<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PHK 6.000 Orang, Aplikasi X Bakal Rekrut Ulang</title><description>Setelah memangkas jumlah karyawannya, X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter mengatakan bahwa mereka siap untuk mulai mempekerjakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/13/320/2863527/phk-6-000-orang-aplikasi-x-bakal-rekrut-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/13/320/2863527/phk-6-000-orang-aplikasi-x-bakal-rekrut-ulang"/><item><title>PHK 6.000 Orang, Aplikasi X Bakal Rekrut Ulang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/13/320/2863527/phk-6-000-orang-aplikasi-x-bakal-rekrut-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/13/320/2863527/phk-6-000-orang-aplikasi-x-bakal-rekrut-ulang</guid><pubDate>Minggu 13 Agustus 2023 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/13/320/2863527/phk-6-000-orang-aplikasi-x-bakal-rekrut-ulang-Re0WszCLDo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Elon Musk Pemilik Aplikasi X (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/13/320/2863527/phk-6-000-orang-aplikasi-x-bakal-rekrut-ulang-Re0WszCLDo.jpg</image><title>Elon Musk Pemilik Aplikasi X (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Setelah memangkas jumlah karyawannya, X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter mengatakan bahwa mereka siap untuk mulai mempekerjakan karyawan lagi.
Melansir Fortune, Minggu (13/8/2023), CEO Linda Yaccarino berbicara mengatakan bahwa periode kontraksi telah berakhir dan perusahaan ingin berkembang seiring dengan evolusinya menuju identitas X.

BACA JUGA:
Pertarungan Raja Teknologi Elon Musk vs Mark Zuckerberg Digelar di Italia

&quot;Saya bisa masuk dan beralih dari disiplin biaya ke pertumbuhan. Dan apa artinya pertumbuhan? Pertumbuhan berarti perekrutan,&quot; ujarnya.
Mungkin saja, tapi pada Jumat pagi, perusahaan ini tidak memiliki lowongan kerja yang terdaftar di situs karier ataupun LinkedIn milik mereka. Adapun semua pekerjaan yang terdaftar untuk X mengarah ke divisi moonshot yang dimiliki Google.

BACA JUGA:
Pertarungan Antara Elon Musk dan Mark Zuckerberg Mungkin Akan Digelar di Italia

Diketahui, untuk bekerja di perusahaan ini membutuhkan keyakinan yang besar bagi para pekerja teknologi. Di luar pembersihan perusahaan yang dilakukannya segera setelah diambil alih, Elon Musk diduga telah gagal memenuhi beberapa janji yang dia buat kepada para mantan karyawannya. Termasuk janji untuk membayar setidaknya setengah dari bonus mereka tahun lalu.Karena hal tersebut, Elon Musk sedang menghadapi kemungkinan gugatan class action.
Gugatan lain mengklaim bahwa perusahaan mengirim sekitar 2.000 pekerja yang dipecat ke arbitrase untuk menyelesaikan klaim, dan setelah itu Elon Musk tidak muncul. Sementara itu, para mantan eksekutif puncak menggugat perusahaan karena tidak membayar biaya hukum yang harus mereka bayarkan sehubungan dengan peran mereka sebagai mantan pejabat perusahaan.
Kemudian para pekerja yang masih bertahan mendapatkan email tengah malam yang menuntut mereka untuk mengadopsi budaya kerja yang sangat keras dan diharapkan mampu bekerja berjam-jam dengan intensitas tinggi. Mereka yang tidak berkomitmen untuk itu, katanya, akan diberhentikan.
Lebih banyak pekerja yang menolak untuk bergabung daripada yang Elon Musk perkirakan. Lalu beberapa karyawan yang setuju dan telah bekerja selama berjam-jam di perusahaan tetap diberhentikan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi pada bulan Februari lalu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Setelah memangkas jumlah karyawannya, X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter mengatakan bahwa mereka siap untuk mulai mempekerjakan karyawan lagi.
Melansir Fortune, Minggu (13/8/2023), CEO Linda Yaccarino berbicara mengatakan bahwa periode kontraksi telah berakhir dan perusahaan ingin berkembang seiring dengan evolusinya menuju identitas X.

BACA JUGA:
Pertarungan Raja Teknologi Elon Musk vs Mark Zuckerberg Digelar di Italia

&quot;Saya bisa masuk dan beralih dari disiplin biaya ke pertumbuhan. Dan apa artinya pertumbuhan? Pertumbuhan berarti perekrutan,&quot; ujarnya.
Mungkin saja, tapi pada Jumat pagi, perusahaan ini tidak memiliki lowongan kerja yang terdaftar di situs karier ataupun LinkedIn milik mereka. Adapun semua pekerjaan yang terdaftar untuk X mengarah ke divisi moonshot yang dimiliki Google.

BACA JUGA:
Pertarungan Antara Elon Musk dan Mark Zuckerberg Mungkin Akan Digelar di Italia

Diketahui, untuk bekerja di perusahaan ini membutuhkan keyakinan yang besar bagi para pekerja teknologi. Di luar pembersihan perusahaan yang dilakukannya segera setelah diambil alih, Elon Musk diduga telah gagal memenuhi beberapa janji yang dia buat kepada para mantan karyawannya. Termasuk janji untuk membayar setidaknya setengah dari bonus mereka tahun lalu.Karena hal tersebut, Elon Musk sedang menghadapi kemungkinan gugatan class action.
Gugatan lain mengklaim bahwa perusahaan mengirim sekitar 2.000 pekerja yang dipecat ke arbitrase untuk menyelesaikan klaim, dan setelah itu Elon Musk tidak muncul. Sementara itu, para mantan eksekutif puncak menggugat perusahaan karena tidak membayar biaya hukum yang harus mereka bayarkan sehubungan dengan peran mereka sebagai mantan pejabat perusahaan.
Kemudian para pekerja yang masih bertahan mendapatkan email tengah malam yang menuntut mereka untuk mengadopsi budaya kerja yang sangat keras dan diharapkan mampu bekerja berjam-jam dengan intensitas tinggi. Mereka yang tidak berkomitmen untuk itu, katanya, akan diberhentikan.
Lebih banyak pekerja yang menolak untuk bergabung daripada yang Elon Musk perkirakan. Lalu beberapa karyawan yang setuju dan telah bekerja selama berjam-jam di perusahaan tetap diberhentikan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi pada bulan Februari lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
