<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan RI Perlu Punya Bank Syariah Besar</title><description>Indonesia dinilai perlu memiliki bank syariah besar. Peneliti Ekonomi Syariah Institute for Development of Economics and Finance.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/13/320/2863479/ini-alasan-ri-perlu-punya-bank-syariah-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/13/320/2863479/ini-alasan-ri-perlu-punya-bank-syariah-besar"/><item><title>Ini Alasan RI Perlu Punya Bank Syariah Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/13/320/2863479/ini-alasan-ri-perlu-punya-bank-syariah-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/13/320/2863479/ini-alasan-ri-perlu-punya-bank-syariah-besar</guid><pubDate>Minggu 13 Agustus 2023 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Sri Kurnia Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/13/320/2863479/ini-alasan-ri-perlu-punya-bank-syariah-besar-tmWV6GxriQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Dinilai Perlu Punya Bank Syariah Besar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/13/320/2863479/ini-alasan-ri-perlu-punya-bank-syariah-besar-tmWV6GxriQ.jpg</image><title>RI Dinilai Perlu Punya Bank Syariah Besar (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Indonesia dinilai perlu memiliki bank syariah besar. Peneliti Ekonomi Syariah Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fauziah Rizki Yuniarti menyebutkan kasus peretasan data perbankan yang terjadi pada paruh pertama tahun ini menjadi pengingat berharga akan perlunya bank syariah lebih dari satu.
Bank syariah lain bermodal besar tersebut diharapkan dapat berkompetisi untuk memberikan layanan jasa dan produk perbankan syariah yang terbaik bagi nasabah.

BACA JUGA:
Indonesia Perlu Perbanyak Bank Syariah Besar

Fauziah menambahkan dari kejadian yang menimpa bank pada awal 2023 menjadi pelajaran berharga bahwa industri perbankan syariah di Indonesia butuh pemain besar yang modalnya besar.
&amp;ldquo;Dari sisi supply, hal tersebut akan menciptakan persaingan sehat karena para pemain berusaha berkompetisi memberi yang terbaik untuk nasabah dari berbagai sisi, produk, dan jasa,&amp;rdquo; tutur Fauziah ketika dihubungi wartawan, Minggu (13/8/2023).

BACA JUGA:
Kode Bank BCA dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer

Fauziah menambahkan, adanya bank syariah besar yang setara BSI juga akan berdampak dari sisi demand. Pasalnya, nasabah pun akan memiliki beragam pilihan sehingga bisa melakukan perbandingan dari berbagai sisi, mulai dari fasilitas, harga, aksesibilitas, dan sebagainya.&amp;ldquo;Bank syariah besar tersebut harus bisa bersaing dan mendampingi BSI yang saat ini menjadi satu-satunya Bank Syariah di Top 10 bank terbesar nasional,&amp;rdquo; kata Fauziah.
Fauziah merekomendasikan 3 cara untuk industri perbankan syariah bisa memiliki bank bermodal kuat seperti BSI. Pertama, UUS melakukan spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Kemudian, BUS tersebut melakukan strategi penguatan modal sehingga bisa menjadi BUS Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3.
Kedua, beberapa UUS konsolidasi dan menjadi 1 BUS dengan KBMI 3 atau KBMI 4.
Ketiga, beberapa BUS dengan KBMI 1 dan/atau KBMI 2 konsolidasi menjadi 1 BUS dengan KBMI 3 atau bahkan KBMI 4 yang bisa bersaing dengan BSI.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Raw mengatakan OJK menginginkan ada bank-bank syariah besar sekelas BSI. Menurutnya, OJK tidak ingin hanya BSI yang menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia karena hal itu tidak sehat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Indonesia dinilai perlu memiliki bank syariah besar. Peneliti Ekonomi Syariah Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fauziah Rizki Yuniarti menyebutkan kasus peretasan data perbankan yang terjadi pada paruh pertama tahun ini menjadi pengingat berharga akan perlunya bank syariah lebih dari satu.
Bank syariah lain bermodal besar tersebut diharapkan dapat berkompetisi untuk memberikan layanan jasa dan produk perbankan syariah yang terbaik bagi nasabah.

BACA JUGA:
Indonesia Perlu Perbanyak Bank Syariah Besar

Fauziah menambahkan dari kejadian yang menimpa bank pada awal 2023 menjadi pelajaran berharga bahwa industri perbankan syariah di Indonesia butuh pemain besar yang modalnya besar.
&amp;ldquo;Dari sisi supply, hal tersebut akan menciptakan persaingan sehat karena para pemain berusaha berkompetisi memberi yang terbaik untuk nasabah dari berbagai sisi, produk, dan jasa,&amp;rdquo; tutur Fauziah ketika dihubungi wartawan, Minggu (13/8/2023).

BACA JUGA:
Kode Bank BCA dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer

Fauziah menambahkan, adanya bank syariah besar yang setara BSI juga akan berdampak dari sisi demand. Pasalnya, nasabah pun akan memiliki beragam pilihan sehingga bisa melakukan perbandingan dari berbagai sisi, mulai dari fasilitas, harga, aksesibilitas, dan sebagainya.&amp;ldquo;Bank syariah besar tersebut harus bisa bersaing dan mendampingi BSI yang saat ini menjadi satu-satunya Bank Syariah di Top 10 bank terbesar nasional,&amp;rdquo; kata Fauziah.
Fauziah merekomendasikan 3 cara untuk industri perbankan syariah bisa memiliki bank bermodal kuat seperti BSI. Pertama, UUS melakukan spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Kemudian, BUS tersebut melakukan strategi penguatan modal sehingga bisa menjadi BUS Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3.
Kedua, beberapa UUS konsolidasi dan menjadi 1 BUS dengan KBMI 3 atau KBMI 4.
Ketiga, beberapa BUS dengan KBMI 1 dan/atau KBMI 2 konsolidasi menjadi 1 BUS dengan KBMI 3 atau bahkan KBMI 4 yang bisa bersaing dengan BSI.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Raw mengatakan OJK menginginkan ada bank-bank syariah besar sekelas BSI. Menurutnya, OJK tidak ingin hanya BSI yang menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia karena hal itu tidak sehat.</content:encoded></item></channel></rss>
