<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakai Masker Antisipasi Dampak Kualitas Udara Buruk, Menko Luhut: Jenderal hingga Presiden Bisa Kena</title><description>Jakarta mendapat predikat sebagai kota paling tercemar di dunia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/19/320/2867250/pakai-masker-antisipasi-dampak-kualitas-udara-buruk-menko-luhut-jenderal-hingga-presiden-bisa-kena</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/19/320/2867250/pakai-masker-antisipasi-dampak-kualitas-udara-buruk-menko-luhut-jenderal-hingga-presiden-bisa-kena"/><item><title>Pakai Masker Antisipasi Dampak Kualitas Udara Buruk, Menko Luhut: Jenderal hingga Presiden Bisa Kena</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/19/320/2867250/pakai-masker-antisipasi-dampak-kualitas-udara-buruk-menko-luhut-jenderal-hingga-presiden-bisa-kena</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/19/320/2867250/pakai-masker-antisipasi-dampak-kualitas-udara-buruk-menko-luhut-jenderal-hingga-presiden-bisa-kena</guid><pubDate>Sabtu 19 Agustus 2023 10:57 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/19/320/2867250/pakai-masker-antisipasi-dampak-kualitas-udara-buruk-menko-luhut-jenderal-hingga-presiden-bisa-kena-ZP6ws6srXD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut Ajak Masyarkat Pakai Masker di Tengah Kualitas Udara Buruk. (foto: Okezone.com/Business Insider)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/19/320/2867250/pakai-masker-antisipasi-dampak-kualitas-udara-buruk-menko-luhut-jenderal-hingga-presiden-bisa-kena-ZP6ws6srXD.jpg</image><title>Luhut Ajak Masyarkat Pakai Masker di Tengah Kualitas Udara Buruk. (foto: Okezone.com/Business Insider)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xOC8xLzE2OTM3My81L3g4bmJmZTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Jakarta mendapat predikat sebagai kota paling tercemar di dunia. Hal ini karena kualitas udara di Ibu Kota buruk dan tidak sehat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) pun mengusulkan masyarakat untuk menggunakan masker khusus di Jakarta dan sekitarnya. Tujuan mengantisipasi dampak polusi udara karena siapapun bisa terkena.

BACA JUGA:
Polusi Udara Pengaruhi Mental Anak dan Remaja, Begini Penjelasan IDAI

&quot;Tidak ada lintas, tidak ada pangkat jabatan, Jenderal, Kopral, Menteri, Menteri Koordinator, Presiden bisa kena. Tidak ada agama, kau apa suku kau apa, semua bisa kena. Anak kecil orang tua, jadi semua harus kompak,&quot; jelasnya, Sabtu (19/8/2023).
Oleh karena itu, dirinya menegaskan semua masyarakat harus kompak serta patuh dengan apa yang diputuskan oleh pemerintah.

BACA JUGA:
Luhut Turun Tangan Atasi Kualitas Udara Buruk, Ini yang Dilakukan

&quot;Jadi kita semua kompak menghadapi ini. Jadi kalau apapun yang diberikan pemerintah semua harus kita nurut disitu karena kalau tidak kita korbannya,&quot; urainya.
&quot;Sekarang makanya harus kita wajibkan pakai masker lagi kita amankan terutama teman-teman polisi kemarin harus sudah pakai masker,&quot; lanjutnya.Sementara itu, diakui Luhut bahwa penggunaan masker hanya berfungsi menahan 15 persen penyebab polisi ketika dipakai.
&quot;Kita sekarang lagi mengadakan masker yang sampai 50%,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xOC8xLzE2OTM3My81L3g4bmJmZTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Jakarta mendapat predikat sebagai kota paling tercemar di dunia. Hal ini karena kualitas udara di Ibu Kota buruk dan tidak sehat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) pun mengusulkan masyarakat untuk menggunakan masker khusus di Jakarta dan sekitarnya. Tujuan mengantisipasi dampak polusi udara karena siapapun bisa terkena.

BACA JUGA:
Polusi Udara Pengaruhi Mental Anak dan Remaja, Begini Penjelasan IDAI

&quot;Tidak ada lintas, tidak ada pangkat jabatan, Jenderal, Kopral, Menteri, Menteri Koordinator, Presiden bisa kena. Tidak ada agama, kau apa suku kau apa, semua bisa kena. Anak kecil orang tua, jadi semua harus kompak,&quot; jelasnya, Sabtu (19/8/2023).
Oleh karena itu, dirinya menegaskan semua masyarakat harus kompak serta patuh dengan apa yang diputuskan oleh pemerintah.

BACA JUGA:
Luhut Turun Tangan Atasi Kualitas Udara Buruk, Ini yang Dilakukan

&quot;Jadi kita semua kompak menghadapi ini. Jadi kalau apapun yang diberikan pemerintah semua harus kita nurut disitu karena kalau tidak kita korbannya,&quot; urainya.
&quot;Sekarang makanya harus kita wajibkan pakai masker lagi kita amankan terutama teman-teman polisi kemarin harus sudah pakai masker,&quot; lanjutnya.Sementara itu, diakui Luhut bahwa penggunaan masker hanya berfungsi menahan 15 persen penyebab polisi ketika dipakai.
&quot;Kita sekarang lagi mengadakan masker yang sampai 50%,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
