<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benarkah Toko Online Jadi Ancaman untuk Pusat Perbelanjaan?</title><description>Toko online disebut sebagai pisau bermata dua.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/12/455/2862255/benarkah-toko-online-jadi-ancaman-untuk-pusat-perbelanjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/12/455/2862255/benarkah-toko-online-jadi-ancaman-untuk-pusat-perbelanjaan"/><item><title>Benarkah Toko Online Jadi Ancaman untuk Pusat Perbelanjaan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/12/455/2862255/benarkah-toko-online-jadi-ancaman-untuk-pusat-perbelanjaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/12/455/2862255/benarkah-toko-online-jadi-ancaman-untuk-pusat-perbelanjaan</guid><pubDate>Sabtu 12 Agustus 2023 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/11/455/2862255/benarkah-toko-online-jadi-ancaman-untuk-pusat-perbelanjaan-NmZHnOc8dY.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Sekjen APPBI bahas soal persaingan toko online dan ritel. (Foto: Okezone/Kharisma)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/11/455/2862255/benarkah-toko-online-jadi-ancaman-untuk-pusat-perbelanjaan-NmZHnOc8dY.JPG</image><title>Wakil Sekjen APPBI bahas soal persaingan toko online dan ritel. (Foto: Okezone/Kharisma)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yOS80LzE2ODQ5Ni81L3g4bXV4aG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA &amp;ndash; Toko online disebut sebagai pisau bermata dua. Hal itu karena satu sisi, tersedianya transaksi jual beli online mampu mempermudah konsumen dan juga memperluas jangkauan penjual dalam mencapai target.

Namun, di sisi lain hal ini bisa menjadi sebuah ancaman bagi mereka yang hanya mengandalkan penjualan secara langsung di toko atau retail.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Instagram Uji Fitur Baru yang Sangat Berguna untuk Online Shop

Meski begitu Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kantoro Permadi mengatakan bahwa toko online tidak bisa dinilai sebagai suatu ancaman.
Justru adanya jual beli online ini mampu melengkapi kebutuhan dan peningkatan penjualan.

&amp;ldquo;Online itu menurut kami (APPBI) bukan suatu ancaman, tapi justru sebetulnya saling melengkapi,&amp;rdquo; kata Kantoro kepada Okezone, Kamis (10/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ditipu Online Shop Beli Kipas Dikirim Sabun Colek, Pembeli Auto Ngamuk

Selain itu, APPBI terus mengajak pengusaha ritel dan pusat perbelanjaan untuk aktif bergerak agar konsumen kembali tertarik berbelanja secara langsung di toko-toko atau mal.

Dijelaskan juga bahwa penting bagi pusat perbelanjaan menciptakan suasana baru, menghadirkan experience atau pengalaman menarik bagi para pembeli.

Jika online hanya mampu menyediakan transaksi, maka mal-mal atau toko menghadirkan suasana yang berkesan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

8 Makanan Korea yang Patut Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup


&amp;ldquo;Asosiasi sendiri mengimbau kepada para anggotanya supaya makin aktif, makin kreatif bikin kriya-kriya an, bikin sesuatu yang seru,&amp;rdquo; ucapnya.



Mal merupakan sebuah komunitas yang harus terus berkembang.



Jika mal hanya menjadi tempat transaksi, maka akan cepat tergantikan oleh kebiasaan online shopping dengan fungsi serupa.



&amp;ldquo;Misalnya mal itu hanya difungsikan sebagai transaksi jual beli saja, ya tentunya dia gampang digantikan dengan online,&amp;rdquo; jelasnya.



&amp;ldquo;Bukan melengkapi loh, dia bukan sebagai pelengkap. Tapi langsung, betul-betul fungsinya bisa tergantikan. Tapi jika mal bisa menampilkan experience, tentunya dia (konsumen) akan lebih suka datang kesini langsung,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yOS80LzE2ODQ5Ni81L3g4bXV4aG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA &amp;ndash; Toko online disebut sebagai pisau bermata dua. Hal itu karena satu sisi, tersedianya transaksi jual beli online mampu mempermudah konsumen dan juga memperluas jangkauan penjual dalam mencapai target.

Namun, di sisi lain hal ini bisa menjadi sebuah ancaman bagi mereka yang hanya mengandalkan penjualan secara langsung di toko atau retail.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Instagram Uji Fitur Baru yang Sangat Berguna untuk Online Shop

Meski begitu Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kantoro Permadi mengatakan bahwa toko online tidak bisa dinilai sebagai suatu ancaman.
Justru adanya jual beli online ini mampu melengkapi kebutuhan dan peningkatan penjualan.

&amp;ldquo;Online itu menurut kami (APPBI) bukan suatu ancaman, tapi justru sebetulnya saling melengkapi,&amp;rdquo; kata Kantoro kepada Okezone, Kamis (10/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ditipu Online Shop Beli Kipas Dikirim Sabun Colek, Pembeli Auto Ngamuk

Selain itu, APPBI terus mengajak pengusaha ritel dan pusat perbelanjaan untuk aktif bergerak agar konsumen kembali tertarik berbelanja secara langsung di toko-toko atau mal.

Dijelaskan juga bahwa penting bagi pusat perbelanjaan menciptakan suasana baru, menghadirkan experience atau pengalaman menarik bagi para pembeli.

Jika online hanya mampu menyediakan transaksi, maka mal-mal atau toko menghadirkan suasana yang berkesan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

8 Makanan Korea yang Patut Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup


&amp;ldquo;Asosiasi sendiri mengimbau kepada para anggotanya supaya makin aktif, makin kreatif bikin kriya-kriya an, bikin sesuatu yang seru,&amp;rdquo; ucapnya.



Mal merupakan sebuah komunitas yang harus terus berkembang.



Jika mal hanya menjadi tempat transaksi, maka akan cepat tergantikan oleh kebiasaan online shopping dengan fungsi serupa.



&amp;ldquo;Misalnya mal itu hanya difungsikan sebagai transaksi jual beli saja, ya tentunya dia gampang digantikan dengan online,&amp;rdquo; jelasnya.



&amp;ldquo;Bukan melengkapi loh, dia bukan sebagai pelengkap. Tapi langsung, betul-betul fungsinya bisa tergantikan. Tapi jika mal bisa menampilkan experience, tentunya dia (konsumen) akan lebih suka datang kesini langsung,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
