<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Negara Pemasok Barang Impor Terbesar ke Indonesia, China Paling Banyak</title><description>BPS mencatat ada tiga negara pemasok barang impor non migas terbesar ke Indonesia selama periode Januari-Juli 2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864685/3-negara-pemasok-barang-impor-terbesar-ke-indonesia-china-paling-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864685/3-negara-pemasok-barang-impor-terbesar-ke-indonesia-china-paling-banyak"/><item><title>3 Negara Pemasok Barang Impor Terbesar ke Indonesia, China Paling Banyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864685/3-negara-pemasok-barang-impor-terbesar-ke-indonesia-china-paling-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864685/3-negara-pemasok-barang-impor-terbesar-ke-indonesia-china-paling-banyak</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2023 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/15/320/2864685/3-negara-pemasok-barang-impor-terbesar-ke-indonesia-china-paling-banyak-WQXUs1pAj7.jfif" expression="full" type="image/jpeg">3 Negara Impor yang Paling Banyak Kirim Barang ke Indonesia. (Foto: Okezone.com/Pelindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/15/320/2864685/3-negara-pemasok-barang-impor-terbesar-ke-indonesia-china-paling-banyak-WQXUs1pAj7.jfif</image><title>3 Negara Impor yang Paling Banyak Kirim Barang ke Indonesia. (Foto: Okezone.com/Pelindo)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada tiga negara pemasok barang impor non migas terbesar ke Indonesia selama periode Januari-Juli 2023. Ketiga negara tersebut China, Jepang, dan Thailand.
&quot;Adapun dari China sebesar USD35,53 miliar (32,74%), Jepang sebesar USD9,65 miliar (USD8,89%), dan Thailand sebesar USD6,16 miliar (5,68%),&quot; ujar Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rilis BPS di Jakarta, Selasa (15/8/2023).

BACA JUGA:
Impor RI Naik Jadi USD19,57 Miliar di Juli 2023, Ini Penyebabnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, impor non migas dari ASEAN sebesar USD17,89 miliar atau setara 16,49% dan Uni Eropa USD8,44 miliar atau setara 7,77% dari total impor non migas.
Untuk periode Juli 2023 secara bulanan, tiga negara dengan pangsa impor non migas terbesar adalah China sebesar 33,76%, Jepang sebesar 8,64%, dan Korea Selatan (Korsel) sebesar 5,53% terhadap total impor non migas.

BACA JUGA:
Menkop Teten Usul Produk Impor Dikirim Lewat Papua

&quot;Impor non migas dari China sebesar USD5,55 miliar, naik 13,34% dibandingkan Juni 2023. Komoditas utamanya antara lain mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85), kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89), serta mesin, peralatan mekanik, dan bagiannya (HS 84),&quot; jelas Amalia.Kemudian, impor non migas dari Jepang sebesar USD1,42 miliar di Juli 2023. Angka ini naik 1,49% dibandingkan Juni 2023. Komoditas utamanya antara lain barang dari besi dan baja (HS 73), tembaga dan barang daripadanya (HS 74), dan karet dan barang dari karet (HS 40).
&quot;Sementara itu, impor non migas dari Korsel sebesar USD0,91 miliar, angka ini naik 21,11% dibandingkan Juni 2023. Komoditas utama impor dari Korsel adalah mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85), mesin, peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84), serta besi dan baja (HS 72),&quot; tandas Amalia.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada tiga negara pemasok barang impor non migas terbesar ke Indonesia selama periode Januari-Juli 2023. Ketiga negara tersebut China, Jepang, dan Thailand.
&quot;Adapun dari China sebesar USD35,53 miliar (32,74%), Jepang sebesar USD9,65 miliar (USD8,89%), dan Thailand sebesar USD6,16 miliar (5,68%),&quot; ujar Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rilis BPS di Jakarta, Selasa (15/8/2023).

BACA JUGA:
Impor RI Naik Jadi USD19,57 Miliar di Juli 2023, Ini Penyebabnya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sementara itu, impor non migas dari ASEAN sebesar USD17,89 miliar atau setara 16,49% dan Uni Eropa USD8,44 miliar atau setara 7,77% dari total impor non migas.
Untuk periode Juli 2023 secara bulanan, tiga negara dengan pangsa impor non migas terbesar adalah China sebesar 33,76%, Jepang sebesar 8,64%, dan Korea Selatan (Korsel) sebesar 5,53% terhadap total impor non migas.

BACA JUGA:
Menkop Teten Usul Produk Impor Dikirim Lewat Papua

&quot;Impor non migas dari China sebesar USD5,55 miliar, naik 13,34% dibandingkan Juni 2023. Komoditas utamanya antara lain mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85), kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89), serta mesin, peralatan mekanik, dan bagiannya (HS 84),&quot; jelas Amalia.Kemudian, impor non migas dari Jepang sebesar USD1,42 miliar di Juli 2023. Angka ini naik 1,49% dibandingkan Juni 2023. Komoditas utamanya antara lain barang dari besi dan baja (HS 73), tembaga dan barang daripadanya (HS 74), dan karet dan barang dari karet (HS 40).
&quot;Sementara itu, impor non migas dari Korsel sebesar USD0,91 miliar, angka ini naik 21,11% dibandingkan Juni 2023. Komoditas utama impor dari Korsel adalah mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85), mesin, peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84), serta besi dan baja (HS 72),&quot; tandas Amalia.</content:encoded></item></channel></rss>
