<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapkan SDM Unggul, Jokowi: Hadapi Disrupsi Teknologi Tidak Boleh Kendor</title><description>Presiden Jokowi mengingatkan untuk tidak kendor menghadapi disrupsi teknologi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865582/siapkan-sdm-unggul-jokowi-hadapi-disrupsi-teknologi-tidak-boleh-kendor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865582/siapkan-sdm-unggul-jokowi-hadapi-disrupsi-teknologi-tidak-boleh-kendor"/><item><title>Siapkan SDM Unggul, Jokowi: Hadapi Disrupsi Teknologi Tidak Boleh Kendor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865582/siapkan-sdm-unggul-jokowi-hadapi-disrupsi-teknologi-tidak-boleh-kendor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/320/2865582/siapkan-sdm-unggul-jokowi-hadapi-disrupsi-teknologi-tidak-boleh-kendor</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865582/siapkan-sdm-unggul-jokowi-hadapi-disrupsi-teknologi-tidak-boleh-kendor-jZR6zdXros.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bacakan asumsi makro ekonomi RAPBN 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/320/2865582/siapkan-sdm-unggul-jokowi-hadapi-disrupsi-teknologi-tidak-boleh-kendor-jZR6zdXros.jpg</image><title>Presiden Jokowi bacakan asumsi makro ekonomi RAPBN 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTI4NS81L3g4bjhjdm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengingatkan untuk tidak kendor menghadapi disrupsi teknologi. Untuk itu, bonus demografi harus dimanfaatkannya untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul.
&amp;ldquo;Kita harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi. Tidak boleh kita kendor,&amp;rdquo; ungkap Jokowi saat Penyampaian RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Belanja Negara Rp3.304 Triliun, Jokowi Targetkan Pengangguran Turun ke 5% di 2024


Bahkan, Jokowi mengatakan untuk mewujudkan SDM unggul, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing, telah disiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp660,8 triliun atau 20% APBN, tercermin dari alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp237,3 triliun, Transfer ke Daerah Rp346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp77,0 triliun.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Postur RAPBN 2024 Mampu Tahan Daya Beli Masyarakat dari Guncangan


&amp;ldquo;Agar sumber daya manusia kita produktif, inovatif, berdaya saing global, berintegritas, berakhlak mulia, dengan tetap menjaga jati diri budaya bangsa,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, kata Jokowi, upaya peningkatan kualitas sumber daya  manusia Indonesia ditekankan pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga  kependidikan, kemudian pemerataan kualitas pendidikan melalui  peningkatan distribusi guru dan sarana prasarana pendidikan, peningkatan  kualitas PAUD, dan peningkatan akses pendidikan di semua jenjang  pendidikan.
Jokowi juga mengatakan perlu dilakukan peningkatan kualitas sarana  prasarana penunjang kegiatan pendidikan, terutama di daerah tertinggal,  terluar, dan terdepan.
&amp;ldquo;Penguatan konektivitas pendidikan vokasi dengan pasar kerja, serta  perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan  tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTI4NS81L3g4bjhjdm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengingatkan untuk tidak kendor menghadapi disrupsi teknologi. Untuk itu, bonus demografi harus dimanfaatkannya untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul.
&amp;ldquo;Kita harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi. Tidak boleh kita kendor,&amp;rdquo; ungkap Jokowi saat Penyampaian RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Belanja Negara Rp3.304 Triliun, Jokowi Targetkan Pengangguran Turun ke 5% di 2024


Bahkan, Jokowi mengatakan untuk mewujudkan SDM unggul, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing, telah disiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp660,8 triliun atau 20% APBN, tercermin dari alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp237,3 triliun, Transfer ke Daerah Rp346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp77,0 triliun.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Postur RAPBN 2024 Mampu Tahan Daya Beli Masyarakat dari Guncangan


&amp;ldquo;Agar sumber daya manusia kita produktif, inovatif, berdaya saing global, berintegritas, berakhlak mulia, dengan tetap menjaga jati diri budaya bangsa,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, kata Jokowi, upaya peningkatan kualitas sumber daya  manusia Indonesia ditekankan pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga  kependidikan, kemudian pemerataan kualitas pendidikan melalui  peningkatan distribusi guru dan sarana prasarana pendidikan, peningkatan  kualitas PAUD, dan peningkatan akses pendidikan di semua jenjang  pendidikan.
Jokowi juga mengatakan perlu dilakukan peningkatan kualitas sarana  prasarana penunjang kegiatan pendidikan, terutama di daerah tertinggal,  terluar, dan terdepan.
&amp;ldquo;Penguatan konektivitas pendidikan vokasi dengan pasar kerja, serta  perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan  tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
