<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penarikan Utang RI Turun, Sri Mulyani: Hanya Rp194,9 Triliun Saja </title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pembiayaan anggaran tetap dalam batas aman hingga Juli 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862577/penarikan-utang-ri-turun-sri-mulyani-hanya-rp194-9-triliun-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862577/penarikan-utang-ri-turun-sri-mulyani-hanya-rp194-9-triliun-saja"/><item><title>Penarikan Utang RI Turun, Sri Mulyani: Hanya Rp194,9 Triliun Saja </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862577/penarikan-utang-ri-turun-sri-mulyani-hanya-rp194-9-triliun-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/11/320/2862577/penarikan-utang-ri-turun-sri-mulyani-hanya-rp194-9-triliun-saja</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2023 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862577/penarikan-utang-ri-turun-sri-mulyani-hanya-rp194-9-triliun-saja-2KFRTTvlYg.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani tahan penarikan utang. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/320/2862577/penarikan-utang-ri-turun-sri-mulyani-hanya-rp194-9-triliun-saja-2KFRTTvlYg.JPG</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani tahan penarikan utang. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1My81L3g4ajVldDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pembiayaan anggaran tetap dalam batas aman hingga Juli 2023.

Realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang mencapai Rp194,9 triliun per Juli 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Melambat, Sri Mulyani Ngeluh) Penerimaan Pajak Baru Kantongi Rp1.109 Triliun

&quot;Antisipasi masih terus kami lakukan akibat pasar keuangan global yang masih dipenuhi ketidakpastian,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).

Seiring kinerja positif APBN, defisit diproyeksikan lebih rendah, sehingga mengurangi kebutuhan pembiayaan utang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Sudah Habiskan Belanja Negara Rp1.020 Triliun, Ini RinciannyaBACA JUGA:

Sri Mulyani Sudah Habiskan Belanja Negara Rp1.020 Triliun, Ini Rinciannya


Jika dibandingkan dengan pembiayaan utang pada tahun lalu, maka pembiayaan utang mengalami penurunan sangat tajam hingga 17,8%.

&quot;Artinya kita baru mengeluarkan 28% dari total yang seharusnya ada di UU APBN,&quot; ucap Sri.

SBN yang seharusnya tahun ini secara netto diterbitkan Rp712,9 triliun, hingga akhir Juli 2023 hanya Rp184,1 triliun yang direalisasi, atau hanya 25,8% dari total. Angka ini juga turun tajam 17,8% dibandingkan tahun lalu.

&quot;Sehingga, kalau kita lihat dari penerimaan negara yang masih baik, dan belanja kita yang tetap terjaga, maka kita bisa menurunkan penerbitan SBN atau SUN yang hanya 25,8% saja,&quot; tambah Sri.

Lembaga pemeringkat kredit R&amp;amp;I pada 25 Juli 2023 menaikkan outlook rating Indonesia dari stable menjadi positif. Hal ini didukung kinerja ekonomi yang kredibel di tengah ketidakpastian ekonomi global.
SBN yang seharusnya tahun ini secara netto diterbitkan Rp712,9 triliun, hingga akhir Juli 2023 hanya Rp184,1 triliun yang direalisasi, atau hanya 25,8% dari total. Angka ini juga turun tajam 17,8% dibandingkan tahun lalu.



&quot;Sehingga, kalau kita lihat dari penerimaan negara yang masih baik, dan belanja kita yang tetap terjaga, maka kita bisa menurunkan penerbitan SBN atau SUN yang hanya 25,8% saja,&quot; tambah Sri.



Lembaga pemeringkat kredit R&amp;amp;I pada 25 Juli 2023 menaikkan outlook rating Indonesia dari stable menjadi positif. Hal ini didukung kinerja ekonomi yang kredibel di tengah ketidakpastian ekonomi global.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8yMi80LzE2MzE1My81L3g4ajVldDc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pembiayaan anggaran tetap dalam batas aman hingga Juli 2023.

Realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang mencapai Rp194,9 triliun per Juli 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Melambat, Sri Mulyani Ngeluh) Penerimaan Pajak Baru Kantongi Rp1.109 Triliun

&quot;Antisipasi masih terus kami lakukan akibat pasar keuangan global yang masih dipenuhi ketidakpastian,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).

Seiring kinerja positif APBN, defisit diproyeksikan lebih rendah, sehingga mengurangi kebutuhan pembiayaan utang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Sudah Habiskan Belanja Negara Rp1.020 Triliun, Ini RinciannyaBACA JUGA:

Sri Mulyani Sudah Habiskan Belanja Negara Rp1.020 Triliun, Ini Rinciannya


Jika dibandingkan dengan pembiayaan utang pada tahun lalu, maka pembiayaan utang mengalami penurunan sangat tajam hingga 17,8%.

&quot;Artinya kita baru mengeluarkan 28% dari total yang seharusnya ada di UU APBN,&quot; ucap Sri.

SBN yang seharusnya tahun ini secara netto diterbitkan Rp712,9 triliun, hingga akhir Juli 2023 hanya Rp184,1 triliun yang direalisasi, atau hanya 25,8% dari total. Angka ini juga turun tajam 17,8% dibandingkan tahun lalu.

&quot;Sehingga, kalau kita lihat dari penerimaan negara yang masih baik, dan belanja kita yang tetap terjaga, maka kita bisa menurunkan penerbitan SBN atau SUN yang hanya 25,8% saja,&quot; tambah Sri.

Lembaga pemeringkat kredit R&amp;amp;I pada 25 Juli 2023 menaikkan outlook rating Indonesia dari stable menjadi positif. Hal ini didukung kinerja ekonomi yang kredibel di tengah ketidakpastian ekonomi global.
SBN yang seharusnya tahun ini secara netto diterbitkan Rp712,9 triliun, hingga akhir Juli 2023 hanya Rp184,1 triliun yang direalisasi, atau hanya 25,8% dari total. Angka ini juga turun tajam 17,8% dibandingkan tahun lalu.



&quot;Sehingga, kalau kita lihat dari penerimaan negara yang masih baik, dan belanja kita yang tetap terjaga, maka kita bisa menurunkan penerbitan SBN atau SUN yang hanya 25,8% saja,&quot; tambah Sri.



Lembaga pemeringkat kredit R&amp;amp;I pada 25 Juli 2023 menaikkan outlook rating Indonesia dari stable menjadi positif. Hal ini didukung kinerja ekonomi yang kredibel di tengah ketidakpastian ekonomi global.</content:encoded></item></channel></rss>
