<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Tak Mau Indonesia Jadi Bangsa Pemalas</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mau Indonesia jadi bangsa pemalas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865342/presiden-jokowi-tak-mau-indonesia-jadi-bangsa-pemalas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865342/presiden-jokowi-tak-mau-indonesia-jadi-bangsa-pemalas"/><item><title>Presiden Jokowi Tak Mau Indonesia Jadi Bangsa Pemalas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865342/presiden-jokowi-tak-mau-indonesia-jadi-bangsa-pemalas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865342/presiden-jokowi-tak-mau-indonesia-jadi-bangsa-pemalas</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865342/presiden-jokowi-tak-mau-indonesia-jadi-bangsa-pemalas-vgSfeuRETH.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Tak Mau Indonesia Jadi Bangsa Pemalas (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865342/presiden-jokowi-tak-mau-indonesia-jadi-bangsa-pemalas-vgSfeuRETH.png</image><title>Jokowi Tak Mau Indonesia Jadi Bangsa Pemalas (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NS81L3g4ajVkNTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mau Indonesia jadi bangsa pemalas. Untuk itu, dibutuhkan hilirisasi karena kaya Sumber Daya Alam (SDA) saja tidak cukup.

&quot;Tapi kaya SDA saja tidak cukup, jadi pemilik saja tidak cukup karena itu akan membuat kita menjadi bangsa pemalas yang hanya menjual bahan mentah kekayaannya,&quot; kata Jokowi saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2023, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:Jokowi Tantang Presiden RI Selanjutnya Berani Teruskan Hilirisasi&amp;nbsp;


Menurut Jokowi, di sinilah peran sektor ekonomi hijau dan hilirisasi sebagai window opportunity untuk meraih kemajuan karena Indonesia sangat kaya sumber daya alam termasuk bahan mineral, hasil perkebunan, hasil kelautan, serta sumber energi baru dan terbarukan.

&quot;Tanpa ada nilai tambah, tanpa ada keberlanjutan, Indonesia tidak boleh seperti itu,&quot; ujar Jokowi.

BACA JUGA:Presiden Jokowi: Indonesia Perlu Hilirisasi, Kaya SDA Saja Tak Cukup!&amp;nbsp;


Jokowi menegaskan, Indonesia harus menjadi negara yang juga mampu mengolah sumber dayanya, mampu memberikan nilai tambah dan menyejahterakan rakyatnya.

&quot;Dan ini bisa kita lakukan melalui hilirisasi,&quot; katanya.

Hilirisasi yang ingin dilakukan, lanjut Jokowi, adalah hilirisasi yang melakukan transfer teknologi yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta meminimalisir dampak lingkungan.



Menurutnya, pemerintah telah mewajibkan perusahaan tambang membangun pusat persemaian untuk menghutankan kembali lahan pasca tambang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Presiden Jokowi: Hilirisasi Pahit bagi Pengekspor tapi Manis untuk Kesejahteraan Masyarakat



Dia mengatakan, hilirisasi yang ingin pemerintah lakukan adalah hilirisasi yang tidak hanya pada komoditas mineral. Tapi juga non mineral seperti sawit rumput laut kelapa dan komoditas potensial lainnya yang mengoptimalkan kandungan lokal dan yang bermitra dengan UMKM petani dan nelayan, sehingga manfaatnya terasa langsung bagi rakyat kecil.



&quot;Upaya ini sedang kita lakukan dan harus terus dilanjutkan. Ini memang pahit bagi pengekspor bahan mentah. Ini juga pahit bagi pendapatan negara jangka pendek. Tapi jika ekosistem besarnya sudah terbentuk, jika pabrik pengolahannya sudah beroperasi,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NS81L3g4ajVkNTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mau Indonesia jadi bangsa pemalas. Untuk itu, dibutuhkan hilirisasi karena kaya Sumber Daya Alam (SDA) saja tidak cukup.

&quot;Tapi kaya SDA saja tidak cukup, jadi pemilik saja tidak cukup karena itu akan membuat kita menjadi bangsa pemalas yang hanya menjual bahan mentah kekayaannya,&quot; kata Jokowi saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2023, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:Jokowi Tantang Presiden RI Selanjutnya Berani Teruskan Hilirisasi&amp;nbsp;


Menurut Jokowi, di sinilah peran sektor ekonomi hijau dan hilirisasi sebagai window opportunity untuk meraih kemajuan karena Indonesia sangat kaya sumber daya alam termasuk bahan mineral, hasil perkebunan, hasil kelautan, serta sumber energi baru dan terbarukan.

&quot;Tanpa ada nilai tambah, tanpa ada keberlanjutan, Indonesia tidak boleh seperti itu,&quot; ujar Jokowi.

BACA JUGA:Presiden Jokowi: Indonesia Perlu Hilirisasi, Kaya SDA Saja Tak Cukup!&amp;nbsp;


Jokowi menegaskan, Indonesia harus menjadi negara yang juga mampu mengolah sumber dayanya, mampu memberikan nilai tambah dan menyejahterakan rakyatnya.

&quot;Dan ini bisa kita lakukan melalui hilirisasi,&quot; katanya.

Hilirisasi yang ingin dilakukan, lanjut Jokowi, adalah hilirisasi yang melakukan transfer teknologi yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan, serta meminimalisir dampak lingkungan.



Menurutnya, pemerintah telah mewajibkan perusahaan tambang membangun pusat persemaian untuk menghutankan kembali lahan pasca tambang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Presiden Jokowi: Hilirisasi Pahit bagi Pengekspor tapi Manis untuk Kesejahteraan Masyarakat



Dia mengatakan, hilirisasi yang ingin pemerintah lakukan adalah hilirisasi yang tidak hanya pada komoditas mineral. Tapi juga non mineral seperti sawit rumput laut kelapa dan komoditas potensial lainnya yang mengoptimalkan kandungan lokal dan yang bermitra dengan UMKM petani dan nelayan, sehingga manfaatnya terasa langsung bagi rakyat kecil.



&quot;Upaya ini sedang kita lakukan dan harus terus dilanjutkan. Ini memang pahit bagi pengekspor bahan mentah. Ini juga pahit bagi pendapatan negara jangka pendek. Tapi jika ekosistem besarnya sudah terbentuk, jika pabrik pengolahannya sudah beroperasi,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
