<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, RI Pede Anak Bangsa Bisa Produksi Baterai</title><description>Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia membawa angin segar bagi industri baterai dalam negeri.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862366/dorong-ekosistem-kendaraan-listrik-ri-pede-anak-bangsa-bisa-produksi-baterai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862366/dorong-ekosistem-kendaraan-listrik-ri-pede-anak-bangsa-bisa-produksi-baterai"/><item><title>Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, RI Pede Anak Bangsa Bisa Produksi Baterai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862366/dorong-ekosistem-kendaraan-listrik-ri-pede-anak-bangsa-bisa-produksi-baterai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862366/dorong-ekosistem-kendaraan-listrik-ri-pede-anak-bangsa-bisa-produksi-baterai</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862366/dorong-ekosistem-kendaraan-listrik-ri-pede-anak-bangsa-bisa-produksi-baterai-92z55sidyB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Anak bangsa kini dapat produksi baterai listrik sendiri. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862366/dorong-ekosistem-kendaraan-listrik-ri-pede-anak-bangsa-bisa-produksi-baterai-92z55sidyB.JPG</image><title>Anak bangsa kini dapat produksi baterai listrik sendiri. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yOC80LzE2NTYzNi81L3g4a2hqdnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA &amp;ndash; Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia membawa angin segar bagi industri baterai dalam negeri.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut saat ini anak-anak bangsa saling berlomba melakukan penelitian untuk bisa memproduksi baterai motor listrik agar dapat menjadi pemain di negeri sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Industri Otomotif Yakin Target Penjualan 1 Juta Kendaraan Tercapai hingga Akhir 2023

&amp;ldquo;Ini bukti pengembangan ekosistem kendaraan listrik telah memicu tumbuhnya industri baterai di dalam negeri. Tentu ini harus terus kita dorong dan semangati,&amp;rdquo; kata Moeldoko
usai melihat langsung produksi baterai kendaraan listrik lokal di Malang, Jawa Timur, Jumat (11/8/2023).

Menurut Moeldoko, produsen baterai kendaraan listrik lokal tak cukup hanya bisa memenuhi TKDN seratus persen.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kendaraan Listrik Jadi Penggerak Utama Dekarbonisasi di RI

Namun juga harus mampu menjawab isu-isu terkait baterai.

Seperti soal kapasitas dan daya tahan, durasi pengisian daya, harga, hingga keamanannya.



&amp;ldquo;Saat ini baterai yang eksisting jarak tempuhnya tidak jauh, chargingnya lama, mahal, dan bisa kebakaran. Nah isu-isu ini harus bisa dijawab,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Alasan Jokowi Cairkan Subsidi Kendaraan Listrik


Untuk itu, Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) ini menekankan pentingnya penelitian secara mendalam sebelum nanti memasuki fase pabrikasi.

&amp;ldquo;Tentunya ini menjadi tantangan. Tapi peluang besar yang mengubah seluruh permainan sudah ada di depan mata kita, dan game changer itu bernama baterai motor listrik,&amp;rdquo; tegasnya.



Pada kesempatan itu, Moeldoko juga menjajal langsung motor listrik yang menggunakan baterai produk lokal. Ia pun terkesan saat mendengar bahwa kandungan TKDN baterai sudah 100%.



&amp;ldquo;Keunggulan lainnya tidak ada liquid, jadi aman dari kebakaran. Jarak tempuhnya juga bisa sampai seratus kilometer lebih. Karyaa nak bangsa ini harus kita apresiasi,&amp;rdquo; ucapnya sambil memasang kembali standar motor listrik.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yOC80LzE2NTYzNi81L3g4a2hqdnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA &amp;ndash; Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia membawa angin segar bagi industri baterai dalam negeri.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut saat ini anak-anak bangsa saling berlomba melakukan penelitian untuk bisa memproduksi baterai motor listrik agar dapat menjadi pemain di negeri sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Industri Otomotif Yakin Target Penjualan 1 Juta Kendaraan Tercapai hingga Akhir 2023

&amp;ldquo;Ini bukti pengembangan ekosistem kendaraan listrik telah memicu tumbuhnya industri baterai di dalam negeri. Tentu ini harus terus kita dorong dan semangati,&amp;rdquo; kata Moeldoko
usai melihat langsung produksi baterai kendaraan listrik lokal di Malang, Jawa Timur, Jumat (11/8/2023).

Menurut Moeldoko, produsen baterai kendaraan listrik lokal tak cukup hanya bisa memenuhi TKDN seratus persen.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kendaraan Listrik Jadi Penggerak Utama Dekarbonisasi di RI

Namun juga harus mampu menjawab isu-isu terkait baterai.

Seperti soal kapasitas dan daya tahan, durasi pengisian daya, harga, hingga keamanannya.



&amp;ldquo;Saat ini baterai yang eksisting jarak tempuhnya tidak jauh, chargingnya lama, mahal, dan bisa kebakaran. Nah isu-isu ini harus bisa dijawab,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Alasan Jokowi Cairkan Subsidi Kendaraan Listrik


Untuk itu, Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) ini menekankan pentingnya penelitian secara mendalam sebelum nanti memasuki fase pabrikasi.

&amp;ldquo;Tentunya ini menjadi tantangan. Tapi peluang besar yang mengubah seluruh permainan sudah ada di depan mata kita, dan game changer itu bernama baterai motor listrik,&amp;rdquo; tegasnya.



Pada kesempatan itu, Moeldoko juga menjajal langsung motor listrik yang menggunakan baterai produk lokal. Ia pun terkesan saat mendengar bahwa kandungan TKDN baterai sudah 100%.



&amp;ldquo;Keunggulan lainnya tidak ada liquid, jadi aman dari kebakaran. Jarak tempuhnya juga bisa sampai seratus kilometer lebih. Karyaa nak bangsa ini harus kita apresiasi,&amp;rdquo; ucapnya sambil memasang kembali standar motor listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
