<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HUT ke-78 Indonesia, Menaker: Bonus Demografi Kunci Jadi Negara Maju</title><description>Ida Fauziyah menyatakan, bonus demografi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/17/320/2866073/hut-ke-78-indonesia-menaker-bonus-demografi-kunci-jadi-negara-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/17/320/2866073/hut-ke-78-indonesia-menaker-bonus-demografi-kunci-jadi-negara-maju"/><item><title>HUT ke-78 Indonesia, Menaker: Bonus Demografi Kunci Jadi Negara Maju</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/17/320/2866073/hut-ke-78-indonesia-menaker-bonus-demografi-kunci-jadi-negara-maju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/17/320/2866073/hut-ke-78-indonesia-menaker-bonus-demografi-kunci-jadi-negara-maju</guid><pubDate>Kamis 17 Agustus 2023 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/17/320/2866073/hut-ke-78-indonesia-menaker-bonus-demografi-kunci-jadi-negara-maju-21fjhHWOpw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menaker Sebut Bonus Demografi Jadi Kunci Indonesia Jadi Negara Maju. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/17/320/2866073/hut-ke-78-indonesia-menaker-bonus-demografi-kunci-jadi-negara-maju-21fjhHWOpw.jpg</image><title>Menaker Sebut Bonus Demografi Jadi Kunci Indonesia Jadi Negara Maju. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNy8xLzE2OTMyOS81L3g4bmExZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, bonus demografi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju.
Pertumbuhan penduduk yang memiliki usia produktif dinilai memiliki pengaruh yang cukup kuat pada perekonomian dunia.
&quot;Bonus demografi merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan berpengaruh pada peta perekonomian dunia,&quot; kata Menaker Ida Fauziyah ketika memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia, di Kantor Kemnaker Jakarta, Kamis (17/8/2023).

BACA JUGA:
HUT Ke-78 RI, Relawan Ganjar Gelar Malam Tirakatan hingga Lomba Agustusan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menaker Ida mengungkapkan sejumlah proyeksi untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, antara lain pertumbuhan ekonomi yang memuncak 7,4 persen pada tahun 2039. Selanjutnya adalah pendapatan per kapita sebesar Rp139,48 juta pada tahun 2045.
Ida juga merinci 90 persen pekerja bergerak di sektor non pertanian pada tahun 2045, dan 99,5 persen pekerja tercakup dalam jaminan sosial ketenagakerjaan pada tahun 2045, dan tingkat pengangguran memasuki level alamiah, sekitar 4 persen pada tahun 2045.

BACA JUGA:
HUT Ke-78 RI, Fajar Alfian Ungkap Harapan serta Mohon Doa ke BWF World Championships 2023

&quot;Proyeksi tersebut bukanlah semata tentang angka, melainkan sebuah imajinasi kolektif yang harus kita wujudkan bersama,&quot; tutur Menaker.
Ida menilai bahwa dalam konteks ketenagakerjaan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi menciptakan beragam peluang kesempatan kerja, yang harus diiringi dengan perbaikan kualitas, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja.
&quot;Kita perlu menyadari, masih terdapat banyak persoalan dalam pembangunan ketenagakerjaan,&quot; ucapnya.Menaker Ida berpesan untuk terus mengembangkan program-program pembangunan ketenagakerjaan pada masa mendatang, sebagai bagian merawat imajinasi kebangsaan Indonesia.
&quot;Ini menjadi hal konkret yang dapat kita lakukan sebagai insan aparatur Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengisi Kemerdekaan Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNy8xLzE2OTMyOS81L3g4bmExZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, bonus demografi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju.
Pertumbuhan penduduk yang memiliki usia produktif dinilai memiliki pengaruh yang cukup kuat pada perekonomian dunia.
&quot;Bonus demografi merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan berpengaruh pada peta perekonomian dunia,&quot; kata Menaker Ida Fauziyah ketika memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia, di Kantor Kemnaker Jakarta, Kamis (17/8/2023).

BACA JUGA:
HUT Ke-78 RI, Relawan Ganjar Gelar Malam Tirakatan hingga Lomba Agustusan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menaker Ida mengungkapkan sejumlah proyeksi untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, antara lain pertumbuhan ekonomi yang memuncak 7,4 persen pada tahun 2039. Selanjutnya adalah pendapatan per kapita sebesar Rp139,48 juta pada tahun 2045.
Ida juga merinci 90 persen pekerja bergerak di sektor non pertanian pada tahun 2045, dan 99,5 persen pekerja tercakup dalam jaminan sosial ketenagakerjaan pada tahun 2045, dan tingkat pengangguran memasuki level alamiah, sekitar 4 persen pada tahun 2045.

BACA JUGA:
HUT Ke-78 RI, Fajar Alfian Ungkap Harapan serta Mohon Doa ke BWF World Championships 2023

&quot;Proyeksi tersebut bukanlah semata tentang angka, melainkan sebuah imajinasi kolektif yang harus kita wujudkan bersama,&quot; tutur Menaker.
Ida menilai bahwa dalam konteks ketenagakerjaan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi menciptakan beragam peluang kesempatan kerja, yang harus diiringi dengan perbaikan kualitas, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja.
&quot;Kita perlu menyadari, masih terdapat banyak persoalan dalam pembangunan ketenagakerjaan,&quot; ucapnya.Menaker Ida berpesan untuk terus mengembangkan program-program pembangunan ketenagakerjaan pada masa mendatang, sebagai bagian merawat imajinasi kebangsaan Indonesia.
&quot;Ini menjadi hal konkret yang dapat kita lakukan sebagai insan aparatur Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengisi Kemerdekaan Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
