<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Turun Jadi Rp149,83 Triliun, Ini Biang Keroknya</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai Rp149,83 triliun di Juli 2023.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862567/penerimaan-kepabeanan-dan-cukai-turun-jadi-rp149-83-triliun-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862567/penerimaan-kepabeanan-dan-cukai-turun-jadi-rp149-83-triliun-ini-biang-keroknya"/><item><title>Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Turun Jadi Rp149,83 Triliun, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862567/penerimaan-kepabeanan-dan-cukai-turun-jadi-rp149-83-triliun-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862567/penerimaan-kepabeanan-dan-cukai-turun-jadi-rp149-83-triliun-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862567/penerimaan-kepabeanan-dan-cukai-turun-jadi-rp149-83-triliun-ini-biang-keroknya-IJHfMHaniE.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Penerimaan kepabeanan dan cukai turun. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862567/penerimaan-kepabeanan-dan-cukai-turun-jadi-rp149-83-triliun-ini-biang-keroknya-IJHfMHaniE.JPG</image><title>Penerimaan kepabeanan dan cukai turun. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1My81L3g4ajVldDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai Rp149,83 triliun di Juli 2023.

Angka ini mencakup 49,4% dari target APBN 2023, namun turun 19,07% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ekonomi RI Tumbuh 5% di 7 Kuartal Berturut-turut, Sri Mulyani: Ini Artinya Baik

&quot;Penerimaan kepabeanan dan cukai ini menurun dipengaruhi oleh turunnya bea keluar (BK) dan cukai,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).

Namun, penerimaan bea masuk (BM) masih menunjukkan kinerja positif meski cenderung melambat. BM tumbuh 3,82% didorong kenaikan tarif efektif menjadi 1,45% dan menguatnya kurs USD hingga 4,06% yoy meskipun terjadi penurunan basis impor, dimana kinerja impor terkontraksi sebesar 7,09% yoy.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

RI Ajukan Jadi Anggota OECD, Sri Mulyani: Kita Tak Mulai dari Nol Sama Sekali

&quot;Penerimaan cukai turun 8,54% disebabkan penurunan produksi cukai hasil tembakau (CHT) utamanya dari golongan 1,&quot; ucap Sri.

Penerimaan CHT hingga Juli 2023 sebesar Rp111,23 triliun, turun 8,93% yoy akibat produksi kumulatif hingga bulan Mei 2023 yang turun 3,69%. Dan selain itu, tarif rata-rata tertimbang hanya naik 2,02% dari seharusnya 10%, yang disebabkan penurunan produksi SKM dan SPM gol 1 *(tarif tinggi).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17%, Sri Mulyani Happy: Sangat Baik


&quot;BK turun 81,34% akibat harga crude palm oil (CPO) yang lebih rendah, dampak kebijakan flush out tahun 2022 dan turunnya volume ekspor mineral,&quot; tambah Sri.



Dia mencatat, BK produk sawit turun hingga 81,67% yoy dipengaruhi oleh harga CPO yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu dan kebijakan flush out tahun 2022.



&quot;BK tembaga turun 81,43% yoy dipengaruhi turunnya volume ekspor tembaga yang mencapai 26,31% yoy,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1My81L3g4ajVldDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai Rp149,83 triliun di Juli 2023.

Angka ini mencakup 49,4% dari target APBN 2023, namun turun 19,07% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ekonomi RI Tumbuh 5% di 7 Kuartal Berturut-turut, Sri Mulyani: Ini Artinya Baik

&quot;Penerimaan kepabeanan dan cukai ini menurun dipengaruhi oleh turunnya bea keluar (BK) dan cukai,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).

Namun, penerimaan bea masuk (BM) masih menunjukkan kinerja positif meski cenderung melambat. BM tumbuh 3,82% didorong kenaikan tarif efektif menjadi 1,45% dan menguatnya kurs USD hingga 4,06% yoy meskipun terjadi penurunan basis impor, dimana kinerja impor terkontraksi sebesar 7,09% yoy.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

RI Ajukan Jadi Anggota OECD, Sri Mulyani: Kita Tak Mulai dari Nol Sama Sekali

&quot;Penerimaan cukai turun 8,54% disebabkan penurunan produksi cukai hasil tembakau (CHT) utamanya dari golongan 1,&quot; ucap Sri.

Penerimaan CHT hingga Juli 2023 sebesar Rp111,23 triliun, turun 8,93% yoy akibat produksi kumulatif hingga bulan Mei 2023 yang turun 3,69%. Dan selain itu, tarif rata-rata tertimbang hanya naik 2,02% dari seharusnya 10%, yang disebabkan penurunan produksi SKM dan SPM gol 1 *(tarif tinggi).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17%, Sri Mulyani Happy: Sangat Baik


&quot;BK turun 81,34% akibat harga crude palm oil (CPO) yang lebih rendah, dampak kebijakan flush out tahun 2022 dan turunnya volume ekspor mineral,&quot; tambah Sri.



Dia mencatat, BK produk sawit turun hingga 81,67% yoy dipengaruhi oleh harga CPO yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu dan kebijakan flush out tahun 2022.



&quot;BK tembaga turun 81,43% yoy dipengaruhi turunnya volume ekspor tembaga yang mencapai 26,31% yoy,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
