<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga dan Mendag Kanada Dorong Akselerasi Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dengan Kanada</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng dalam pertemuan bilateral kerja sama Indonesia-Kanada</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/11/2867626/menko-airlangga-dan-mendag-kanada-dorong-akselerasi-peningkatan-kerja-sama-ekonomi-indonesia-dengan-kanada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/11/2867626/menko-airlangga-dan-mendag-kanada-dorong-akselerasi-peningkatan-kerja-sama-ekonomi-indonesia-dengan-kanada"/><item><title>Menko Airlangga dan Mendag Kanada Dorong Akselerasi Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dengan Kanada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/11/2867626/menko-airlangga-dan-mendag-kanada-dorong-akselerasi-peningkatan-kerja-sama-ekonomi-indonesia-dengan-kanada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/11/2867626/menko-airlangga-dan-mendag-kanada-dorong-akselerasi-peningkatan-kerja-sama-ekonomi-indonesia-dengan-kanada</guid><pubDate>Minggu 20 Agustus 2023 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/20/11/2867626/menko-airlangga-dan-mendag-kanada-dorong-akselerasi-peningkatan-kerja-sama-ekonomi-indonesia-dengan-kanada-XbbaKaBTof.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Mendag Kanada Mary Ng dorong akselerasi peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Kanada (Foto: Dok Golkar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/20/11/2867626/menko-airlangga-dan-mendag-kanada-dorong-akselerasi-peningkatan-kerja-sama-ekonomi-indonesia-dengan-kanada-XbbaKaBTof.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Mendag Kanada Mary Ng dorong akselerasi peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Kanada (Foto: Dok Golkar)</title></images><description>JAKARTA-Implementasi dan pengembangan kerjasama multi bidang antara Indonesia dan  Kanada menjadi prioritas kedua negara dalam menjalin kerjasama bilateral selama  beberapa tahun terakhir. Lebih penting lagi, bagi Indonesia, kerja sama ekonomi tersebut dipercepat dengan landasan aturan dan arahan Presiden.
Hal-hal tersebut menjadi pembahasan utama Menteri Koordinator Bidang  Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada  Mary Ng dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban pada  Sabtu siang di Jakarta pada Sabtu (19/08/2023).
&amp;ldquo;Misi dagang kedua negara yang akan dilakukan dalam waktu dekat, akan  berkontribusi secara aktif dalam mewujudkan peningkatan hubungan ekonomi kedua  negara,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.

BACA JUGA:
 Pakar Ungkap Sejumlah Alasan Golkar dan Airlangga Layak Jadi Cawapres Prabowo

Kanada juga merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia dengan nilai  perdagangan antara kedua negara mencapai USD4.3 miliar pada tahun 2022 atau  meningkat sebesar 37,14% dari tahun sebelumnya. Dari sisi investasi, Kanada  menempati urutan ke-15 dengan nilai investasi USD964 juta selama periode 2018-2022.
Hubungan ekonomi bilateral Indonesia-Kanada selama ini dinilai strategis mengingat  kedua negara memiliki kepentingan ekonomi yang saling melengkapi. Indonesia dan  Kanada merupakan produsen serta pengolah berbagai komoditas penting dan  kerjasama antara keduanya dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi di masing
masing negara.
&quot;Berbagai kunjungan delegasi bisnis baik Kanada maupun Indonesia diharapkan  dapat lebih memperkuat hubungan dagang dan investasi kedua negara,&amp;rdquo; ujar Menteri  Mary Ng.
Menteri Mary Ng menyampaikan komitmen Kanada dalam pengembangan ekonomi  bilateral dan kawasan dengan dirilisnya Canada Indo-Pacific Strategy (IPS) pada  bulan November 2022. Dalam IPS, Kanada ingin meningkatkan hubungan perdagangan secara bilateral maupun di Kawasan antara lain melalui negosiasi  Indonesia Canada Comprehensive Economic Agreement (ICA-CEPA) maupun dalam  Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) yang saat ini sedang dalam  proses perundingan.
Kedua Menteri memiliki visi yang sama untuk segera merampungkan perundingan  ICA-CEPA tahun depan. Terwujudnya ICA-CEPA diharapkan dapat meningkatkan  PDB Indonesia hingga USD1.4 miliar, dan ekspor Indonesia ke Kanada diperkirakan  akan meningkat sebesar USD851 juta dalam jangka menengah. Lebih lanjut, dalam  Putaran Kelima ICA-CEPA yang diselenggarakan pada bulan Mei-Juni 2023 terdapat  sejumlah kemajuan substantif pada pembahasan isu-isu perdagangan barang, jasa,  dan investasi.
Menteri Mary Ng mengakui pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi  Pemerintah Indonesia. &amp;ldquo;Kami memahami berbagai perhatian Pemerintah Indonesia  terkait BUMN, namun Kanada juga mengharapkan adanya perdagangan yang terbuka  dan pasar yang kompetitif dalam skema perjanjian perdagangan bebas,&amp;rdquo; kata Menteri  Mary Ng.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Mary Ng mengharapkan agar kerja sama produk  halal dapat diwujudkan segera. Kedua Menteri juga memiliki pandangan yang sama  untuk saling mendukung dalam berbagai forum kemitraan antara lain dalam IPEF,  Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dan Financial  Action Task Force (FATF).
Menteri Mary Ng juga menyambut baik rencana Indonesia untuk menjadi anggota  OECD dan mengharapkan berbagai isu teknis dapat segera diselesaikan untuk  membantu aksesi Indonesia pada FATF dengan dukungan Kanada.
&amp;ldquo;Kerjasama critical minerals merupakan hal penting yang diharapkan dapat segera  dibahas dalam skema IPEF. Menyusul disepakatinya Pilar 2 IPEF, saat ini seluruh  negara mitra IPEF tengah fokus untuk penyelesaian pembahasan pada Pilar 3 dan 4  serta beberapa isu pada Pilar 1,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.
Pada akhir pertemuan, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger juga berkesempatan menyinggung pengakhiran tugasnya sebagai Duta Besar di Indonesia  dalam waktu dekat.</description><content:encoded>JAKARTA-Implementasi dan pengembangan kerjasama multi bidang antara Indonesia dan  Kanada menjadi prioritas kedua negara dalam menjalin kerjasama bilateral selama  beberapa tahun terakhir. Lebih penting lagi, bagi Indonesia, kerja sama ekonomi tersebut dipercepat dengan landasan aturan dan arahan Presiden.
Hal-hal tersebut menjadi pembahasan utama Menteri Koordinator Bidang  Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada  Mary Ng dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban pada  Sabtu siang di Jakarta pada Sabtu (19/08/2023).
&amp;ldquo;Misi dagang kedua negara yang akan dilakukan dalam waktu dekat, akan  berkontribusi secara aktif dalam mewujudkan peningkatan hubungan ekonomi kedua  negara,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.

BACA JUGA:
 Pakar Ungkap Sejumlah Alasan Golkar dan Airlangga Layak Jadi Cawapres Prabowo

Kanada juga merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia dengan nilai  perdagangan antara kedua negara mencapai USD4.3 miliar pada tahun 2022 atau  meningkat sebesar 37,14% dari tahun sebelumnya. Dari sisi investasi, Kanada  menempati urutan ke-15 dengan nilai investasi USD964 juta selama periode 2018-2022.
Hubungan ekonomi bilateral Indonesia-Kanada selama ini dinilai strategis mengingat  kedua negara memiliki kepentingan ekonomi yang saling melengkapi. Indonesia dan  Kanada merupakan produsen serta pengolah berbagai komoditas penting dan  kerjasama antara keduanya dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi di masing
masing negara.
&quot;Berbagai kunjungan delegasi bisnis baik Kanada maupun Indonesia diharapkan  dapat lebih memperkuat hubungan dagang dan investasi kedua negara,&amp;rdquo; ujar Menteri  Mary Ng.
Menteri Mary Ng menyampaikan komitmen Kanada dalam pengembangan ekonomi  bilateral dan kawasan dengan dirilisnya Canada Indo-Pacific Strategy (IPS) pada  bulan November 2022. Dalam IPS, Kanada ingin meningkatkan hubungan perdagangan secara bilateral maupun di Kawasan antara lain melalui negosiasi  Indonesia Canada Comprehensive Economic Agreement (ICA-CEPA) maupun dalam  Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) yang saat ini sedang dalam  proses perundingan.
Kedua Menteri memiliki visi yang sama untuk segera merampungkan perundingan  ICA-CEPA tahun depan. Terwujudnya ICA-CEPA diharapkan dapat meningkatkan  PDB Indonesia hingga USD1.4 miliar, dan ekspor Indonesia ke Kanada diperkirakan  akan meningkat sebesar USD851 juta dalam jangka menengah. Lebih lanjut, dalam  Putaran Kelima ICA-CEPA yang diselenggarakan pada bulan Mei-Juni 2023 terdapat  sejumlah kemajuan substantif pada pembahasan isu-isu perdagangan barang, jasa,  dan investasi.
Menteri Mary Ng mengakui pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi  Pemerintah Indonesia. &amp;ldquo;Kami memahami berbagai perhatian Pemerintah Indonesia  terkait BUMN, namun Kanada juga mengharapkan adanya perdagangan yang terbuka  dan pasar yang kompetitif dalam skema perjanjian perdagangan bebas,&amp;rdquo; kata Menteri  Mary Ng.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Mary Ng mengharapkan agar kerja sama produk  halal dapat diwujudkan segera. Kedua Menteri juga memiliki pandangan yang sama  untuk saling mendukung dalam berbagai forum kemitraan antara lain dalam IPEF,  Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dan Financial  Action Task Force (FATF).
Menteri Mary Ng juga menyambut baik rencana Indonesia untuk menjadi anggota  OECD dan mengharapkan berbagai isu teknis dapat segera diselesaikan untuk  membantu aksesi Indonesia pada FATF dengan dukungan Kanada.
&amp;ldquo;Kerjasama critical minerals merupakan hal penting yang diharapkan dapat segera  dibahas dalam skema IPEF. Menyusul disepakatinya Pilar 2 IPEF, saat ini seluruh  negara mitra IPEF tengah fokus untuk penyelesaian pembahasan pada Pilar 3 dan 4  serta beberapa isu pada Pilar 1,&amp;rdquo; pungkas Menko Airlangga.
Pada akhir pertemuan, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger juga berkesempatan menyinggung pengakhiran tugasnya sebagai Duta Besar di Indonesia  dalam waktu dekat.</content:encoded></item></channel></rss>
