<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melambat, Sri Mulyani Ngeluh Penerimaan Pajak Baru Kantongi Rp1.109 Triliun</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penerimaan pajak sebesar Rp1.109,1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862568/melambat-sri-mulyani-ngeluh-penerimaan-pajak-baru-kantongi-rp1-109-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862568/melambat-sri-mulyani-ngeluh-penerimaan-pajak-baru-kantongi-rp1-109-triliun"/><item><title>Melambat, Sri Mulyani Ngeluh Penerimaan Pajak Baru Kantongi Rp1.109 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862568/melambat-sri-mulyani-ngeluh-penerimaan-pajak-baru-kantongi-rp1-109-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862568/melambat-sri-mulyani-ngeluh-penerimaan-pajak-baru-kantongi-rp1-109-triliun</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862568/melambat-sri-mulyani-ngeluh-penerimaan-pajak-baru-kantongi-rp1-109-triliun-oeud7NWcfv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862568/melambat-sri-mulyani-ngeluh-penerimaan-pajak-baru-kantongi-rp1-109-triliun-oeud7NWcfv.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penerimaan pajak sebesar Rp1.109,1 triliun. Angka ini mencakup 64,56% dari target periode Januari hingga Juli 2023.
Dia menilai kinerja penerimaan pajak melambat dengan pertumbuhan single digit, sebesar 7,8% di periode Januari-Juli 2023. Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan periode Januari-Juli 2022 yang tumbuh double digit hingga 58,8%.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sudah Habiskan Belanja Negara Rp1.020 Triliun, Ini Rinciannya

&quot;Penerimaan ini terdiri dari PPh non migas sebesar Rp636,56 triliun atau 72,86% dari target, naik 6,98%,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Angka ini disusul oleh penerimaan PPN dan PPnBM sebesar Rp417,64 triliun, atau 56,21%, naik 10,60%. Penerimaan PPh migas sebesar Rp45,31 triliun atau 73,74% dari target, turun 7,99%. Sementara itu, penerimaan PBB dan pajak lainnya sebesar Rp9,6 triliun, atau 23,99% dari target, tumbuh 44,76%.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Kondisi Ekonomi RI, Faktanya Tetap Kuat meski The Fed Naikkan Suku Bunga

&quot;Penerimaan pajak ini tetap tumbuh positif single digit, terutama didukung oleh kinerja kegiatan ekonomi yang baik pada semester I 2023, meski PPh migas mengalami kontraksi sebagai dampak moderasi harga minyak bumi,&quot; tambah Sri.Dia menambahkan kinerja penerimaan pajak terus mengalami perlambatan yang terutama disebabkan oleh penurunan signifikan harga komoditas, penurunan nilai impor, dan tidak berulangnya kebijakan PPS.
&quot;Ke depannya, penerimaan pajak akan termoderasi mengikuti fluktuasi variabel ekonomi makro, yaitu harga komoditas, konsumsi dalam negeri, belanja pemerintah, dan variabel lainnya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penerimaan pajak sebesar Rp1.109,1 triliun. Angka ini mencakup 64,56% dari target periode Januari hingga Juli 2023.
Dia menilai kinerja penerimaan pajak melambat dengan pertumbuhan single digit, sebesar 7,8% di periode Januari-Juli 2023. Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan periode Januari-Juli 2022 yang tumbuh double digit hingga 58,8%.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sudah Habiskan Belanja Negara Rp1.020 Triliun, Ini Rinciannya

&quot;Penerimaan ini terdiri dari PPh non migas sebesar Rp636,56 triliun atau 72,86% dari target, naik 6,98%,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Angka ini disusul oleh penerimaan PPN dan PPnBM sebesar Rp417,64 triliun, atau 56,21%, naik 10,60%. Penerimaan PPh migas sebesar Rp45,31 triliun atau 73,74% dari target, turun 7,99%. Sementara itu, penerimaan PBB dan pajak lainnya sebesar Rp9,6 triliun, atau 23,99% dari target, tumbuh 44,76%.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Kondisi Ekonomi RI, Faktanya Tetap Kuat meski The Fed Naikkan Suku Bunga

&quot;Penerimaan pajak ini tetap tumbuh positif single digit, terutama didukung oleh kinerja kegiatan ekonomi yang baik pada semester I 2023, meski PPh migas mengalami kontraksi sebagai dampak moderasi harga minyak bumi,&quot; tambah Sri.Dia menambahkan kinerja penerimaan pajak terus mengalami perlambatan yang terutama disebabkan oleh penurunan signifikan harga komoditas, penurunan nilai impor, dan tidak berulangnya kebijakan PPS.
&quot;Ke depannya, penerimaan pajak akan termoderasi mengikuti fluktuasi variabel ekonomi makro, yaitu harga komoditas, konsumsi dalam negeri, belanja pemerintah, dan variabel lainnya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
