<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Global Kian Panas, Erick Thohir: Indonesia Dingin   </title><description>Erick Thohir mengatakan, kondisi global kian memanas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864894/ekonomi-global-kian-panas-erick-thohir-indonesia-dingin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864894/ekonomi-global-kian-panas-erick-thohir-indonesia-dingin"/><item><title>Ekonomi Global Kian Panas, Erick Thohir: Indonesia Dingin   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864894/ekonomi-global-kian-panas-erick-thohir-indonesia-dingin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/15/320/2864894/ekonomi-global-kian-panas-erick-thohir-indonesia-dingin</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2023 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/15/320/2864894/ekonomi-global-kian-panas-erick-thohir-indonesia-dingin-I5OSZ3sVLw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Global Kian Panas, Erick Thohir: Indonesia Dingin (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/15/320/2864894/ekonomi-global-kian-panas-erick-thohir-indonesia-dingin-I5OSZ3sVLw.jpg</image><title>Ekonomi Global Kian Panas, Erick Thohir: Indonesia Dingin (Foto: PSSI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kondisi global kian memanas.

Kondisi ini disebabkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, El Nino, hingga gangguan rantai pasok dampak perang Rusia-Ukraina.

BACA JUGA:Erick Thohir Pede Indonesia Bisa Setara China, Center Pertumbuhan Ekonomi Dunia&amp;nbsp;


Saat ini Amerika Serikat (AS), China, hingga Eropa mengalami perlambatan ekonomi. Tentu berdampak buruk bagi negara lain yang memiliki ketergantungan ekonomi dengan negara-negara adidaya.

&quot;Ini ada El Nino, kita juga menghadapi supply chain karena ada perang Rusia-Ukraina, perlambatan ekonomi China, yang salah satu countertrade perdagangan kita terbesar, Amerika Serikat, Eropa slowing down dari ekonominya, memang situasinya panas,&quot; ujar Erick saat seminar nasional di Jakarta, Selasa (15/8/2023).

Meski China menjadi mitra strategis bagi Indonesia, perlambatan ekonomi di kawasan tersebut tidak berdampak buruk bagi ekonomi Indonesia.

BACA JUGA:Pengaruh Ekonomi China Lebih Berdampak pada RI Dibanding Kenaikan Suku Bunga The Fed&amp;nbsp;


Erick mencontohkan, selama tujuh kuartal terakhir ekonomi Indonesia tetap stabil di atas 5%. Pada kuartal II-2023, ekonomi Indonesia tumbuh 5,17%.

&quot;Tapi alhamdulillah, kalau kita lihat data-data Indonesia, ini kita tujuh kuartal terakhir ini tumbuh 5,17% dan sampai 2045 itu akan terus tumbuh 5% setiap tahunnya, sehingga kita bisa menjadi salah satu negara ekonomi terbesar di dunia. Jadi ada jawabannya benar juga, dingin, karena situasi kita sebenarnya dingin,&quot; katanya.

Pemerintah memang menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global pada 2045. Di periode itu, Indonesia masuk sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Erick Thohir Ajak Swasta Buat Blue Print Ekonomi RI


Pada tahun tersebut Indonesia mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang. Pasalnya, Indonesia akan memegang peran penting dalam ekosistem rantai pasok dunia.



&quot;Kita akan menjadi salah satu center pertumbuhan ekonomi dunia, karena kita ingin menjadi bagian supply chain dunia, yang ini sangat penting untuk negara lain yang ekonominya sedang melambat,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kondisi global kian memanas.

Kondisi ini disebabkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, El Nino, hingga gangguan rantai pasok dampak perang Rusia-Ukraina.

BACA JUGA:Erick Thohir Pede Indonesia Bisa Setara China, Center Pertumbuhan Ekonomi Dunia&amp;nbsp;


Saat ini Amerika Serikat (AS), China, hingga Eropa mengalami perlambatan ekonomi. Tentu berdampak buruk bagi negara lain yang memiliki ketergantungan ekonomi dengan negara-negara adidaya.

&quot;Ini ada El Nino, kita juga menghadapi supply chain karena ada perang Rusia-Ukraina, perlambatan ekonomi China, yang salah satu countertrade perdagangan kita terbesar, Amerika Serikat, Eropa slowing down dari ekonominya, memang situasinya panas,&quot; ujar Erick saat seminar nasional di Jakarta, Selasa (15/8/2023).

Meski China menjadi mitra strategis bagi Indonesia, perlambatan ekonomi di kawasan tersebut tidak berdampak buruk bagi ekonomi Indonesia.

BACA JUGA:Pengaruh Ekonomi China Lebih Berdampak pada RI Dibanding Kenaikan Suku Bunga The Fed&amp;nbsp;


Erick mencontohkan, selama tujuh kuartal terakhir ekonomi Indonesia tetap stabil di atas 5%. Pada kuartal II-2023, ekonomi Indonesia tumbuh 5,17%.

&quot;Tapi alhamdulillah, kalau kita lihat data-data Indonesia, ini kita tujuh kuartal terakhir ini tumbuh 5,17% dan sampai 2045 itu akan terus tumbuh 5% setiap tahunnya, sehingga kita bisa menjadi salah satu negara ekonomi terbesar di dunia. Jadi ada jawabannya benar juga, dingin, karena situasi kita sebenarnya dingin,&quot; katanya.

Pemerintah memang menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global pada 2045. Di periode itu, Indonesia masuk sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Erick Thohir Ajak Swasta Buat Blue Print Ekonomi RI


Pada tahun tersebut Indonesia mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang. Pasalnya, Indonesia akan memegang peran penting dalam ekosistem rantai pasok dunia.



&quot;Kita akan menjadi salah satu center pertumbuhan ekonomi dunia, karena kita ingin menjadi bagian supply chain dunia, yang ini sangat penting untuk negara lain yang ekonominya sedang melambat,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
