<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Infrastruktur Rp422,7 Triliun, Termasuk Pembangunan IKN di 2024</title><description>Presiden Joko Widodo menyiapkan anggaran sebesar Rp422,7 triliun untuk pembangunan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/470/2865571/anggaran-infrastruktur-rp422-7-triliun-termasuk-pembangunan-ikn-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/470/2865571/anggaran-infrastruktur-rp422-7-triliun-termasuk-pembangunan-ikn-di-2024"/><item><title>Anggaran Infrastruktur Rp422,7 Triliun, Termasuk Pembangunan IKN di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/470/2865571/anggaran-infrastruktur-rp422-7-triliun-termasuk-pembangunan-ikn-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/16/470/2865571/anggaran-infrastruktur-rp422-7-triliun-termasuk-pembangunan-ikn-di-2024</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/470/2865571/anggaran-infrastruktur-rp422-7-triliun-termasuk-pembangunan-ikn-di-2024-rsdP9Zj7oo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran infrastruktur RAPBN 2024 (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/470/2865571/anggaran-infrastruktur-rp422-7-triliun-termasuk-pembangunan-ikn-di-2024-rsdP9Zj7oo.jpg</image><title>Anggaran infrastruktur RAPBN 2024 (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTI4NS81L3g4bjhjdm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyiapkan anggaran sebesar Rp422,7 triliun untuk pembangunan infrastruktur dalam RAPBN 2024. Anggaran tersebut dialokasikan untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan hingga ekonomi.
Presiden Jokowi menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan pelayanan dasar, peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas.

BACA JUGA:
Jokowi Patok Defisit RAPBN 2024 Rp522,8 Triliun, Setara 2,29% PDB


&quot;Untuk mendorong produktivitas, mobilitas dan konektivitas, serta pemerataan yang berkeadilan, anggaran infrastruktur dialokasikan sebesar Rp422,7 triliun,&quot; ujar Presiden saat membacakan Pengantar RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Jokowi Target Pendapatan Negara Rp2.781,3 Triliun dalam RAPBN 2024


Di samping itu pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan lewat pembangunan bendungan untuk menjaga ketersediaan air baku, pembangunan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier untuk peninjauan produktivitas pertanian.
&quot;Penyediaan infrastruktur di bidang energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan; pemerataan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi,&quot; kata Presiden Jokowi.
Di samping itu anggaran untuk infrastruktur tersebut juga  dialokasikan untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.  Targetnya mulai tahun 2024 mendatang pemindahan PNS tahap satu sudah  mulai dilakukan sekaligus menandakan pindah pusat pemerintahan dari  Jakarta ke Kalimantan.
&quot;Pemerataan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi; serta mendukung  proyek-proyek strategis, termasuk pembangunan IKN,&quot; lanjut Presiden.
&quot;Akselerasi pembangunan infrastruktur ditempuh dengan bauran skema  pendanaan, melalui sinergisisi pembiayaan investasi dan belanja  Kementerian/Lembaga serta meningkatkan peran swasta. Untuk itu,  Pemerintah terus mendorong pengembangan Skema Kerja sama Pemerintah dan  Badan Usaha yang lebih masif dan berkelanjutan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi8xLzE2OTI4NS81L3g4bjhjdm4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyiapkan anggaran sebesar Rp422,7 triliun untuk pembangunan infrastruktur dalam RAPBN 2024. Anggaran tersebut dialokasikan untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan hingga ekonomi.
Presiden Jokowi menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan pelayanan dasar, peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas.

BACA JUGA:
Jokowi Patok Defisit RAPBN 2024 Rp522,8 Triliun, Setara 2,29% PDB


&quot;Untuk mendorong produktivitas, mobilitas dan konektivitas, serta pemerataan yang berkeadilan, anggaran infrastruktur dialokasikan sebesar Rp422,7 triliun,&quot; ujar Presiden saat membacakan Pengantar RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Rabu (16/8/2023).

BACA JUGA:
Jokowi Target Pendapatan Negara Rp2.781,3 Triliun dalam RAPBN 2024


Di samping itu pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan lewat pembangunan bendungan untuk menjaga ketersediaan air baku, pembangunan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier untuk peninjauan produktivitas pertanian.
&quot;Penyediaan infrastruktur di bidang energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan; pemerataan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi,&quot; kata Presiden Jokowi.
Di samping itu anggaran untuk infrastruktur tersebut juga  dialokasikan untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.  Targetnya mulai tahun 2024 mendatang pemindahan PNS tahap satu sudah  mulai dilakukan sekaligus menandakan pindah pusat pemerintahan dari  Jakarta ke Kalimantan.
&quot;Pemerataan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi; serta mendukung  proyek-proyek strategis, termasuk pembangunan IKN,&quot; lanjut Presiden.
&quot;Akselerasi pembangunan infrastruktur ditempuh dengan bauran skema  pendanaan, melalui sinergisisi pembiayaan investasi dan belanja  Kementerian/Lembaga serta meningkatkan peran swasta. Untuk itu,  Pemerintah terus mendorong pengembangan Skema Kerja sama Pemerintah dan  Badan Usaha yang lebih masif dan berkelanjutan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
