<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN 2024 Diusung untuk Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan</title><description>APBN  2024 diharapkan akan mampu merespons dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan mempercepat transformasi ekonomi, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/17/11/2866127/apbn-2024-diusung-untuk-mempercepat-transformasi-ekonomi-yang-inklusif-dan-berkelanjutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/17/11/2866127/apbn-2024-diusung-untuk-mempercepat-transformasi-ekonomi-yang-inklusif-dan-berkelanjutan"/><item><title>APBN 2024 Diusung untuk Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/17/11/2866127/apbn-2024-diusung-untuk-mempercepat-transformasi-ekonomi-yang-inklusif-dan-berkelanjutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/17/11/2866127/apbn-2024-diusung-untuk-mempercepat-transformasi-ekonomi-yang-inklusif-dan-berkelanjutan</guid><pubDate>Kamis 17 Agustus 2023 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/17/11/2866127/apbn-2024-diusung-untuk-mempercepat-transformasi-ekonomi-yang-inklusif-dan-berkelanjutan-KnVWYlyLTf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomia Airlangga Hartarto (Foto: Dok Golkar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/17/11/2866127/apbn-2024-diusung-untuk-mempercepat-transformasi-ekonomi-yang-inklusif-dan-berkelanjutan-KnVWYlyLTf.jpg</image><title>Menko Perekonomia Airlangga Hartarto (Foto: Dok Golkar)</title></images><description>JAKARTA-Di tengah perubahan lanskap global yang sangat cepat, kondisi perekonomian Indonesia tetap  terjaga solid dengan pertumbuhan mencapai 5,17% di Kuartal II-2023 atau 5,11% di  sepanjang Semester I-2023. Meski demikian, Pemerintah terus mewaspadai pergeseran  geopolitik yang telah menciptakan pola kerja sama internasional yang terkotak-kotak serta  menghambat aliran perdagangan, investasi dunia, dan melemahkan perekonomian dunia.
Fragmentasi global juga telah menciptakan disrupsi rantai pasok yang meningkatkan risiko  krisis pangan, energi, serta keuangan dunia. Pemerintah terus berupaya untuk menyikapi  konstelasi global tersebut dengan strategi kebijakan yang jitu dan antisipatif. Kebijakan  ekonomi dan fiskal harus mampu mentransformasi ekonomi untuk menghadapi berbagai  tantangan ke depan.
&amp;ldquo;Untuk mendukung transformasi ekonomi, dan agenda pembangunan serta melindungi masyarakat dari goncangan, postur APBN 2024 harus tetap sehat. Reformasi fiskal harus  terus dilakukan secara komprehensif, baik optimalisasi pendapatan, melanjutkan penguatan  belanja berkualitas, serta pembiayaan inovatif dan dikelola secara hati-hati,&amp;rdquo; ujar Presiden  Joko Widodo saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang  tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 Beserta Nota  Keuangan di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, pada Rabu  (16/08/2023).
Arsitektur APBN tahun 2024 diharapkan akan mampu merespons dinamika perekonomian,  menjawab tantangan dan mendukung agenda pembangunan dan kesejahteraan secara  optimal, mempercepat transformasi ekonomi, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi  yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, melindungi daya beli masyarakat dari  goncangan, dan menjaga agar postur APBN tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka  menengah-panjang.
&amp;ldquo;Menjadi sisi positif adalah bahwa di Juli 2023 Indonesia ditetapkan menjadi negara upper  middle income, berada di level sama dengan sesama di kawasan ASEAN yakni Thailand dan  Malaysia. Pada akhir 2024, ditargetkan pendapatan per kapita kita bisa mencapai 5.500 USD,&amp;rdquo;  tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers  APBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, pada Rabu (16/08/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Terima Kunjungan Perpisahan Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket

Postur RAPBN 2024 menargetkan pendapatan negara sebesar Rp2.781,3 triliun, alokasi  belanja negara sebesar Rp3.304,1 triliun, keseimbangan primer negatif sebesar Rp25,5 triliun  yang didorong bergerak menuju positif, serta defisit anggaran sebesar 2,29% dari PDB atau  sebesar Rp522,8 riliun. Lebih lanjut, RAPBN tahun 2024 juga difokuskan untuk  menyelesaikan berbagai proyek pembangunan nasional pada tahun 2024.
&amp;ldquo;Dengan mengusung tema Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan  Berkelanjutan, maka Kebijakan Fiskal Tahun 2024 akan ditempuh melalui optimalisasi tiga  fungsi utama APBN yaitu alokasi, distribusi, dan stabilisasi, dan kebijakan ini juga dirancang  untuk akselerasi target dan prioritas pembangunan nasional,&amp;rdquo; ucap Menko Airlangga.
Dengan turut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dan inflasi dijaga pada  kisaran 2,8%, RAPBN Tahun 2024 juga diharapkan akan mendorong kualitas pertumbuhan  ekonomi Indonesia melalui tingkat inflasi yang relatif rendah dan terkendali serta indikator  sosial yang membaik. &amp;ldquo;Implementasi berbagai program stabilisasi harga berperan penting  dalam menjaga daya beli masyarakat dan pengendalian inflasi dalam negeri,&amp;rdquo; ujar Menko  Airlangga.
Dalam konferensi pers tersebut, Menko Airlangga turut didampingi oleh Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan  Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset, Teknologi  dan Pendidikan Tinggi, Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian, Kepala Kepolisian Negara  Republik Indonesia, dan Wakil Menteri Agama.</description><content:encoded>JAKARTA-Di tengah perubahan lanskap global yang sangat cepat, kondisi perekonomian Indonesia tetap  terjaga solid dengan pertumbuhan mencapai 5,17% di Kuartal II-2023 atau 5,11% di  sepanjang Semester I-2023. Meski demikian, Pemerintah terus mewaspadai pergeseran  geopolitik yang telah menciptakan pola kerja sama internasional yang terkotak-kotak serta  menghambat aliran perdagangan, investasi dunia, dan melemahkan perekonomian dunia.
Fragmentasi global juga telah menciptakan disrupsi rantai pasok yang meningkatkan risiko  krisis pangan, energi, serta keuangan dunia. Pemerintah terus berupaya untuk menyikapi  konstelasi global tersebut dengan strategi kebijakan yang jitu dan antisipatif. Kebijakan  ekonomi dan fiskal harus mampu mentransformasi ekonomi untuk menghadapi berbagai  tantangan ke depan.
&amp;ldquo;Untuk mendukung transformasi ekonomi, dan agenda pembangunan serta melindungi masyarakat dari goncangan, postur APBN 2024 harus tetap sehat. Reformasi fiskal harus  terus dilakukan secara komprehensif, baik optimalisasi pendapatan, melanjutkan penguatan  belanja berkualitas, serta pembiayaan inovatif dan dikelola secara hati-hati,&amp;rdquo; ujar Presiden  Joko Widodo saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang  tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 Beserta Nota  Keuangan di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, pada Rabu  (16/08/2023).
Arsitektur APBN tahun 2024 diharapkan akan mampu merespons dinamika perekonomian,  menjawab tantangan dan mendukung agenda pembangunan dan kesejahteraan secara  optimal, mempercepat transformasi ekonomi, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi  yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, melindungi daya beli masyarakat dari  goncangan, dan menjaga agar postur APBN tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka  menengah-panjang.
&amp;ldquo;Menjadi sisi positif adalah bahwa di Juli 2023 Indonesia ditetapkan menjadi negara upper  middle income, berada di level sama dengan sesama di kawasan ASEAN yakni Thailand dan  Malaysia. Pada akhir 2024, ditargetkan pendapatan per kapita kita bisa mencapai 5.500 USD,&amp;rdquo;  tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers  APBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024 di Jakarta, pada Rabu (16/08/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Terima Kunjungan Perpisahan Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket

Postur RAPBN 2024 menargetkan pendapatan negara sebesar Rp2.781,3 triliun, alokasi  belanja negara sebesar Rp3.304,1 triliun, keseimbangan primer negatif sebesar Rp25,5 triliun  yang didorong bergerak menuju positif, serta defisit anggaran sebesar 2,29% dari PDB atau  sebesar Rp522,8 riliun. Lebih lanjut, RAPBN tahun 2024 juga difokuskan untuk  menyelesaikan berbagai proyek pembangunan nasional pada tahun 2024.
&amp;ldquo;Dengan mengusung tema Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan  Berkelanjutan, maka Kebijakan Fiskal Tahun 2024 akan ditempuh melalui optimalisasi tiga  fungsi utama APBN yaitu alokasi, distribusi, dan stabilisasi, dan kebijakan ini juga dirancang  untuk akselerasi target dan prioritas pembangunan nasional,&amp;rdquo; ucap Menko Airlangga.
Dengan turut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dan inflasi dijaga pada  kisaran 2,8%, RAPBN Tahun 2024 juga diharapkan akan mendorong kualitas pertumbuhan  ekonomi Indonesia melalui tingkat inflasi yang relatif rendah dan terkendali serta indikator  sosial yang membaik. &amp;ldquo;Implementasi berbagai program stabilisasi harga berperan penting  dalam menjaga daya beli masyarakat dan pengendalian inflasi dalam negeri,&amp;rdquo; ujar Menko  Airlangga.
Dalam konferensi pers tersebut, Menko Airlangga turut didampingi oleh Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan  Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset, Teknologi  dan Pendidikan Tinggi, Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian, Kepala Kepolisian Negara  Republik Indonesia, dan Wakil Menteri Agama.</content:encoded></item></channel></rss>
