<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Pembiayaan Korporasi Tumbuh Melambat di Juli 2023, Ini Penyebabnya</title><description>Bank Indonesia mencatat pembiayaan korporasi tumbuh melambat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/18/320/2866827/bi-catat-pembiayaan-korporasi-tumbuh-melambat-di-juli-2023-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/18/320/2866827/bi-catat-pembiayaan-korporasi-tumbuh-melambat-di-juli-2023-ini-penyebabnya"/><item><title>BI Catat Pembiayaan Korporasi Tumbuh Melambat di Juli 2023, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/18/320/2866827/bi-catat-pembiayaan-korporasi-tumbuh-melambat-di-juli-2023-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/18/320/2866827/bi-catat-pembiayaan-korporasi-tumbuh-melambat-di-juli-2023-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2023 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/18/320/2866827/bi-catat-pembiayaan-korporasi-tumbuh-melambat-di-juli-2023-ini-penyebabnya-qQhmivJwty.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembiayaan korporasi melambat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/18/320/2866827/bi-catat-pembiayaan-korporasi-tumbuh-melambat-di-juli-2023-ini-penyebabnya-qQhmivJwty.jpg</image><title>Pembiayaan korporasi melambat (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia mencatat pembiayaan korporasi tumbuh melambat. Berdasarkan hasil Survei Bank Indonesia (BI) pembiayaan korporasi pada Juli 2023 terindikasi tumbuh terbatas.
&quot;Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 17,6%, relatif stabil dibandingkan SBT 17,8% pada Juni 2023,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

BACA JUGA:
Jokowi Siapkan Aturan Penghapusan Kredit Macet UMKM


Adapun sumber pembiayaan korporasi terutama berasal dari dana sendiri, diikuti pembiayaan yang berasal dari perbankan dalam negeri dan pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik. Pertumbuhan kebutuhan pembiayaan korporasi terutama didorong oleh sektor pertanian, sementara perlambatan terjadi pada sektor konstruksi sedangkan penurunan terjadi pada sektor jasa lainnya dan penyedia makanan minuman.

BACA JUGA:
Daftar Promo Menarik Kartu Kredit MNC Bank


&quot;Perlambatan yang terjadi terutama sebagai dampak penurunan kegiatan operasional karena lemahnya permintaan domestik dan ekspor, serta penundaan sejumlah rencana investasi,&quot; ungkap Erwin.
Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juli 2023 juga terindikasi tumbuh terbatas dibandingkan bulan sebelumnya.
&quot;SBT penyaluran kredit baru pada Juli 2023 tercatat sebesar 45,1%,  tumbuh positif meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar  81,7%,&quot; ungkap Erwin.
Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara  lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan  ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain.
&quot;Sementara itu, untuk keseluruhan triwulan III 2023, penawaran  penyaluran kredit baru dari perbankan diprakirakan meningkat,&quot; ucap  Erwin.
Di sisi rumah tangga, sambung dia, permintaan pembiayaan baru  terindikasi meningkat pada Juli 2023. Sementara itu, pemenuhan  pembiayaan yang berasal dari bank umum sedikit melambat dibandingkan  bulan sebelumnya.
&quot;Adapun selain perbankan, sumber pembiayaan lain yang menjadi  preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain  koperasi dan leasing,&quot; pungkas Erwin.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia mencatat pembiayaan korporasi tumbuh melambat. Berdasarkan hasil Survei Bank Indonesia (BI) pembiayaan korporasi pada Juli 2023 terindikasi tumbuh terbatas.
&quot;Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 17,6%, relatif stabil dibandingkan SBT 17,8% pada Juni 2023,&quot; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

BACA JUGA:
Jokowi Siapkan Aturan Penghapusan Kredit Macet UMKM


Adapun sumber pembiayaan korporasi terutama berasal dari dana sendiri, diikuti pembiayaan yang berasal dari perbankan dalam negeri dan pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik. Pertumbuhan kebutuhan pembiayaan korporasi terutama didorong oleh sektor pertanian, sementara perlambatan terjadi pada sektor konstruksi sedangkan penurunan terjadi pada sektor jasa lainnya dan penyedia makanan minuman.

BACA JUGA:
Daftar Promo Menarik Kartu Kredit MNC Bank


&quot;Perlambatan yang terjadi terutama sebagai dampak penurunan kegiatan operasional karena lemahnya permintaan domestik dan ekspor, serta penundaan sejumlah rencana investasi,&quot; ungkap Erwin.
Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juli 2023 juga terindikasi tumbuh terbatas dibandingkan bulan sebelumnya.
&quot;SBT penyaluran kredit baru pada Juli 2023 tercatat sebesar 45,1%,  tumbuh positif meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar  81,7%,&quot; ungkap Erwin.
Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara  lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan  ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain.
&quot;Sementara itu, untuk keseluruhan triwulan III 2023, penawaran  penyaluran kredit baru dari perbankan diprakirakan meningkat,&quot; ucap  Erwin.
Di sisi rumah tangga, sambung dia, permintaan pembiayaan baru  terindikasi meningkat pada Juli 2023. Sementara itu, pemenuhan  pembiayaan yang berasal dari bank umum sedikit melambat dibandingkan  bulan sebelumnya.
&quot;Adapun selain perbankan, sumber pembiayaan lain yang menjadi  preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain  koperasi dan leasing,&quot; pungkas Erwin.</content:encoded></item></channel></rss>
