<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Ditolak, Perjalanan KRL Dipastikan Tidak Berkurang</title><description>KCI memastikan frekuensi perjalanan KRL tidak akan dikurangi meski keputusan impor dari Jepang ditolak Pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/18/320/2867031/impor-ditolak-perjalanan-krl-dipastikan-tidak-berkurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/18/320/2867031/impor-ditolak-perjalanan-krl-dipastikan-tidak-berkurang"/><item><title>Impor Ditolak, Perjalanan KRL Dipastikan Tidak Berkurang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/18/320/2867031/impor-ditolak-perjalanan-krl-dipastikan-tidak-berkurang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/18/320/2867031/impor-ditolak-perjalanan-krl-dipastikan-tidak-berkurang</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2023 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/18/320/2867031/impor-ditolak-perjalanan-krl-dipastikan-tidak-berkurang-yYkaQIv7Rq.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Impor KRL ditolak, KCI pastikan frekuensi jadwal aman. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/18/320/2867031/impor-ditolak-perjalanan-krl-dipastikan-tidak-berkurang-yYkaQIv7Rq.JPG</image><title>Impor KRL ditolak, KCI pastikan frekuensi jadwal aman. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNS8xLzE2ODM5MC81L3g4bXJybmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan frekuensi perjalanan KRL tidak akan dikurangi meski keputusan impor dari Jepang ditolak Pemerintah.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menjelaskan saat ini KCI telah mengoperasikan sekitar 1.100 - 1.150 rangkaian kereta setiap harinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral 2 Petugas Khusyuk Sholat di Bangku KRL, Taat Menjalankan Kewajiban sebagai Muslim

Beberapa rangkaian akan dilakukan maintenance agar rangkaian yang dioperasikan tidak berkurang meski pengadaan KRL terhambat.

&quot;Jadi dalam isu pengadaan KRL ini kami komitmen tidak kurangi frekuensi perjalanan, tapi memang kami harus lakukan rekompetisi dan maintenance beberapa rangkaian,&quot; ujar Anne di stasiun Jakarta Kota, Jumat (18/8/2023).

Anne menjelaskan saat ini Pemerintah telah memutuskan, hanya bisa melakukan impor KRL baru dari Jepang sebanyak 3 unit.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Truk Tabrak Tiang, Aliran Listrik KRL Mati dan Rekayasa Operasional Dilakukan

Kemudian ditambah pengadaan KRL baru yang diproduksi oleh PT INKA.

Targetnya pengadaan impor KRL baru dari Jepang bakal tiba di Indonesia pada tahun 2024 mendatang.

Sedangkan untuk pengadaan KRL yang di produksi oleh PT INKA rencana bakal rampung pada tahun 2025 - 2026 mendatang.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perjalanan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Kembali Normal Usai Truk Tabrak Tiang Listrik


Anne mengaku keputusan pengadaan KRL baru memang tergolong lebih mahal jika dibandingkan dengan impor KRL bekas.



Namun menurutnya hal itu dapat dikompensasikan dengan fasilitas gerbong dan usia pakai yang lebih panjang dibandingkan kereta bekas.



&quot;Pasti lebih mahal, tapi maintanabce lebih irit dan usia lebih panjang. Untuk kenyamanan semua dengan yang baru dapat teknologi baru juga, jadi ada efisiensi di maintenance dan usia pakai. Kemudian semakin tinggi teknologi efesien listrik juga makin kecil,&quot; kata Anne.



Anne menjelaskan saat ini KCI akan melakukan perawatan rutin hingga penambahan armada sarana sebagai langkah pemenuhan kebutuhan mengangkut penumpang KRL pasca kebijakan impor KRL bekas ditolak Pemerintah.



Sementara untuk replacement dengan adanya rencana konservasi dilakukan dengan mendatangkan sarana KRL baru di tahun 2024 sebanyak 3 trainset, retrofit 19 sarana KRL yang dimulai tahun ini dan mendatangkan 8 sarana KRL baru pada tahun 2027.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yNS8xLzE2ODM5MC81L3g4bXJybmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan frekuensi perjalanan KRL tidak akan dikurangi meski keputusan impor dari Jepang ditolak Pemerintah.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menjelaskan saat ini KCI telah mengoperasikan sekitar 1.100 - 1.150 rangkaian kereta setiap harinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral 2 Petugas Khusyuk Sholat di Bangku KRL, Taat Menjalankan Kewajiban sebagai Muslim

Beberapa rangkaian akan dilakukan maintenance agar rangkaian yang dioperasikan tidak berkurang meski pengadaan KRL terhambat.

&quot;Jadi dalam isu pengadaan KRL ini kami komitmen tidak kurangi frekuensi perjalanan, tapi memang kami harus lakukan rekompetisi dan maintenance beberapa rangkaian,&quot; ujar Anne di stasiun Jakarta Kota, Jumat (18/8/2023).

Anne menjelaskan saat ini Pemerintah telah memutuskan, hanya bisa melakukan impor KRL baru dari Jepang sebanyak 3 unit.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Truk Tabrak Tiang, Aliran Listrik KRL Mati dan Rekayasa Operasional Dilakukan

Kemudian ditambah pengadaan KRL baru yang diproduksi oleh PT INKA.

Targetnya pengadaan impor KRL baru dari Jepang bakal tiba di Indonesia pada tahun 2024 mendatang.

Sedangkan untuk pengadaan KRL yang di produksi oleh PT INKA rencana bakal rampung pada tahun 2025 - 2026 mendatang.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perjalanan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Kembali Normal Usai Truk Tabrak Tiang Listrik


Anne mengaku keputusan pengadaan KRL baru memang tergolong lebih mahal jika dibandingkan dengan impor KRL bekas.



Namun menurutnya hal itu dapat dikompensasikan dengan fasilitas gerbong dan usia pakai yang lebih panjang dibandingkan kereta bekas.



&quot;Pasti lebih mahal, tapi maintanabce lebih irit dan usia lebih panjang. Untuk kenyamanan semua dengan yang baru dapat teknologi baru juga, jadi ada efisiensi di maintenance dan usia pakai. Kemudian semakin tinggi teknologi efesien listrik juga makin kecil,&quot; kata Anne.



Anne menjelaskan saat ini KCI akan melakukan perawatan rutin hingga penambahan armada sarana sebagai langkah pemenuhan kebutuhan mengangkut penumpang KRL pasca kebijakan impor KRL bekas ditolak Pemerintah.



Sementara untuk replacement dengan adanya rencana konservasi dilakukan dengan mendatangkan sarana KRL baru di tahun 2024 sebanyak 3 trainset, retrofit 19 sarana KRL yang dimulai tahun ini dan mendatangkan 8 sarana KRL baru pada tahun 2027.</content:encoded></item></channel></rss>
