<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemarau Panjang Dampak El Nino, Produksi Beras Indonesia Diproyeksi Turun 1,5 Juta Ton</title><description>Produksi beras Indonesia diproyeksi turun 1,5 juta ton akibat kemarau panjang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2868139/kemarau-panjang-dampak-el-nino-produksi-beras-indonesia-diproyeksi-turun-1-5-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2868139/kemarau-panjang-dampak-el-nino-produksi-beras-indonesia-diproyeksi-turun-1-5-juta-ton"/><item><title>Kemarau Panjang Dampak El Nino, Produksi Beras Indonesia Diproyeksi Turun 1,5 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2868139/kemarau-panjang-dampak-el-nino-produksi-beras-indonesia-diproyeksi-turun-1-5-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2868139/kemarau-panjang-dampak-el-nino-produksi-beras-indonesia-diproyeksi-turun-1-5-juta-ton</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/320/2868139/kemarau-panjang-dampak-el-nino-produksi-beras-indonesia-diproyeksi-turun-1-5-juta-ton-vtPKzwoFIN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi beras diprediksi turun 1,5 juta ton (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/320/2868139/kemarau-panjang-dampak-el-nino-produksi-beras-indonesia-diproyeksi-turun-1-5-juta-ton-vtPKzwoFIN.jpg</image><title>Produksi beras diprediksi turun 1,5 juta ton (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy8xLzE2OTE1Ni81L3g4bjZic2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Produksi beras Indonesia diproyeksi turun 1,5 juta ton akibat kemarau panjang. Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas mengatakan datangnya fenomena El Nino akan berdampak musim kemarau yang lebih panjang.

BACA JUGA:
5 Tips Mencegah Digigit Nyamuk Akibat Fenomena El Nino, Salah Satunya Pakai Baju Warna Terang 


Dwi Andreas memproyeksikan pada tahun ini produksi beras Indonesia sendiri akan turun sekitar 5% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka tersebut setara dengan pengurangan produksi beras sebanyak 1,5 juta ton pada tahun ini.
&quot;Kalau perkiraan saya penurunan produksi tahun ini 5%, apa makna 5%, maka produksi beras kita akan turun 1,5 juta ton, itu perkiraan kita, kalau berdasarkan ramalan BPS hanya 750 ribu ton,&quot; ujar Dwi Andreas dalam Market Review IDXChannel, Senin (21/8/2023).

BACA JUGA:
5 Cara Mencegah Digigit Nyamuk Dampak Fenomena El Nino


Dwi Andreas menjelaskan penurunan itu produksi itu bukan semata-mata disebabkan oleh El Nino. Tapi memang penurunan yang disebabkan oleh faktor musim. Pada saat ini Indonesia memang tengah masuk musim kemarau, sehingga pasokan air ke sawah berkurang.
&quot;El nino ini sering kali kita campur aduk, seolah kekeringan saat ini hanya disebabkan el nino, padahal kan memang sudah masuk musim kemarau,&quot; lanjutnya.
Namun dengan adanya El Nino akan membuat musim kemarau tersebut  berlangsung lebih lama. Misal secara periodik musim hujan bisanya mulai  masuk pada bulan-bulan September hingga penghujung tahun, dengan adanya  El Nino, maka diproyeksikan musim hujan akan masuk lebih lambat.
&quot;Sudah barang tentu apakah El Nino berperan, iya, kemungkinan musim  kemarau panjang sedikit, jadi musim hujan akan mundur, mungkin bisa  masuk baru ke November,&quot; kata Dwi Andreas.
Dwi Andreas berharap Pemerintah bisa segera melakukan antisipasi dari  adanya musim kemarau yang bisa berlangsung lebih panjang ini. Salah  satunya dengan membangun sumur-sumur bor di daerah-daerah sentra  pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy8xLzE2OTE1Ni81L3g4bjZic2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Produksi beras Indonesia diproyeksi turun 1,5 juta ton akibat kemarau panjang. Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas mengatakan datangnya fenomena El Nino akan berdampak musim kemarau yang lebih panjang.

BACA JUGA:
5 Tips Mencegah Digigit Nyamuk Akibat Fenomena El Nino, Salah Satunya Pakai Baju Warna Terang 


Dwi Andreas memproyeksikan pada tahun ini produksi beras Indonesia sendiri akan turun sekitar 5% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka tersebut setara dengan pengurangan produksi beras sebanyak 1,5 juta ton pada tahun ini.
&quot;Kalau perkiraan saya penurunan produksi tahun ini 5%, apa makna 5%, maka produksi beras kita akan turun 1,5 juta ton, itu perkiraan kita, kalau berdasarkan ramalan BPS hanya 750 ribu ton,&quot; ujar Dwi Andreas dalam Market Review IDXChannel, Senin (21/8/2023).

BACA JUGA:
5 Cara Mencegah Digigit Nyamuk Dampak Fenomena El Nino


Dwi Andreas menjelaskan penurunan itu produksi itu bukan semata-mata disebabkan oleh El Nino. Tapi memang penurunan yang disebabkan oleh faktor musim. Pada saat ini Indonesia memang tengah masuk musim kemarau, sehingga pasokan air ke sawah berkurang.
&quot;El nino ini sering kali kita campur aduk, seolah kekeringan saat ini hanya disebabkan el nino, padahal kan memang sudah masuk musim kemarau,&quot; lanjutnya.
Namun dengan adanya El Nino akan membuat musim kemarau tersebut  berlangsung lebih lama. Misal secara periodik musim hujan bisanya mulai  masuk pada bulan-bulan September hingga penghujung tahun, dengan adanya  El Nino, maka diproyeksikan musim hujan akan masuk lebih lambat.
&quot;Sudah barang tentu apakah El Nino berperan, iya, kemungkinan musim  kemarau panjang sedikit, jadi musim hujan akan mundur, mungkin bisa  masuk baru ke November,&quot; kata Dwi Andreas.
Dwi Andreas berharap Pemerintah bisa segera melakukan antisipasi dari  adanya musim kemarau yang bisa berlangsung lebih panjang ini. Salah  satunya dengan membangun sumur-sumur bor di daerah-daerah sentra  pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan.</content:encoded></item></channel></rss>
