<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi Kendaraan Listrik di ASEAN Melesat</title><description>Investasi kendaraan listrik di kawasan ASEAN mengalami kenaikan. Hal  ini disampaikan langsung oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2867795/investasi-kendaraan-listrik-di-asean-melesat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2867795/investasi-kendaraan-listrik-di-asean-melesat"/><item><title>Investasi Kendaraan Listrik di ASEAN Melesat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2867795/investasi-kendaraan-listrik-di-asean-melesat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2867795/investasi-kendaraan-listrik-di-asean-melesat</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/20/320/2867795/investasi-kendaraan-listrik-di-asean-melesat-osjuIQSH7q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi kendaraan listrik meningkat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/20/320/2867795/investasi-kendaraan-listrik-di-asean-melesat-osjuIQSH7q.jpg</image><title>Investasi kendaraan listrik meningkat (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi84LzE2OTMwNi81L3g4bjk0OHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investasi kendaraan listrik di kawasan ASEAN mengalami kenaikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengatakan bahwa investasi untuk ekosistem kendaraan listrik bagi Indonesia dan ASEAN pada 2023 akan terus mengalami kenaikan dan melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
Jelang Penutupan GIIAS 2023, Mobil Listrik Ini Sudah Jalani Test Drive Lebih dari 600 Kali


&amp;ldquo;Tumbuh lagi (2023). Pertumbuhannya semakin hari semakin naik. Di kawasan ASEAN pertumbuhannya 570% pada 2022 untuk investasi EV (Electric Vehicle),&amp;rdquo; kata Bahlil dilansir dari Antara, Minggu (20/8/2023).
Bahlil yakin hal tersebut akan mendapat dukungan apabila disertai dengan meningkatnya permintaan dunia terhadap kendaraan listrik. Selain itu, mayoritas sumber daya pendukung ekosistem kendaraan listrik dimiliki oleh Indonesia dan negara ASEAN. Sehingga investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) di Asia Tenggara menjadi yang terbesar nomor dua.

BACA JUGA:
Ini Penampakan Mobil Listrik Pertama Lamborghini Seharga Rp4,5 Miliar


&amp;ldquo;Saya yakin, optimistis dong, masa pengusaha pesimistis,&amp;rdquo; kata Bahlil.
Bahlil percaya pertumbuhan investasi ekosistem kendaraan listrik di ASEAN meningkat 570% (year-on-year/yoy) di 2022. Sedangkan untuk investasi hijau di bidang energi baru terbarukan di 2022 tumbuh lebih dari 200% secara tahunan (yoy).
Kemudian Bahlil menjelaskan bahwa sejumlah negara ASEAN sedang banyak mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Adapun di Indonesia, pemerintah sedang giat membangun pabrik baterai dan motor listrik.
Sedangkan Vietnam, ekosistem kendaraan listrik sedang berkembang.  Untuk Filipina sudah membuat undang-undang yang mengatur ekosistem  kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Thailand juga berkembang, Malaysia juga berkembang, hampir semua  negara di Asean sedang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,&amp;rdquo; kata  Bahlil.
Melalui petemuan Dewan AIA yang merupakan bagian AEM ke-55, Sabtu,  menteri ekonomi ASEAN sepakat untuk melakukan formulasi dalam membangun  ekosistem energi baru terbarukan dan menurunkan emisi. Salah satunya  dengan mengedepankan ekosistem kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Ini menjadi satu bagian terpenting karena Indonesia, Malaysia,  Vietnam, Thailand, hampir semua negara itu sedang mengembangkan  ekosistem EV dan ini adalah bagian terpenting yang kita putuskan,&amp;rdquo; kata  Bahlil.
Baca Selengkapnya: Bahlil: Investasi Kendaraan Listrik di ASEAN Naik 570%</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xNi84LzE2OTMwNi81L3g4bjk0OHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investasi kendaraan listrik di kawasan ASEAN mengalami kenaikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengatakan bahwa investasi untuk ekosistem kendaraan listrik bagi Indonesia dan ASEAN pada 2023 akan terus mengalami kenaikan dan melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
Jelang Penutupan GIIAS 2023, Mobil Listrik Ini Sudah Jalani Test Drive Lebih dari 600 Kali


&amp;ldquo;Tumbuh lagi (2023). Pertumbuhannya semakin hari semakin naik. Di kawasan ASEAN pertumbuhannya 570% pada 2022 untuk investasi EV (Electric Vehicle),&amp;rdquo; kata Bahlil dilansir dari Antara, Minggu (20/8/2023).
Bahlil yakin hal tersebut akan mendapat dukungan apabila disertai dengan meningkatnya permintaan dunia terhadap kendaraan listrik. Selain itu, mayoritas sumber daya pendukung ekosistem kendaraan listrik dimiliki oleh Indonesia dan negara ASEAN. Sehingga investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) di Asia Tenggara menjadi yang terbesar nomor dua.

BACA JUGA:
Ini Penampakan Mobil Listrik Pertama Lamborghini Seharga Rp4,5 Miliar


&amp;ldquo;Saya yakin, optimistis dong, masa pengusaha pesimistis,&amp;rdquo; kata Bahlil.
Bahlil percaya pertumbuhan investasi ekosistem kendaraan listrik di ASEAN meningkat 570% (year-on-year/yoy) di 2022. Sedangkan untuk investasi hijau di bidang energi baru terbarukan di 2022 tumbuh lebih dari 200% secara tahunan (yoy).
Kemudian Bahlil menjelaskan bahwa sejumlah negara ASEAN sedang banyak mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Adapun di Indonesia, pemerintah sedang giat membangun pabrik baterai dan motor listrik.
Sedangkan Vietnam, ekosistem kendaraan listrik sedang berkembang.  Untuk Filipina sudah membuat undang-undang yang mengatur ekosistem  kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Thailand juga berkembang, Malaysia juga berkembang, hampir semua  negara di Asean sedang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,&amp;rdquo; kata  Bahlil.
Melalui petemuan Dewan AIA yang merupakan bagian AEM ke-55, Sabtu,  menteri ekonomi ASEAN sepakat untuk melakukan formulasi dalam membangun  ekosistem energi baru terbarukan dan menurunkan emisi. Salah satunya  dengan mengedepankan ekosistem kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Ini menjadi satu bagian terpenting karena Indonesia, Malaysia,  Vietnam, Thailand, hampir semua negara itu sedang mengembangkan  ekosistem EV dan ini adalah bagian terpenting yang kita putuskan,&amp;rdquo; kata  Bahlil.
Baca Selengkapnya: Bahlil: Investasi Kendaraan Listrik di ASEAN Naik 570%</content:encoded></item></channel></rss>
