<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Nikel Dilarang, Presiden Jokowi: Sekarang Ada 43 Pabrik Pengolahan Buka Peluang Kerja</title><description>Presiden Jokowi meyakinkan kebijakan hilirisasi akan menguntungkan Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865381/ekspor-nikel-dilarang-presiden-jokowi-sekarang-ada-43-pabrik-pengolahan-buka-peluang-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865381/ekspor-nikel-dilarang-presiden-jokowi-sekarang-ada-43-pabrik-pengolahan-buka-peluang-kerja"/><item><title>Ekspor Nikel Dilarang, Presiden Jokowi: Sekarang Ada 43 Pabrik Pengolahan Buka Peluang Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865381/ekspor-nikel-dilarang-presiden-jokowi-sekarang-ada-43-pabrik-pengolahan-buka-peluang-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865381/ekspor-nikel-dilarang-presiden-jokowi-sekarang-ada-43-pabrik-pengolahan-buka-peluang-kerja</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865381/ekspor-nikel-dilarang-presiden-jokowi-sekarang-ada-43-pabrik-pengolahan-buka-peluang-kerja-VEWtJd4WgB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Larangan ekspor nikel tingkatkan investasi dalam negeri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865381/ekspor-nikel-dilarang-presiden-jokowi-sekarang-ada-43-pabrik-pengolahan-buka-peluang-kerja-VEWtJd4WgB.jpg</image><title>Larangan ekspor nikel tingkatkan investasi dalam negeri (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNC80LzE2NzUwMC81L3g4bTBidGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi meyakinkan kebijakan hilirisasi akan menguntungkan Indonesia. Dia menyebut saat ini ada 43 pabrik pengolahan nikel karena adanya larangan ekspor bahan mentah.
&amp;ldquo;Setelah kita stop ekspor nikel ore di 2020. Investasi hilirisasi nikel tumbuh pesat kini telah ada 43 pabrik pengolahan nikel yang akan membuka peluang kerja yang sangat besar ini baru satu komoditas,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Jokowi Tantang Presiden RI Selanjutnya Berani Teruskan Hilirisasi 


Kepala Negara menegaskan kebijakan hilirisasi akan terus dilanjutkan. Meskipun dia mengakui kebijakan ini memang pahit bagi pengekspor bahan mentah.
&amp;ldquo;Ini juga pahit bagi pendapatan negara jangka pendek. Tapi jika ekosistem besarnya sudah terbentuk, jika pabrik pengolahannya sudah beroperasi,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Indonesia Perlu Hilirisasi, Kaya SDA Saja Tak Cukup! 


Berdasar hitung-hitungan Presiden, pendapatan per kapita Indonesia diperkirakan mencapai Rp153 juta (USD10.900) dalam 10 tahun. Kemudian dalam 15 tahun, pendapatan per kapita akan mencapai Rp217 juta (USD15.800).
&amp;ldquo;Dalam 22 tahun, pendapatan per kapita kita akan capai Rp331 juta (USD25.000). Sebagai perbandingan, tahun 2022 kemarin, kita berada di angka Rp71 juta. Artinya dalam 10 tahun lompatannya bisa 2 kali lipat lebih, di mana fondasi untuk menggapai itu semua sudah kita mulai, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang pada akhirnya menaikkan daya saing kita,&amp;rdquo; papar Jokowi.
Dia menegaskan, kebijakan hilirisasi akan membuat Indonesia menjadi  negara yang juga mampu mengolah sumber dayanya. Mampu memberikan nilai  tambah dan menyejahterakan rakyatnya.
&amp;ldquo;Hilirisasi yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang melakukan  transfer teknologi yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan,  serta meminimalisir dampak lingkungan,&amp;rdquo; ucapnya.
Pemerintah telah mewajibkan perusahaan tambang membangun pusat  persemaian untuk menghutankan kembali lahan pasca tambang. Hilirisasi  yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang tidak hanya pada  komoditas mineral.
Tapi juga non mineral seperti sawit rumput laut kelapa dan komoditas  potensial lainnya yang mengoptimalkan kandungan lokal dan yang bermitra  dengan UMKM Petani dan Nelayan sehingga manfaatnya terasa langsung bagi  rakyat kecil.
&amp;ldquo;Upaya ini sedang kita lakukan dan harus terus dilanjutkan. Ini  memang pahit bagi pengekspor bahan mentah. Ini juga pahit bagi  pendapatan negara jangka pendek. Tapi jika ekosistem besarnya sudah  terbentuk, jika pabrik pengolahannya sudah beroperasi. Saya pastikan Ini  akan berbuah manis pada akhirnya. Terutama bagi kesejahteraan  masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNC80LzE2NzUwMC81L3g4bTBidGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi meyakinkan kebijakan hilirisasi akan menguntungkan Indonesia. Dia menyebut saat ini ada 43 pabrik pengolahan nikel karena adanya larangan ekspor bahan mentah.
&amp;ldquo;Setelah kita stop ekspor nikel ore di 2020. Investasi hilirisasi nikel tumbuh pesat kini telah ada 43 pabrik pengolahan nikel yang akan membuka peluang kerja yang sangat besar ini baru satu komoditas,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Jokowi Tantang Presiden RI Selanjutnya Berani Teruskan Hilirisasi 


Kepala Negara menegaskan kebijakan hilirisasi akan terus dilanjutkan. Meskipun dia mengakui kebijakan ini memang pahit bagi pengekspor bahan mentah.
&amp;ldquo;Ini juga pahit bagi pendapatan negara jangka pendek. Tapi jika ekosistem besarnya sudah terbentuk, jika pabrik pengolahannya sudah beroperasi,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Indonesia Perlu Hilirisasi, Kaya SDA Saja Tak Cukup! 


Berdasar hitung-hitungan Presiden, pendapatan per kapita Indonesia diperkirakan mencapai Rp153 juta (USD10.900) dalam 10 tahun. Kemudian dalam 15 tahun, pendapatan per kapita akan mencapai Rp217 juta (USD15.800).
&amp;ldquo;Dalam 22 tahun, pendapatan per kapita kita akan capai Rp331 juta (USD25.000). Sebagai perbandingan, tahun 2022 kemarin, kita berada di angka Rp71 juta. Artinya dalam 10 tahun lompatannya bisa 2 kali lipat lebih, di mana fondasi untuk menggapai itu semua sudah kita mulai, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang pada akhirnya menaikkan daya saing kita,&amp;rdquo; papar Jokowi.
Dia menegaskan, kebijakan hilirisasi akan membuat Indonesia menjadi  negara yang juga mampu mengolah sumber dayanya. Mampu memberikan nilai  tambah dan menyejahterakan rakyatnya.
&amp;ldquo;Hilirisasi yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang melakukan  transfer teknologi yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan,  serta meminimalisir dampak lingkungan,&amp;rdquo; ucapnya.
Pemerintah telah mewajibkan perusahaan tambang membangun pusat  persemaian untuk menghutankan kembali lahan pasca tambang. Hilirisasi  yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang tidak hanya pada  komoditas mineral.
Tapi juga non mineral seperti sawit rumput laut kelapa dan komoditas  potensial lainnya yang mengoptimalkan kandungan lokal dan yang bermitra  dengan UMKM Petani dan Nelayan sehingga manfaatnya terasa langsung bagi  rakyat kecil.
&amp;ldquo;Upaya ini sedang kita lakukan dan harus terus dilanjutkan. Ini  memang pahit bagi pengekspor bahan mentah. Ini juga pahit bagi  pendapatan negara jangka pendek. Tapi jika ekosistem besarnya sudah  terbentuk, jika pabrik pengolahannya sudah beroperasi. Saya pastikan Ini  akan berbuah manis pada akhirnya. Terutama bagi kesejahteraan  masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
