<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Sulap 300 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar untuk PLTU</title><description>PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) akan mendapatkan tambahan pasokan biomassa sebesar 300 ton per bulan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862193/pln-sulap-300-ton-sampah-jadi-bahan-bakar-untuk-pltu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862193/pln-sulap-300-ton-sampah-jadi-bahan-bakar-untuk-pltu"/><item><title>PLN Sulap 300 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar untuk PLTU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862193/pln-sulap-300-ton-sampah-jadi-bahan-bakar-untuk-pltu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862193/pln-sulap-300-ton-sampah-jadi-bahan-bakar-untuk-pltu</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 07:18 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862193/pln-sulap-300-ton-sampah-jadi-bahan-bakar-untuk-pltu-ILJ8JRUlPs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLN sulap sampah jadi bahan bakar PLTU. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862193/pln-sulap-300-ton-sampah-jadi-bahan-bakar-untuk-pltu-ILJ8JRUlPs.jpg</image><title>PLN sulap sampah jadi bahan bakar PLTU. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8xLzE2ODY3OS81L3g4bXltYzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) akan mendapatkan tambahan pasokan biomassa sebesar 300 ton per bulan setelah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mengoperasikan Tempat Pengelolaan sampah Terpadu (TPST) RDF/SRF TPA Regional Kebon Kongok, NTB.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, dalam memastikan pasokan biomassa aman untuk pembangkit, PLN EPI menggandeng sejumlah pemerintah kota maupun pemerintah provinsi untuk mengolah sampah kota menjadi bahan baku biomassa.

BACA JUGA:
Duh! 3 Titik Gunungan Sampah Muncul di Alun-Alun Selatan Yogya

&quot;Langkah ini dilakukan selain untuk memastikan pasokan biomassa juga untuk mengatasi persoalan sampah kota di masyarakat. Sehingga, selain mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil juga untuk menjaga lingkungan jadi lebih bersih,&quot; ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (11/8/2023).

TPST Kebon Kongok ini akan mengolah sampah sebanyak 120 ton per hari dari volume sampah total 300 ton per hari. Nantinya, hasil pengolahan ini menjadi bahan bakar biomassa  co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang.

BACA JUGA:
Tren Botol Kemasan PET Bantu Kurangi Timbunan Sampah Plastik, Bisa Didaur Ulang!

RDF plant TPST Kebun Kongok akan memproduksi bahan bakar biomassa 10-20 ton per hari yang akan menambah pasokan biomassa PLTU Jeranjang sebanyak 300 ton per bulan.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah menjelaskan dengan TPST ini maka, provinsi NTB mampu mengatasi persoalan sampah kota. Pengelolaan sampah yang efektif dan bahkan menjadi bahan baku yang bernilai ekonomi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
&amp;ldquo;NTB adalah provinsi yang sadar betul bahwa mengelola lingkungan adalah kebutuhan. Peresmian TPST ini mengobati perjuangan Panjang pengelolaan sampah kita. Dengan peresmian TPST ini tidak boleh sia-sia. Ini Amanah yang harus betul-betul kita kawal agar berproduksi dengan baik dan kapasitasnya dari waktu-ke waktu bisa terus meningkat,&quot; kata Sitti.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bisakah RI Kurangi 70% Sampah Plastik hingga 2025?&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Beroperasinya TPST RDF/SRF menjadi bentuk industrialisasi yang diharapkan bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Pemerintah NTB mendukung upaya industrialisasi-termasuk di bidang persampahan. Tahun ini, Pemerintah NTB telah meresmikan pabrik Block Solution untuk mengolah sampah plastik menjadi bata, dan pada kesempatan ini diresmikan TPST RDF/SRF Kebon Kongok yang menangani sampah organiknya.



&quot;Industrialisasi di bidang persampahan selain menyelamatkan lingkngan, juga mampu menambah nilai ekonomi lebih kepada masyarakat yang berkecimpung di dalamnya,&quot; tambah Sitti.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wMy8xLzE2ODY3OS81L3g4bXltYzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) akan mendapatkan tambahan pasokan biomassa sebesar 300 ton per bulan setelah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi mengoperasikan Tempat Pengelolaan sampah Terpadu (TPST) RDF/SRF TPA Regional Kebon Kongok, NTB.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, dalam memastikan pasokan biomassa aman untuk pembangkit, PLN EPI menggandeng sejumlah pemerintah kota maupun pemerintah provinsi untuk mengolah sampah kota menjadi bahan baku biomassa.

BACA JUGA:
Duh! 3 Titik Gunungan Sampah Muncul di Alun-Alun Selatan Yogya

&quot;Langkah ini dilakukan selain untuk memastikan pasokan biomassa juga untuk mengatasi persoalan sampah kota di masyarakat. Sehingga, selain mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil juga untuk menjaga lingkungan jadi lebih bersih,&quot; ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (11/8/2023).

TPST Kebon Kongok ini akan mengolah sampah sebanyak 120 ton per hari dari volume sampah total 300 ton per hari. Nantinya, hasil pengolahan ini menjadi bahan bakar biomassa  co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang.

BACA JUGA:
Tren Botol Kemasan PET Bantu Kurangi Timbunan Sampah Plastik, Bisa Didaur Ulang!

RDF plant TPST Kebun Kongok akan memproduksi bahan bakar biomassa 10-20 ton per hari yang akan menambah pasokan biomassa PLTU Jeranjang sebanyak 300 ton per bulan.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah menjelaskan dengan TPST ini maka, provinsi NTB mampu mengatasi persoalan sampah kota. Pengelolaan sampah yang efektif dan bahkan menjadi bahan baku yang bernilai ekonomi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
&amp;ldquo;NTB adalah provinsi yang sadar betul bahwa mengelola lingkungan adalah kebutuhan. Peresmian TPST ini mengobati perjuangan Panjang pengelolaan sampah kita. Dengan peresmian TPST ini tidak boleh sia-sia. Ini Amanah yang harus betul-betul kita kawal agar berproduksi dengan baik dan kapasitasnya dari waktu-ke waktu bisa terus meningkat,&quot; kata Sitti.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bisakah RI Kurangi 70% Sampah Plastik hingga 2025?&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Beroperasinya TPST RDF/SRF menjadi bentuk industrialisasi yang diharapkan bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Pemerintah NTB mendukung upaya industrialisasi-termasuk di bidang persampahan. Tahun ini, Pemerintah NTB telah meresmikan pabrik Block Solution untuk mengolah sampah plastik menjadi bata, dan pada kesempatan ini diresmikan TPST RDF/SRF Kebon Kongok yang menangani sampah organiknya.



&quot;Industrialisasi di bidang persampahan selain menyelamatkan lingkngan, juga mampu menambah nilai ekonomi lebih kepada masyarakat yang berkecimpung di dalamnya,&quot; tambah Sitti.</content:encoded></item></channel></rss>
