<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendaraan Listrik Solusi Tepat Atasi Kualitas Udara Buruk tapi Kendalanya Banyak</title><description>Budi Karya Sumadi mengatakan salah satu upaya meningkatan kualitas udara di Jakarta dengan menerapkan penggunaan kendaraan listrik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/14/320/2864014/kendaraan-listrik-solusi-tepat-atasi-kualitas-udara-buruk-tapi-kendalanya-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/14/320/2864014/kendaraan-listrik-solusi-tepat-atasi-kualitas-udara-buruk-tapi-kendalanya-banyak"/><item><title>Kendaraan Listrik Solusi Tepat Atasi Kualitas Udara Buruk tapi Kendalanya Banyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/14/320/2864014/kendaraan-listrik-solusi-tepat-atasi-kualitas-udara-buruk-tapi-kendalanya-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/14/320/2864014/kendaraan-listrik-solusi-tepat-atasi-kualitas-udara-buruk-tapi-kendalanya-banyak</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2023 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/14/320/2864014/kendaraan-listrik-solusi-tepat-atasi-kualitas-udara-buruk-tapi-kendalanya-banyak-nLCcMEqlbU.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Kendaraan Listrik Jadi Solusi Tingkatkan Kualitas Udara di Jabodetabek. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/14/320/2864014/kendaraan-listrik-solusi-tepat-atasi-kualitas-udara-buruk-tapi-kendalanya-banyak-nLCcMEqlbU.jfif</image><title>Kendaraan Listrik Jadi Solusi Tingkatkan Kualitas Udara di Jabodetabek. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy8xLzE2OTE2OC81L3g4bjZmd3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan salah satu upaya meningkatan kualitas udara di Jakarta dengan menerapkan penggunaan kendaraan listrik. Penggunaan kendaraan listrik harus diperluas ke sektor swasta maupun masyarakat.
Namun demikian, Menhub mengungkapkan salah satu tantangan penerapan kendaraan listrik datang dari komponen baterai.

BACA JUGA:
PNS DKI Jakarta hingga Kementerian Bakal WFH demi Kurangi Polusi Udara&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, saat ini jenis baterai yang digunakan para produsen kendaraan listrik belum seragam.
&quot;Satu masalah penerapan EV, standarisasi baterai, setiap produsen itu pakai baterai sendiri-sendiri, seolah dalam konteks ev itu baterai ini bukan menajdi capeks, tapi opeks,&quot; ujar Menhub Budi dalam keterangan pers Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jabodetabek, Senin (14/8/2023).
&quot;Penggunaan EV perlu intensif, bukan hanya pemerintah tapi iuya swasta yang berdomisili di Jabodetabek, mulai menggunakan EV, dari motor, mobil, bersamaan dengan yang lain,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Wapres: Pemerintah Serius Atasi Polusi Udara di Jabodetabek

Oleh sebab itu, menurutnya perlu ada penyeragaman terlebih dahulu dari sisi penggunaan baterai antar produsen. Salah satu yang paling efektif disebut Menhub Budi dengan cara menggunakan baterai swap. Sehingga para pengguna EV bisa dengan mudah untuk mengisi baterai ketika dalam perjalanan.
&quot;Jadi orang membeli motor, tanpa baterai, itu langsung terkurang 30%, itu bisa dilakukan swap, sehingga dana yang dibutuhkan saat awal tidak banyak, itu dibutuhkan standarisasi untuk bisa dilaksanakan,&quot; lanjut Menhub.Selain itu, Menhub mengatakan salah satu kendala untuk mengimplementasikan kendaraan EV juga dari sisi harga. Mengingat harga kendaraan listrik saat ini dinilai cukup kurang kompetitif jika dibandingkan dengan kendaraan bertenaga fosil.
&quot;Terakhir berkaitan dengan kita melakukan mitigasi, saya tau ini penting, tapi masih ada disparitas harga, oleh karenanya kita berikan kemudahan menjadi kita memberikan cara yang komprehensif,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy8xLzE2OTE2OC81L3g4bjZmd3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan salah satu upaya meningkatan kualitas udara di Jakarta dengan menerapkan penggunaan kendaraan listrik. Penggunaan kendaraan listrik harus diperluas ke sektor swasta maupun masyarakat.
Namun demikian, Menhub mengungkapkan salah satu tantangan penerapan kendaraan listrik datang dari komponen baterai.

BACA JUGA:
PNS DKI Jakarta hingga Kementerian Bakal WFH demi Kurangi Polusi Udara&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, saat ini jenis baterai yang digunakan para produsen kendaraan listrik belum seragam.
&quot;Satu masalah penerapan EV, standarisasi baterai, setiap produsen itu pakai baterai sendiri-sendiri, seolah dalam konteks ev itu baterai ini bukan menajdi capeks, tapi opeks,&quot; ujar Menhub Budi dalam keterangan pers Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jabodetabek, Senin (14/8/2023).
&quot;Penggunaan EV perlu intensif, bukan hanya pemerintah tapi iuya swasta yang berdomisili di Jabodetabek, mulai menggunakan EV, dari motor, mobil, bersamaan dengan yang lain,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Wapres: Pemerintah Serius Atasi Polusi Udara di Jabodetabek

Oleh sebab itu, menurutnya perlu ada penyeragaman terlebih dahulu dari sisi penggunaan baterai antar produsen. Salah satu yang paling efektif disebut Menhub Budi dengan cara menggunakan baterai swap. Sehingga para pengguna EV bisa dengan mudah untuk mengisi baterai ketika dalam perjalanan.
&quot;Jadi orang membeli motor, tanpa baterai, itu langsung terkurang 30%, itu bisa dilakukan swap, sehingga dana yang dibutuhkan saat awal tidak banyak, itu dibutuhkan standarisasi untuk bisa dilaksanakan,&quot; lanjut Menhub.Selain itu, Menhub mengatakan salah satu kendala untuk mengimplementasikan kendaraan EV juga dari sisi harga. Mengingat harga kendaraan listrik saat ini dinilai cukup kurang kompetitif jika dibandingkan dengan kendaraan bertenaga fosil.
&quot;Terakhir berkaitan dengan kita melakukan mitigasi, saya tau ini penting, tapi masih ada disparitas harga, oleh karenanya kita berikan kemudahan menjadi kita memberikan cara yang komprehensif,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
