<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Myanmar Tak Datang ke Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral di Jakarta, Ini Alasannya</title><description>Myanmar tak akan menghadiri ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) ke-10</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2868207/myanmar-tak-datang-ke-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-di-jakarta-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2868207/myanmar-tak-datang-ke-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-di-jakarta-ini-alasannya"/><item><title>Myanmar Tak Datang ke Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral di Jakarta, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2868207/myanmar-tak-datang-ke-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-di-jakarta-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/320/2868207/myanmar-tak-datang-ke-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-di-jakarta-ini-alasannya</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/320/2868207/myanmar-tak-datang-ke-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-di-jakarta-ini-alasannya-oaB42eyjzA.JPG" expression="full" type="image/jpeg">ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) digelar di Jakarta pekan ini. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/320/2868207/myanmar-tak-datang-ke-pertemuan-menkeu-dan-gubernur-bank-sentral-di-jakarta-ini-alasannya-oaB42eyjzA.JPG</image><title>ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) digelar di Jakarta pekan ini. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODkyNi81L3g4bjMyMXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa Myanmar atau pun perwakilannya tak akan menghadiri ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) ke-10 yang akan digelar di Jakarta pekan ini.

Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Kemenkeu, Yogi Rahmayanti menyebut dalam Keketuaan ASEAN oleh Indonesia, ini adalah gelaran AFMGM yang kedua. Indonesia pun mendapatkan dukungan dari negara-negara ASEAN dan akan dihadiri fisik oleh 9 principle dari negara-negara tersebut, kecuali Myanmar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN Bakal Digelar, Ini Bahasannya

Yogi mengatakan alasan utama ketidakhadiran Myanmar adalah karena konflik yang sedang menerpa negaranya.

&quot;Ya karena kita tahu Myanmar ada krisis di dalam negerinya karena konflik. Jadi principle-nya tidak akan hadir,&quot; ujar Yogi dalam Media Briefing AFMGM di Jakarta, Senin (21/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Buka AMMTC Ke-17, Jokowi Harap Hasilkan Kerja Sama Strategis Menjaga Kawasan ASEAN

Dia menyebut bahwa sebenarnya gelaran AFMGM kedua ini di luar kebiasaan atau tradisi pertemuan ASEAN pada umumnya.

Sebab, biasanya gelaran AFMGM hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investasi di ASEAN Disebut Belum Merata, Ini Buktinya


Dalam Keketuaan Indonesia kali ini, pertemuan AFMGM digelar sebanyak dua kali, yang pertama pada Maret 2023 lalu, dan yang kedua adalah dalam pekan ini pada Jumat (25/8/2023).



&quot;Pada tahun ini Indonesia mengusulkan melaksanakan AFMGM hingga dua kali, kenapa? Alasan yang kita sampaikan ketika pertemuan AFMGM pertama, adalah untuk meletakkan pondasi apa yang akan dilakukan kerjasama di jalur keuangan di tahun tersebut,&quot; pungkas Yogi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODkyNi81L3g4bjMyMXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa Myanmar atau pun perwakilannya tak akan menghadiri ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) ke-10 yang akan digelar di Jakarta pekan ini.

Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Kemenkeu, Yogi Rahmayanti menyebut dalam Keketuaan ASEAN oleh Indonesia, ini adalah gelaran AFMGM yang kedua. Indonesia pun mendapatkan dukungan dari negara-negara ASEAN dan akan dihadiri fisik oleh 9 principle dari negara-negara tersebut, kecuali Myanmar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN Bakal Digelar, Ini Bahasannya

Yogi mengatakan alasan utama ketidakhadiran Myanmar adalah karena konflik yang sedang menerpa negaranya.

&quot;Ya karena kita tahu Myanmar ada krisis di dalam negerinya karena konflik. Jadi principle-nya tidak akan hadir,&quot; ujar Yogi dalam Media Briefing AFMGM di Jakarta, Senin (21/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Buka AMMTC Ke-17, Jokowi Harap Hasilkan Kerja Sama Strategis Menjaga Kawasan ASEAN

Dia menyebut bahwa sebenarnya gelaran AFMGM kedua ini di luar kebiasaan atau tradisi pertemuan ASEAN pada umumnya.

Sebab, biasanya gelaran AFMGM hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investasi di ASEAN Disebut Belum Merata, Ini Buktinya


Dalam Keketuaan Indonesia kali ini, pertemuan AFMGM digelar sebanyak dua kali, yang pertama pada Maret 2023 lalu, dan yang kedua adalah dalam pekan ini pada Jumat (25/8/2023).



&quot;Pada tahun ini Indonesia mengusulkan melaksanakan AFMGM hingga dua kali, kenapa? Alasan yang kita sampaikan ketika pertemuan AFMGM pertama, adalah untuk meletakkan pondasi apa yang akan dilakukan kerjasama di jalur keuangan di tahun tersebut,&quot; pungkas Yogi.</content:encoded></item></channel></rss>
