,21 Juta, Naik 156,4% di Semester I-2023

Adapun, ITMG menargetkan produksi batu bara mencapai 16,6 juta hingga 17 juta ton di sepanjang tahun 2023. Angka ini naik dari produksi batu bara perseroan sepanjang tahun lalu sebesar 16,6 juta ton.



Sementara itu, target penjualan batu bara ITMG sepanjang tahun ini sebesar 21,5-22,2 juta ton. Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 37% harga jualnya telah ditetapkan, dan sebesar 41% mengacu pada indeks harga batu bara.



Untuk meningkatkan kinerja sepanjang tahun ini, ITMG menyiapkan sejumlah strategi antara lain dengan memusatkan perhatian pada ketahanan finansial, serta menanggapi secara gesit perubahan ekonomi dan pasar guna mengoptimalkan profitabilitas.



Strategi selanjutnya yang disiapkan perseroan yakni dengan melakukan peningkatan pertambangan melalui ekspansi dan diversifikasi yang adaptif. Dalam hal ini, perseroan dapat meningkatkan pendapatan dari bisnis pertambangan dengan meningkatkan cadangan potensial melalui eksplorasi dan pembaharuan asumsi ekonomi ataupun menjajaki penambangan bawah tanah dan proyek gasifikasi batu bara bawah tanah, guna membuka potensi sumber daya yang ada.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 33,39% pada semester pertama tahun 2023.

Perseroan membukukan laba bersih USD306,94 juta atau Rp4,67 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD460,82 juta dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jadi Pendatang Baru, MUTU Siap Bagi Dividen 30% dari Laba Bersih

Sejalan dengan itu, pendapatan bersih perseroan juga susut 8,60% menjadi USD1,29 miliar atau Rp19,77 triliun, dari sebelumnya sebesar USD1,42 miliar.

Secara rinci, pendapatan segmen batu bara tercatat sebesar USD1,29 miliar atau Rp19,73 triliun, dan segmen jasa mencatatkan pendapatan sebesar USD2,34 juta atau Rp35,63 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perusahaan Investasi Warren Buffett Cetak Laba Rp546 Triliun di Kuartal I-2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan ITMG tercatat naik menjadi USD840,94 juta atau Rp12,79 triliun, dari sebelumnya sebesar USD672,38 juta. Adapun, beban penjualan perseroan tercatat sebesar USD63,71 juta atau Rp969,69 miliar, serta beban umum dan administrasi tercatat sebesar USD20,46 juta atau Rp311,53 miliar.

Hingga akhir Juni 2023, total nilai aset ITMG tercatat sebesar USD2,22 miliar atau Rp33,89 triliun, turun 15,46% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD2,64 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar USD430,92 juta dan ekuitas perseroan sebesar USD1,79 miliar.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Idea Indonesia (IDEA) Cetak Laba Rp871,21 Juta, Naik 156,4% di Semester I-2023

Adapun, ITMG menargetkan produksi batu bara mencapai 16,6 juta hingga 17 juta ton di sepanjang tahun 2023. Angka ini naik dari produksi batu bara perseroan sepanjang tahun lalu sebesar 16,6 juta ton.



Sementara itu, target penjualan batu bara ITMG sepanjang tahun ini sebesar 21,5-22,2 juta ton. Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 37% harga jualnya telah ditetapkan, dan sebesar 41% mengacu pada indeks harga batu bara.



Untuk meningkatkan kinerja sepanjang tahun ini, ITMG menyiapkan sejumlah strategi antara lain dengan memusatkan perhatian pada ketahanan finansial, serta menanggapi secara gesit perubahan ekonomi dan pasar guna mengoptimalkan profitabilitas.



Strategi selanjutnya yang disiapkan perseroan yakni dengan melakukan peningkatan pertambangan melalui ekspansi dan diversifikasi yang adaptif. Dalam hal ini, perseroan dapat meningkatkan pendapatan dari bisnis pertambangan dengan meningkatkan cadangan potensial melalui eksplorasi dan pembaharuan asumsi ekonomi ataupun menjajaki penambangan bawah tanah dan proyek gasifikasi batu bara bawah tanah, guna membuka potensi sumber daya yang ada.</content:encoded></item></channel></rss>
