<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sistem 4 In 1 Bakal Diterapkan demi Tekan Polusi Udara, Mobil di Jakarta Berkurang?</title><description>Sistem 4 in 1 bakal dipilih pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864714/sistem-4-in-1-bakal-diterapkan-demi-tekan-polusi-udara-mobil-di-jakarta-berkurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864714/sistem-4-in-1-bakal-diterapkan-demi-tekan-polusi-udara-mobil-di-jakarta-berkurang"/><item><title>Sistem 4 In 1 Bakal Diterapkan demi Tekan Polusi Udara, Mobil di Jakarta Berkurang?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864714/sistem-4-in-1-bakal-diterapkan-demi-tekan-polusi-udara-mobil-di-jakarta-berkurang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864714/sistem-4-in-1-bakal-diterapkan-demi-tekan-polusi-udara-mobil-di-jakarta-berkurang</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2023 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/15/320/2864714/sistem-4-in-1-bakal-diterapkan-demi-tekan-polusi-udara-mobil-di-jakarta-berkurang-QqTIWdnV5y.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Jakarta Bakal Terapkan Sistem 4 in 1. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/15/320/2864714/sistem-4-in-1-bakal-diterapkan-demi-tekan-polusi-udara-mobil-di-jakarta-berkurang-QqTIWdnV5y.jfif</image><title>Jakarta Bakal Terapkan Sistem 4 in 1. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Sistem 4 in 1 bakal dipilih pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek. Jadi mobil yang akan melintas Jakarta utamanya harus berisi empat orang.
Menyikapi rencana penerapan 4 in 1, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai tidak efektif cara tersebut digunakan untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di Ibu Kota Jakarta.

BACA JUGA:
3 Fakta Jokowi Bilang Kualitas Udara Jabodetabek Buruk, Ungkap Beberapa Faktornya

&amp;ldquo;Saya kira 3 in 1, 4 in 1, maupun Ganjil-Genap itu sudah gak efektif lagi,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Selasa (15/8/2023).
Dengan dibuatnya sistem-sistem tersebut tidak membantu dalam menyelesaikan permasalahan udara dan lingkungan yang terjadi. Dibuktikan dengan masih adanya kemacetan yang menunjukan tingkat pengguna mobil dan motor sendiri yang masih cenderung tinggi juga.

BACA JUGA:
ASN WFH untuk Atasi Polusi Udara, Menpan-RB: Jangan Istirahat di Rumah!

&amp;ldquo;Kalau mau ekstremnya ya ERP aja digelorakan lagi, gitu loh itu akan lebih mengena. Terserah DPR nya setuju atau tidak, tetapi itu yang saat ini dibutuhkan,&quot; ujarnya.
&amp;ldquo;Kebijakan yang dimunculkan sepertinya berjalan sendiri-sendiri dan nantinya juga tidak berlangsung lama. Tidak berani mengungkap kebijakan ERP (electronic road pricing) di Kota Jakarta dapat menjadi kebijakan penting dan utama&amp;rdquo;. Jelasnya dalam keterangan tertulis.Sebagai informasi, Electronic Road Pricing (ERP) merupakan penerapan jalan berbayar berbasis sistem elektronik. ERP sendiri memiliki tujuan bertujuan untuk mengurangi permintaan penggunaan jalan sampai kepada suatu titik dimana permintaan penggunaan jalan tidak lagi melampaui kapasitas jalan.</description><content:encoded>JAKARTA - Sistem 4 in 1 bakal dipilih pemerintah untuk meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek. Jadi mobil yang akan melintas Jakarta utamanya harus berisi empat orang.
Menyikapi rencana penerapan 4 in 1, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai tidak efektif cara tersebut digunakan untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di Ibu Kota Jakarta.

BACA JUGA:
3 Fakta Jokowi Bilang Kualitas Udara Jabodetabek Buruk, Ungkap Beberapa Faktornya

&amp;ldquo;Saya kira 3 in 1, 4 in 1, maupun Ganjil-Genap itu sudah gak efektif lagi,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Selasa (15/8/2023).
Dengan dibuatnya sistem-sistem tersebut tidak membantu dalam menyelesaikan permasalahan udara dan lingkungan yang terjadi. Dibuktikan dengan masih adanya kemacetan yang menunjukan tingkat pengguna mobil dan motor sendiri yang masih cenderung tinggi juga.

BACA JUGA:
ASN WFH untuk Atasi Polusi Udara, Menpan-RB: Jangan Istirahat di Rumah!

&amp;ldquo;Kalau mau ekstremnya ya ERP aja digelorakan lagi, gitu loh itu akan lebih mengena. Terserah DPR nya setuju atau tidak, tetapi itu yang saat ini dibutuhkan,&quot; ujarnya.
&amp;ldquo;Kebijakan yang dimunculkan sepertinya berjalan sendiri-sendiri dan nantinya juga tidak berlangsung lama. Tidak berani mengungkap kebijakan ERP (electronic road pricing) di Kota Jakarta dapat menjadi kebijakan penting dan utama&amp;rdquo;. Jelasnya dalam keterangan tertulis.Sebagai informasi, Electronic Road Pricing (ERP) merupakan penerapan jalan berbayar berbasis sistem elektronik. ERP sendiri memiliki tujuan bertujuan untuk mengurangi permintaan penggunaan jalan sampai kepada suatu titik dimana permintaan penggunaan jalan tidak lagi melampaui kapasitas jalan.</content:encoded></item></channel></rss>
