<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil: Investasi Kendaraan Listrik di ASEAN Naik 570%</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut investasi kendaraan listrik di ASEAN mengalami kenaikan signifikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/320/2867607/bahlil-investasi-kendaraan-listrik-di-asean-naik-570</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/320/2867607/bahlil-investasi-kendaraan-listrik-di-asean-naik-570"/><item><title>Bahlil: Investasi Kendaraan Listrik di ASEAN Naik 570%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/320/2867607/bahlil-investasi-kendaraan-listrik-di-asean-naik-570</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/320/2867607/bahlil-investasi-kendaraan-listrik-di-asean-naik-570</guid><pubDate>Minggu 20 Agustus 2023 08:20 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/20/320/2867607/bahlil-investasi-kendaraan-listrik-di-asean-naik-570-HV1U8QVhry.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi kendaraan listrik meningkat (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/20/320/2867607/bahlil-investasi-kendaraan-listrik-di-asean-naik-570-HV1U8QVhry.jpg</image><title>Investasi kendaraan listrik meningkat (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy84LzE2OTE2NS81L3g4bjZlMnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut investasi kendaraan listrik di ASEAN mengalami kenaikan signifikan. Dia meyakini investasi untuk ekosistem kendaraan listrik bagi Indonesia dan ASEAN pada 2023 akan terus menanjak dan melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
Temui Luhut, Wamen BUMN Sebut Himbara Siap Beri Insentif Kendaraan Listrik


&amp;ldquo;Tumbuh lagi (2023). Pertumbuhannya semakin hari semakin naik. Di kawasan ASEAN pertumbuhannya 570% pada 2022 untuk investasi EV (Electric Vehicle),&amp;rdquo; kata Bahlil dilansir dari Antara, Minggu (20/8/2023).
Bahlil mengatakan keyakinan tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan dunia terhadap kendaraan listrik. Sejalan dengan itu, mayoritas sumber daya pendukung ekosistem kendaraan listrik dimiliki oleh Indonesia dan negara-negara ASEAN. Selain itu, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) terbesar nomor dua berada di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Jokowi Ungkap Alasan Berikan Insentif Kendaraan Listrik sampai Rp70 Juta


&amp;ldquo;Saya yakin, optimistis dong, masa pengusaha pesimistis,&amp;rdquo; kata Bahlil.
Menurut Bahlil, pertumbuhan investasi ekosistem kendaraan listrik di ASEAN meningkat 570% (year-on-year/yoy) di 2022, sedangkan untuk investasi hijau di bidang energi baru terbarukan di 2022 tumbuh lebih dari 200% secara tahunan (yoy).
Bahlil menjelaskan sejumlah negara ASEAN sedang gencar untuk  mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Di Indonesia, pemerintah  tengah mendorong pembangunan pabrik baterai dan motor listrik.
Sedangkan di Vietnam, menurut Bahlil, ekosistem kendaraan listrik  sedang berkembang, sementara Filipina sudah membuat undang-undang untuk  ekosistem kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Thailand juga berkembang, Malaysia juga berkembang, hampir semua  negara di Asean sedang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,&amp;rdquo; kata  dia.
Dalam pertemuan Dewan AIA yang merupakan bagian AEM ke-55, Sabtu,  menteri ekonomi ASEAN sepakat untuk melakukan formulasi guna membangun  ekosistem energi baru terbarukan dan menurunkan emisi, salah satunya  dengan mengedepankan ekosistem kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Ini menjadi satu bagian terpenting karena Indonesia, Malaysia,  Vietnam, Thailand, hampir semua negara itu sedang mengembangkan  ekosistem EV dan ini adalah bagian terpenting yang kita putuskan,&amp;rdquo; kata  Bahlil.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy84LzE2OTE2NS81L3g4bjZlMnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut investasi kendaraan listrik di ASEAN mengalami kenaikan signifikan. Dia meyakini investasi untuk ekosistem kendaraan listrik bagi Indonesia dan ASEAN pada 2023 akan terus menanjak dan melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
Temui Luhut, Wamen BUMN Sebut Himbara Siap Beri Insentif Kendaraan Listrik


&amp;ldquo;Tumbuh lagi (2023). Pertumbuhannya semakin hari semakin naik. Di kawasan ASEAN pertumbuhannya 570% pada 2022 untuk investasi EV (Electric Vehicle),&amp;rdquo; kata Bahlil dilansir dari Antara, Minggu (20/8/2023).
Bahlil mengatakan keyakinan tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan dunia terhadap kendaraan listrik. Sejalan dengan itu, mayoritas sumber daya pendukung ekosistem kendaraan listrik dimiliki oleh Indonesia dan negara-negara ASEAN. Selain itu, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) terbesar nomor dua berada di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Jokowi Ungkap Alasan Berikan Insentif Kendaraan Listrik sampai Rp70 Juta


&amp;ldquo;Saya yakin, optimistis dong, masa pengusaha pesimistis,&amp;rdquo; kata Bahlil.
Menurut Bahlil, pertumbuhan investasi ekosistem kendaraan listrik di ASEAN meningkat 570% (year-on-year/yoy) di 2022, sedangkan untuk investasi hijau di bidang energi baru terbarukan di 2022 tumbuh lebih dari 200% secara tahunan (yoy).
Bahlil menjelaskan sejumlah negara ASEAN sedang gencar untuk  mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Di Indonesia, pemerintah  tengah mendorong pembangunan pabrik baterai dan motor listrik.
Sedangkan di Vietnam, menurut Bahlil, ekosistem kendaraan listrik  sedang berkembang, sementara Filipina sudah membuat undang-undang untuk  ekosistem kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Thailand juga berkembang, Malaysia juga berkembang, hampir semua  negara di Asean sedang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,&amp;rdquo; kata  dia.
Dalam pertemuan Dewan AIA yang merupakan bagian AEM ke-55, Sabtu,  menteri ekonomi ASEAN sepakat untuk melakukan formulasi guna membangun  ekosistem energi baru terbarukan dan menurunkan emisi, salah satunya  dengan mengedepankan ekosistem kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Ini menjadi satu bagian terpenting karena Indonesia, Malaysia,  Vietnam, Thailand, hampir semua negara itu sedang mengembangkan  ekosistem EV dan ini adalah bagian terpenting yang kita putuskan,&amp;rdquo; kata  Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
