<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Harga Kopi Starbucks Mahal? Ternyata Ini Alasannya</title><description>Mengapa harga kopi Starbucks mahal? Ternyata ini alasannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/455/2866554/mengapa-harga-kopi-starbucks-mahal-ternyata-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/455/2866554/mengapa-harga-kopi-starbucks-mahal-ternyata-ini-alasannya"/><item><title>Mengapa Harga Kopi Starbucks Mahal? Ternyata Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/455/2866554/mengapa-harga-kopi-starbucks-mahal-ternyata-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/20/455/2866554/mengapa-harga-kopi-starbucks-mahal-ternyata-ini-alasannya</guid><pubDate>Minggu 20 Agustus 2023 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/18/455/2866554/mengapa-harga-kopi-starbucks-mahal-ternyata-ini-alasannya-KDuYD4i7F7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenapa harga kopi starbucks mahal (Foto:Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/18/455/2866554/mengapa-harga-kopi-starbucks-mahal-ternyata-ini-alasannya-KDuYD4i7F7.jpg</image><title>Kenapa harga kopi starbucks mahal (Foto:Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMy8wMS80LzkxMjQ3LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mengapa harga kopi Starbucks mahal? Ternyata ini alasannya. Ada faktor mengenai harga kopi Starbucks mahal dibandingkan bisnis kopi lainnya.
Beberapa usaha kopi asal Amerika yang tersebar di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan juga memiliki harga tidak ramah kantong. Salah satunya harga kopi Starbuck di Indonesia yang termurah yakni Rp35.000 serta termahal ada yang mencapai Rp70.000 jika menambahkan beberapa topping tambahan.

BACA JUGA:
Alasan Starbucks Lebih Laku di Indonesia Dibanding Vietnam


Lantas mengapa harga kopi starbucks mahal? Ternyata ada tiga alasan yang memengaruhinya.
Alasan pertama adalah kualitas biji kopi yang dimiliki merupakan terbaik dunia. Pemilihan biji ini dilakukan dengan cermat hingga sempurna. Ibaratnya ada kualitas tinggi maka harga produksinya juga mahal.

BACA JUGA:
1.000 Barista Starbucks Mogok Kerja, Ini yang Dituntut 


Alasan kedua adalah biaya tenaga kerja. Starbucks mempekerjakan barista terampil yang meluangkan waktu untuk membuat setiap cangkir kopi dengan tepat. Perhatian terhadap detail ini menambah harga produknya mahal. Alasan ketiga adalah biaya sewa.
Kedai kopi Starbucks biasanya berlokasi di lokasi real estat utama. Biaya sewa yang tinggi ini diteruskan ke pelanggan dalam bentuk harga  lebih tinggi.
Namun, meski dengan harga mahal, kopi Starbucks masih menjadi salah satu pilihan kopi paling populer.
- Sejarah Kopi Starbucks
Pada awalnya, kedai kopi Starbucks ini pertama kali didirikan oleh 3  orang lelaki, yaitu, Zev Siegl, Gordon Bowker, dan Jerry Baldwin.  Pembukaan gerai Starbucks untuk pertama kalinya tersebut dilakukan pada  tahun 1971 yang terletak di Seattle, Amerika Serikat, atau lebih  tepatnya di Pike Place Market.
Bukan tanpa alasan, latar belakang para pendiri brand tersebut  memutuskan untuk membuka kedai kopi miliknya sendiri adalah karena  kegemaran mereka akan kopi dan teh. Terkait nama Starbucks sendiri  didapat dari nama tokoh dari sebuah novel berjudul Moby Dick, yaitu  sebuah novel klasik buatan Herman Melville di tahun 1851.

BACA JUGA:
Kopi Lokal Lebih Laris Manis Dibanding Starbucks di Vietnam 


Pada tahun 1980, Seigl memutuskan hengkang dari brand Starbucks, dan  jabatan presiden perusahaan berada di tangan Baldwin. Tepat di tahun  1981, seorang sales alat dapur bernama Howard Schultz mengunjungi kedai  Starbucks pertama tersebut.
Ketika berkunjung, Schultz langsung terpesona dengan kedai kopi  tersebut dan memutuskan untuk berkarir dalam bisnis itu. Mengacu dari  situs resmi Starbucks, Schultz saat ini telah menjadi direktur pemasaran  dan operasional dari retail perusahaan franchise tersebut.
Di awal masa kerjanya di tahun 1982, Schultz mendapatkan tugas untuk  meningkatkan dan mengembangkan penjualan melalui sejumlah strategi.  Berkat pengalamannya sebagai seorang sales, ia mampu membagikan  kemampuannya di bidang marketing kepada pegawai guna memberikan  pelayanan dengan lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Schultz juga  membagikan brosur kepada pelanggan agar lebih mudah dalam mengenali  setiap produk yang ditawarkan oleh brand minuman tersebut.
Berlanjut ke tahun 1983, ia berkunjung ke Italia guna menghadiri  suatu pameran. Ketika berada di Italia, Schultz merasa terkagum-kagum  dengan kafe yang berada di sana dan ingin menerapkan konsep kafe yang  sama pada kedai Starbucks. Akan tetapi, gagasan tersebut ditolak oleh  Bowker dan Baldwin karena sejumlah alasan.
Tepat pada tahun 1992, brand kopi tersebut langsung mendapatkan  banyak penggemar dan terus berkembang hingga saat ini. Memasuki awal  abad 21 sekarang ini, brand tersebut terus berkembang dan bertumbuh  dengan pesat hingga mampu membuka setidaknya 30 ribu gerai yang tersebar  di seluruh penjuru dunia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMy8wMS80LzkxMjQ3LzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mengapa harga kopi Starbucks mahal? Ternyata ini alasannya. Ada faktor mengenai harga kopi Starbucks mahal dibandingkan bisnis kopi lainnya.
Beberapa usaha kopi asal Amerika yang tersebar di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan juga memiliki harga tidak ramah kantong. Salah satunya harga kopi Starbuck di Indonesia yang termurah yakni Rp35.000 serta termahal ada yang mencapai Rp70.000 jika menambahkan beberapa topping tambahan.

BACA JUGA:
Alasan Starbucks Lebih Laku di Indonesia Dibanding Vietnam


Lantas mengapa harga kopi starbucks mahal? Ternyata ada tiga alasan yang memengaruhinya.
Alasan pertama adalah kualitas biji kopi yang dimiliki merupakan terbaik dunia. Pemilihan biji ini dilakukan dengan cermat hingga sempurna. Ibaratnya ada kualitas tinggi maka harga produksinya juga mahal.

BACA JUGA:
1.000 Barista Starbucks Mogok Kerja, Ini yang Dituntut 


Alasan kedua adalah biaya tenaga kerja. Starbucks mempekerjakan barista terampil yang meluangkan waktu untuk membuat setiap cangkir kopi dengan tepat. Perhatian terhadap detail ini menambah harga produknya mahal. Alasan ketiga adalah biaya sewa.
Kedai kopi Starbucks biasanya berlokasi di lokasi real estat utama. Biaya sewa yang tinggi ini diteruskan ke pelanggan dalam bentuk harga  lebih tinggi.
Namun, meski dengan harga mahal, kopi Starbucks masih menjadi salah satu pilihan kopi paling populer.
- Sejarah Kopi Starbucks
Pada awalnya, kedai kopi Starbucks ini pertama kali didirikan oleh 3  orang lelaki, yaitu, Zev Siegl, Gordon Bowker, dan Jerry Baldwin.  Pembukaan gerai Starbucks untuk pertama kalinya tersebut dilakukan pada  tahun 1971 yang terletak di Seattle, Amerika Serikat, atau lebih  tepatnya di Pike Place Market.
Bukan tanpa alasan, latar belakang para pendiri brand tersebut  memutuskan untuk membuka kedai kopi miliknya sendiri adalah karena  kegemaran mereka akan kopi dan teh. Terkait nama Starbucks sendiri  didapat dari nama tokoh dari sebuah novel berjudul Moby Dick, yaitu  sebuah novel klasik buatan Herman Melville di tahun 1851.

BACA JUGA:
Kopi Lokal Lebih Laris Manis Dibanding Starbucks di Vietnam 


Pada tahun 1980, Seigl memutuskan hengkang dari brand Starbucks, dan  jabatan presiden perusahaan berada di tangan Baldwin. Tepat di tahun  1981, seorang sales alat dapur bernama Howard Schultz mengunjungi kedai  Starbucks pertama tersebut.
Ketika berkunjung, Schultz langsung terpesona dengan kedai kopi  tersebut dan memutuskan untuk berkarir dalam bisnis itu. Mengacu dari  situs resmi Starbucks, Schultz saat ini telah menjadi direktur pemasaran  dan operasional dari retail perusahaan franchise tersebut.
Di awal masa kerjanya di tahun 1982, Schultz mendapatkan tugas untuk  meningkatkan dan mengembangkan penjualan melalui sejumlah strategi.  Berkat pengalamannya sebagai seorang sales, ia mampu membagikan  kemampuannya di bidang marketing kepada pegawai guna memberikan  pelayanan dengan lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Schultz juga  membagikan brosur kepada pelanggan agar lebih mudah dalam mengenali  setiap produk yang ditawarkan oleh brand minuman tersebut.
Berlanjut ke tahun 1983, ia berkunjung ke Italia guna menghadiri  suatu pameran. Ketika berada di Italia, Schultz merasa terkagum-kagum  dengan kafe yang berada di sana dan ingin menerapkan konsep kafe yang  sama pada kedai Starbucks. Akan tetapi, gagasan tersebut ditolak oleh  Bowker dan Baldwin karena sejumlah alasan.
Tepat pada tahun 1992, brand kopi tersebut langsung mendapatkan  banyak penggemar dan terus berkembang hingga saat ini. Memasuki awal  abad 21 sekarang ini, brand tersebut terus berkembang dan bertumbuh  dengan pesat hingga mampu membuka setidaknya 30 ribu gerai yang tersebar  di seluruh penjuru dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
