<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi di ASEAN Disebut Belum Merata, Ini Buktinya</title><description>MenteriI Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap investasi yang masuk ke kawasan ASEAN belum merata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/320/2867717/investasi-di-asean-disebut-belum-merata-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/320/2867717/investasi-di-asean-disebut-belum-merata-ini-buktinya"/><item><title>Investasi di ASEAN Disebut Belum Merata, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/320/2867717/investasi-di-asean-disebut-belum-merata-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/320/2867717/investasi-di-asean-disebut-belum-merata-ini-buktinya</guid><pubDate>Minggu 20 Agustus 2023 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/20/320/2867717/investasi-di-asean-disebut-belum-merata-ini-buktinya-FRfTlB69z5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi di kawasan ASEAN belum merata (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/20/320/2867717/investasi-di-asean-disebut-belum-merata-ini-buktinya-FRfTlB69z5.jpg</image><title>Investasi di kawasan ASEAN belum merata (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS84LzE2ODU1OS81L3g4bXdraHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - MenteriI Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap investasi yang masuk ke kawasan ASEAN belum merata. Hal itu akhirnya mengancam pertumbuhan yang tidak merata.
Hal itu diungkapkan Bahlil saat memimpin AIA (ASEAN Investment Area) Council Meeting ke-26 di Semarang, Jawa Tengah, yang juga dihadiri oleh seluruh anggota ASEAN serta perwakilan UNCTAD (United Nation Conference on Trade and Development).

BACA JUGA:
Bahlil: Investasi Kendaraan Listrik di ASEAN Naik 570%


Special ASEAN Investment Report (AIR) 2023 memotret pertumbuhan investasi ASEAN tahun 2022 naik 5% dengan total investasi USD224 miliar. Hal ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah di tengah arus investasi dunia yang turun hingga 12% di tahun yang sama.
Bahlil menyampaikan data tersebut sejalan dengan tema Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 bahwa kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan dunia atau Epicentrum of Growth. Namun, Bahlil menekankan pentingnya mengedepankan asas pemerataan investasi.

BACA JUGA:
MNC Sekuritas-BEI Gelar Kelas Online Kenal Investasi Syariah, Buruan Daftar Sekarang!


&amp;ldquo;Konsentrasi FDI pada segelintir golongan akan mengancam kesatuan ASEAN di masa depan. Pada tahun 2022, 60% FDI yang masuk ke ASEAN hanya dinikmati oleh kurang dari 1% penduduk ASEAN. Ke depan, ASEAN perlu lebih memupuk kolaborasi secara konkret dalam upaya promosi dan fasilitas investasi agar ASEAN betul-betul dapat menjadi satu komunitas, satu rumah, satu keluarga,&amp;rdquo; kata Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/8/2023).
Direktur Divisi Investasi dan Bisnis UNCTAD James Zhan menjelaskan, laporan UNCTAD juga menggarisbawahi pertumbuhan manufaktur di ASEAN yang meningkat tajam. Tahun 2020 masa pandemi pertumbuhan manufaktur tetap tumbuh mencapai USD11 miliar saat seluruh dunia juga terpuruk. Namun pemulihan di ASEAN berlangsung cepat. Terbukti di tahun 2021 mengalami lonjakan pertumbuhan 400% menjadi USD55 miliar dan tetap mampu naik di tahun 2022 sebesar USD62 miliar.
&quot;Sangat kontras perbedaan arus investasi ke negara berkembang yang  naik 4% dengan arus investasi global dan juga negara maju. Arus  investasi ke Asia Tenggara bahkan meningkat hingga 5%, melampaui level  global dan negara maju. Menteri-menteri Asia Tenggara telah berhasil  dalam hal menarik investasi ke kawasan ini,&amp;rdquo; ungkap James.
Pertemuan AIA Council yang ke-26 ini merupakan bagian dari ASEAN  Economic Ministers&amp;rsquo; (AEM) Meeting yang dihadiri oleh perwakilan dari  sepuluh negara ASEAN yang membidangi terkait isu investasi. UNCTAD  didukung oleh Pemerintah Indonesia dalam menyusun kajian Special ASEAN  Investment Report (AIR) 2023.
Kajian ini memuat tema International Investment Trends: Key issues  and policy options, yang secara garis besar membahas tren FDI global dan  kebijakan-kebijakan terkait FDI di dunia, isu-isu baru yang muncul,  serta pilihan kebijakan terkait isu-isu baru dimaksud.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS84LzE2ODU1OS81L3g4bXdraHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - MenteriI Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap investasi yang masuk ke kawasan ASEAN belum merata. Hal itu akhirnya mengancam pertumbuhan yang tidak merata.
Hal itu diungkapkan Bahlil saat memimpin AIA (ASEAN Investment Area) Council Meeting ke-26 di Semarang, Jawa Tengah, yang juga dihadiri oleh seluruh anggota ASEAN serta perwakilan UNCTAD (United Nation Conference on Trade and Development).

BACA JUGA:
Bahlil: Investasi Kendaraan Listrik di ASEAN Naik 570%


Special ASEAN Investment Report (AIR) 2023 memotret pertumbuhan investasi ASEAN tahun 2022 naik 5% dengan total investasi USD224 miliar. Hal ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah di tengah arus investasi dunia yang turun hingga 12% di tahun yang sama.
Bahlil menyampaikan data tersebut sejalan dengan tema Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 bahwa kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan dunia atau Epicentrum of Growth. Namun, Bahlil menekankan pentingnya mengedepankan asas pemerataan investasi.

BACA JUGA:
MNC Sekuritas-BEI Gelar Kelas Online Kenal Investasi Syariah, Buruan Daftar Sekarang!


&amp;ldquo;Konsentrasi FDI pada segelintir golongan akan mengancam kesatuan ASEAN di masa depan. Pada tahun 2022, 60% FDI yang masuk ke ASEAN hanya dinikmati oleh kurang dari 1% penduduk ASEAN. Ke depan, ASEAN perlu lebih memupuk kolaborasi secara konkret dalam upaya promosi dan fasilitas investasi agar ASEAN betul-betul dapat menjadi satu komunitas, satu rumah, satu keluarga,&amp;rdquo; kata Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/8/2023).
Direktur Divisi Investasi dan Bisnis UNCTAD James Zhan menjelaskan, laporan UNCTAD juga menggarisbawahi pertumbuhan manufaktur di ASEAN yang meningkat tajam. Tahun 2020 masa pandemi pertumbuhan manufaktur tetap tumbuh mencapai USD11 miliar saat seluruh dunia juga terpuruk. Namun pemulihan di ASEAN berlangsung cepat. Terbukti di tahun 2021 mengalami lonjakan pertumbuhan 400% menjadi USD55 miliar dan tetap mampu naik di tahun 2022 sebesar USD62 miliar.
&quot;Sangat kontras perbedaan arus investasi ke negara berkembang yang  naik 4% dengan arus investasi global dan juga negara maju. Arus  investasi ke Asia Tenggara bahkan meningkat hingga 5%, melampaui level  global dan negara maju. Menteri-menteri Asia Tenggara telah berhasil  dalam hal menarik investasi ke kawasan ini,&amp;rdquo; ungkap James.
Pertemuan AIA Council yang ke-26 ini merupakan bagian dari ASEAN  Economic Ministers&amp;rsquo; (AEM) Meeting yang dihadiri oleh perwakilan dari  sepuluh negara ASEAN yang membidangi terkait isu investasi. UNCTAD  didukung oleh Pemerintah Indonesia dalam menyusun kajian Special ASEAN  Investment Report (AIR) 2023.
Kajian ini memuat tema International Investment Trends: Key issues  and policy options, yang secara garis besar membahas tren FDI global dan  kebijakan-kebijakan terkait FDI di dunia, isu-isu baru yang muncul,  serta pilihan kebijakan terkait isu-isu baru dimaksud.</content:encoded></item></channel></rss>
