<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandara Ngurah Rai Habiskan Rp480 Miliar Kembangkan Bengkel Pesawat</title><description>Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menghabiskan USD32 juta setara Rp480 miliar untuk mengembangkan bengkel pesawat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865191/bandara-ngurah-rai-habiskan-rp480-miliar-kembangkan-bengkel-pesawat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865191/bandara-ngurah-rai-habiskan-rp480-miliar-kembangkan-bengkel-pesawat"/><item><title>Bandara Ngurah Rai Habiskan Rp480 Miliar Kembangkan Bengkel Pesawat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865191/bandara-ngurah-rai-habiskan-rp480-miliar-kembangkan-bengkel-pesawat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865191/bandara-ngurah-rai-habiskan-rp480-miliar-kembangkan-bengkel-pesawat</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865191/bandara-ngurah-rai-habiskan-rp480-miliar-kembangkan-bengkel-pesawat-7cHPIF9u0m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Bali kembangkan fasilitas bengkel pesawat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865191/bandara-ngurah-rai-habiskan-rp480-miliar-kembangkan-bengkel-pesawat-7cHPIF9u0m.jpg</image><title>Bandara Bali kembangkan fasilitas bengkel pesawat (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTEyOS81L3g4bjYwY2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menghabiskan USD32 juta setara Rp480 miliar untuk mengembangkan bengkel pesawat. Perusahaan KSO FL Technics Indonesia (PT Avia Technics Dirgantara) dan PT Angkasa Pura Properti bersama PT Angkasa Pura I (Persero) mulai mengembangkan fasilitas MRO pertama di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Pencapaian ini menandai perkembangan FL Technics Indonesia yang cepat dan berkelanjutan yang didorong oleh pertumbuhan permintaan perjalanan global, dalam hal ini dipimpin oleh surplus industri penerbangan pasar Australia dan Asia sebagai target utamanya.

BACA JUGA:
Menhub Minta Maskapai Tambah Penerbangan di Bandara Muara Bungo, Jangan 3 Kali Seminggu


Penandatanganan Kontrak Kerjasama ini dilakukan oleh ketiga pimpinan perusahaan, yaitu: Direktur FL Technics Indonesia, Martynas Grigas; Direktur Utama PT Angkasa Pura Properti, Ristiyanto Eko Wibowo; dan Direktur Komersial &amp;amp; Pelayanan PT Angkasa Pura 1 (Persero), Dendi T. Danianto di Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero), Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat, 11 Agustus 2023.
Direktur FL Technics Indonesia, Martynas Grigas mengatakan tahap awal. FL Technics Indonesia dan Angkasa Pura Properti akan mengucurkan dana sebesar 32 juta Dollar AS untuk melakukan proyek pembangunan dan pengembangan MRO ini.

BACA JUGA:
Bandara Rokot Mentawai Segera Dioperasikan, Kunjungan Wisatawan Meningkat


&quot;Fasilitas MRO baru ini akan memiliki kapasitas sebanyak 6 pesawat berbadan sempit, yang didukung oleh berbagai fasilitas perbaikan penunjang serta perkantoran,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/8/2023).
Martynas mengatakan pengerjaan fasilitas MRO rencananya ini akan dimulai pada kuartal empat tahun ini, dan diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih satu tahun kedepan.

Hal itu sejalan dengan kembalinya lalu lintas penerbangan yang tinggi  pasca-pandemi, menguatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi utama  bagi wisatawan dari manca negara.
Dengan jumlah penerbangan domestik dan internasional yang terus  meningkat, serta konektivitas Bandara Internasional | Gusti Ngurah Rai  dengan kawasan Australia dan Asia, pembangunan fasilitas perbaikan  pesawat dinilai sebagai langkah yang tepat, terutama bagi maskapai dari  Australia, Korea Selatan, Jepang, dan China.
&quot;Dengan pengalaman dan keahlian FL Technics dalam melayani customer  di Asia Tenggara dan global, kami berkomitmen untuk mengembangkan  fasilitas MRO serta memberikan layanan berstandar FAA, EASA, dan CASA,&quot;  katanya.
Selain itu dengan dibangunnya fasilitas perbaikan pesawat baru ini,  FL Technics Indonesia akan membuka lebih dari 500 lapangan pekerjaan.
Kemudian pengembangan MRO ini akan memfasilitasi para ahli  penerbangan di Indonesia untuk membantu memajukan industri aviasi  nasional dan menjadi pemimpin di Asia Tenggara dan sekitarnya.  Di  tempat yang sama Direktur Utama PT Angkasa Pura Properti, Ristiyanto Eko  Wibowo mengatakan ini merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap  industri aviasi nasional khususnya PT Angkasa Pura I.
&quot;Dengan trafik di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang terus naik setelah  pandemi fasilitas MRO ini akan membantu airlines untuk menambah  efisiensi dan efektifitas dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini juga  merupakan salah satu wujud dari optimalisasi lahan induk yang terus kita  jalankan,&quot; katanya.
Adapun dengan penandatanganan Kontrak Kerjasama ini dan rencana  pembangunan fasilitas perbaikan pesawat di Bandara Intemasional | Gusti  Ngurah Rai, Bali menegaskan komitmen kuat KSO FL Technics Indonesia dan  PT Angkasa Pura Properti terhadap pengembangan industri penerbangan yang  semakin penting.
Langkah ini tidak hanya akan memperkuat konektivitas regional dengan  kawasan Australia dan Asia, tetapi juga akan memberikan dampak positif  bagi ekonomi dan lapangan kerja di dalam negeri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTEyOS81L3g4bjYwY2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menghabiskan USD32 juta setara Rp480 miliar untuk mengembangkan bengkel pesawat. Perusahaan KSO FL Technics Indonesia (PT Avia Technics Dirgantara) dan PT Angkasa Pura Properti bersama PT Angkasa Pura I (Persero) mulai mengembangkan fasilitas MRO pertama di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Pencapaian ini menandai perkembangan FL Technics Indonesia yang cepat dan berkelanjutan yang didorong oleh pertumbuhan permintaan perjalanan global, dalam hal ini dipimpin oleh surplus industri penerbangan pasar Australia dan Asia sebagai target utamanya.

BACA JUGA:
Menhub Minta Maskapai Tambah Penerbangan di Bandara Muara Bungo, Jangan 3 Kali Seminggu


Penandatanganan Kontrak Kerjasama ini dilakukan oleh ketiga pimpinan perusahaan, yaitu: Direktur FL Technics Indonesia, Martynas Grigas; Direktur Utama PT Angkasa Pura Properti, Ristiyanto Eko Wibowo; dan Direktur Komersial &amp;amp; Pelayanan PT Angkasa Pura 1 (Persero), Dendi T. Danianto di Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero), Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat, 11 Agustus 2023.
Direktur FL Technics Indonesia, Martynas Grigas mengatakan tahap awal. FL Technics Indonesia dan Angkasa Pura Properti akan mengucurkan dana sebesar 32 juta Dollar AS untuk melakukan proyek pembangunan dan pengembangan MRO ini.

BACA JUGA:
Bandara Rokot Mentawai Segera Dioperasikan, Kunjungan Wisatawan Meningkat


&quot;Fasilitas MRO baru ini akan memiliki kapasitas sebanyak 6 pesawat berbadan sempit, yang didukung oleh berbagai fasilitas perbaikan penunjang serta perkantoran,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/8/2023).
Martynas mengatakan pengerjaan fasilitas MRO rencananya ini akan dimulai pada kuartal empat tahun ini, dan diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih satu tahun kedepan.

Hal itu sejalan dengan kembalinya lalu lintas penerbangan yang tinggi  pasca-pandemi, menguatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi utama  bagi wisatawan dari manca negara.
Dengan jumlah penerbangan domestik dan internasional yang terus  meningkat, serta konektivitas Bandara Internasional | Gusti Ngurah Rai  dengan kawasan Australia dan Asia, pembangunan fasilitas perbaikan  pesawat dinilai sebagai langkah yang tepat, terutama bagi maskapai dari  Australia, Korea Selatan, Jepang, dan China.
&quot;Dengan pengalaman dan keahlian FL Technics dalam melayani customer  di Asia Tenggara dan global, kami berkomitmen untuk mengembangkan  fasilitas MRO serta memberikan layanan berstandar FAA, EASA, dan CASA,&quot;  katanya.
Selain itu dengan dibangunnya fasilitas perbaikan pesawat baru ini,  FL Technics Indonesia akan membuka lebih dari 500 lapangan pekerjaan.
Kemudian pengembangan MRO ini akan memfasilitasi para ahli  penerbangan di Indonesia untuk membantu memajukan industri aviasi  nasional dan menjadi pemimpin di Asia Tenggara dan sekitarnya.  Di  tempat yang sama Direktur Utama PT Angkasa Pura Properti, Ristiyanto Eko  Wibowo mengatakan ini merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap  industri aviasi nasional khususnya PT Angkasa Pura I.
&quot;Dengan trafik di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang terus naik setelah  pandemi fasilitas MRO ini akan membantu airlines untuk menambah  efisiensi dan efektifitas dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini juga  merupakan salah satu wujud dari optimalisasi lahan induk yang terus kita  jalankan,&quot; katanya.
Adapun dengan penandatanganan Kontrak Kerjasama ini dan rencana  pembangunan fasilitas perbaikan pesawat di Bandara Intemasional | Gusti  Ngurah Rai, Bali menegaskan komitmen kuat KSO FL Technics Indonesia dan  PT Angkasa Pura Properti terhadap pengembangan industri penerbangan yang  semakin penting.
Langkah ini tidak hanya akan memperkuat konektivitas regional dengan  kawasan Australia dan Asia, tetapi juga akan memberikan dampak positif  bagi ekonomi dan lapangan kerja di dalam negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
