<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Menguat Ditopang Data Penjualan Ritel</title><description>Indeks dolar AS naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865175/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-penjualan-ritel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865175/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-penjualan-ritel"/><item><title>Indeks Dolar AS Menguat Ditopang Data Penjualan Ritel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865175/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-penjualan-ritel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865175/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-penjualan-ritel</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865175/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-penjualan-ritel-1vJZEte6sP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865175/indeks-dolar-as-menguat-ditopang-data-penjualan-ritel-1vJZEte6sP.jpg</image><title>Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar menguat setelah belanja ritel AS untuk Juli meningkat lebih baik dari perkiraan, sementara yuan merosot ke level terendah sembilan bulan setelah bank sentral China secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakan utama.
Melansir Antara, Rabu (16/8/2023), penjualan ritel tumbuh 0,7% pada Juli, Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (15/8/2023). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari kenaikan 0,4% yang diproyeksikan oleh ekonom Refinitiv dan kenaikan 0,2% yang tercatat pada Juni.

BACA JUGA:
Dolar AS Perkasa, Rupiah Kian Anjlok ke Rp15.341/USD


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,02% menjadi 103,2057 pada akhir perdagangan.
&quot;Fakta bahwa pasar tenaga kerja masih kuat merupakan dukungan untuk belanja,&quot; kata Richard Moody, kepala ekonom di Regions Financial.

BACA JUGA:
Harga Emas Dunia Anjlok Dipicu Dolar AS Perkasa


Meskipun demikian, Moody memperkirakan belanja konsumen melambat setelah bulan-bulan musim panas dalam kategori seperti perjalanan, hiburan, dan rekreasi. &quot;Hanya ada kekuatan yang begitu lama yang akan bertahan,&quot; katanya.
Dolar AS secara singkat melonjak lebih awal dalam perdagangan setelah data sebelumnya turun, dan kemudian pulih.
Alex Kuptsikevich, analis pasar senior FxPro, mengatakan bahwa rilis  risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve terbaru pada Rabu dapat  memberikan petunjuk penting mengenai arah perjalanan, dan kemungkinan  besar jalur greenback akan ditentukan pada akhir minggu depan selama  simposium Jackson Hole Fed.
Pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah pada USD1,0904  dan pound Inggris naik menjadi USD1,2705 dari USD1,2675 pada sesi  sebelumnya.
Dolar AS dibeli 145,6500 yen Jepang, lebih tinggi dari 145,5120 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8788 franc Swiss  dari 0,8790 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3492 dolar Kanada dari  1,3469 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,8578 krona Swedia dari  10,8109 krona Swedia.
Dolar AS juga naik lebih dari 0,5% terhadap yuan pasar luar negeri ke  level tertinggi sembilan bulan di 7,3307 karena bank sentral China,  People's Bank of China (PBoC) memangkas suku bunganya dalam upaya untuk  mendorong pemulihan ekonomi yang tersendat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar menguat setelah belanja ritel AS untuk Juli meningkat lebih baik dari perkiraan, sementara yuan merosot ke level terendah sembilan bulan setelah bank sentral China secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakan utama.
Melansir Antara, Rabu (16/8/2023), penjualan ritel tumbuh 0,7% pada Juli, Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (15/8/2023). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari kenaikan 0,4% yang diproyeksikan oleh ekonom Refinitiv dan kenaikan 0,2% yang tercatat pada Juni.

BACA JUGA:
Dolar AS Perkasa, Rupiah Kian Anjlok ke Rp15.341/USD


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,02% menjadi 103,2057 pada akhir perdagangan.
&quot;Fakta bahwa pasar tenaga kerja masih kuat merupakan dukungan untuk belanja,&quot; kata Richard Moody, kepala ekonom di Regions Financial.

BACA JUGA:
Harga Emas Dunia Anjlok Dipicu Dolar AS Perkasa


Meskipun demikian, Moody memperkirakan belanja konsumen melambat setelah bulan-bulan musim panas dalam kategori seperti perjalanan, hiburan, dan rekreasi. &quot;Hanya ada kekuatan yang begitu lama yang akan bertahan,&quot; katanya.
Dolar AS secara singkat melonjak lebih awal dalam perdagangan setelah data sebelumnya turun, dan kemudian pulih.
Alex Kuptsikevich, analis pasar senior FxPro, mengatakan bahwa rilis  risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve terbaru pada Rabu dapat  memberikan petunjuk penting mengenai arah perjalanan, dan kemungkinan  besar jalur greenback akan ditentukan pada akhir minggu depan selama  simposium Jackson Hole Fed.
Pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah pada USD1,0904  dan pound Inggris naik menjadi USD1,2705 dari USD1,2675 pada sesi  sebelumnya.
Dolar AS dibeli 145,6500 yen Jepang, lebih tinggi dari 145,5120 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8788 franc Swiss  dari 0,8790 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3492 dolar Kanada dari  1,3469 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,8578 krona Swedia dari  10,8109 krona Swedia.
Dolar AS juga naik lebih dari 0,5% terhadap yuan pasar luar negeri ke  level tertinggi sembilan bulan di 7,3307 karena bank sentral China,  People's Bank of China (PBoC) memangkas suku bunganya dalam upaya untuk  mendorong pemulihan ekonomi yang tersendat.</content:encoded></item></channel></rss>
