<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Properti China Terlilit Utang dan Terus Merugi</title><description>Dua perusahaan properti China dikabarkan terus merugi dari ratusan hingga ribuan triliun dalam beberapa tahun belakangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/470/2867772/perusahaan-properti-china-terlilit-utang-dan-terus-merugi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/470/2867772/perusahaan-properti-china-terlilit-utang-dan-terus-merugi"/><item><title>Perusahaan Properti China Terlilit Utang dan Terus Merugi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/470/2867772/perusahaan-properti-china-terlilit-utang-dan-terus-merugi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/21/470/2867772/perusahaan-properti-china-terlilit-utang-dan-terus-merugi</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2023 03:52 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/20/470/2867772/perusahaan-properti-china-terlilit-utang-dan-terus-merugi-KE9TsAYicf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perusahaan properti China terlilit utang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/20/470/2867772/perusahaan-properti-china-terlilit-utang-dan-terus-merugi-KE9TsAYicf.jpg</image><title>Perusahaan properti China terlilit utang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwMjgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Dua perusahaan properti China dikabarkan terus merugi dari ratusan hingga ribuan triliun dalam beberapa tahun belakangan. 2 perusahaan yang dimaksud ialah China Evergrande Group dan Country Garden.

BACA JUGA:
Respon Kunjungan Wapres ke AS, China Gelar Latihan Militer Kepung Taiwan


China Evergrande Group dan Country Garden adalah 2 perusahaan properti raksasa di tempat asalnya. Namun kondisi pasar properti Cina yang sedang krisis, menahan mereka dalam mencari keuntungan.

BACA JUGA:
Viral Pelajar Bertaruh Nyawa hingga Eks Atlet China Jadi WNI, Ikuti di Okezone TV Channel dan Live Streaming di Okezone.com Pukul 21.00 Wib


Country Garden misalnya, pekan lalu baru mengabarkan bahwa mereka menghadapi potensi kerugian hingga Rp116,3 triliun selama 6 bulan pertama tahun ini.
Sedangkan China Evergrande Group bahkan mencatat kerugian lebih dari  Rp1.221 triliun selama dua tahun terakhir. Membuat mereka meminta  perlindungan kebangkrutan dari Amerika Serikat berdasar skema Bab 15  dalam Undang-undang Kepailitan AS di Pengadilan New York pada Kamis 17  Agustus 2023.
Kabar ini sejatinya sudah bermula sejak Evergrande gagal membayar  utang senilai ratusan miliar dolar AS pada 2021. Insiden itu sempat  membuat panik seluruh pasar keuangan global.
Kini Evergrande menjadi perusahaan pengembang properti dengan utang terbesar di dunia.
Baca selengkapnya: Utang Jumbo, Perusahaan Properti Raksasa China Akhirnya Bangkrut</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwMjgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Dua perusahaan properti China dikabarkan terus merugi dari ratusan hingga ribuan triliun dalam beberapa tahun belakangan. 2 perusahaan yang dimaksud ialah China Evergrande Group dan Country Garden.

BACA JUGA:
Respon Kunjungan Wapres ke AS, China Gelar Latihan Militer Kepung Taiwan


China Evergrande Group dan Country Garden adalah 2 perusahaan properti raksasa di tempat asalnya. Namun kondisi pasar properti Cina yang sedang krisis, menahan mereka dalam mencari keuntungan.

BACA JUGA:
Viral Pelajar Bertaruh Nyawa hingga Eks Atlet China Jadi WNI, Ikuti di Okezone TV Channel dan Live Streaming di Okezone.com Pukul 21.00 Wib


Country Garden misalnya, pekan lalu baru mengabarkan bahwa mereka menghadapi potensi kerugian hingga Rp116,3 triliun selama 6 bulan pertama tahun ini.
Sedangkan China Evergrande Group bahkan mencatat kerugian lebih dari  Rp1.221 triliun selama dua tahun terakhir. Membuat mereka meminta  perlindungan kebangkrutan dari Amerika Serikat berdasar skema Bab 15  dalam Undang-undang Kepailitan AS di Pengadilan New York pada Kamis 17  Agustus 2023.
Kabar ini sejatinya sudah bermula sejak Evergrande gagal membayar  utang senilai ratusan miliar dolar AS pada 2021. Insiden itu sempat  membuat panik seluruh pasar keuangan global.
Kini Evergrande menjadi perusahaan pengembang properti dengan utang terbesar di dunia.
Baca selengkapnya: Utang Jumbo, Perusahaan Properti Raksasa China Akhirnya Bangkrut</content:encoded></item></channel></rss>
