<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Adaro Minerals (ADMR) Turun 19,05% di Semester I 2023</title><description>Laba PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)turun menjadi USD163,51 juta atau Rp2,50 triliun di enam bulan pertama tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/278/2868864/laba-adaro-minerals-admr-turun-19-05-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/278/2868864/laba-adaro-minerals-admr-turun-19-05-di-semester-i-2023"/><item><title>Laba Adaro Minerals (ADMR) Turun 19,05% di Semester I 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/278/2868864/laba-adaro-minerals-admr-turun-19-05-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/278/2868864/laba-adaro-minerals-admr-turun-19-05-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/278/2868864/laba-adaro-minerals-admr-turun-19-05-di-semester-i-2023-VOwLJILp1Z.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba ADMR alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/278/2868864/laba-adaro-minerals-admr-turun-19-05-di-semester-i-2023-VOwLJILp1Z.jpeg</image><title>Laba ADMR alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)turun menjadi USD163,51 juta atau Rp2,50 triliun di enam bulan pertama tahun 2023. Laba ADMR turun 19,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD202,01 juta.
Adapun, penurunan laba perseroan di semester pertama ini disebabkan oleh  penurunan harga batu bara metalurgi dan kenaikan biaya yang diakibatkan oleh kenaikan volume. Di mana, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) ADMR pada semester pertama ini turun 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
Adaro Minerals (ADMR) Absen Bagikan Dividen, Ini Alasannya


Sementara itu, beban pokok pendapatan ADMR naik 41,83% menjadi USD210,25 juta atau Rp3,22 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD148,23 juta. Kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan volume produksi dan penjualan.
Kemudian, royalti yang dibayarkan kepada pemerintah naik 11% menjadi USD81,6 juta, biaya penambangan naik 77% menjadi USD45,7 juta, biaya pemrosesan batu bara naik 69% menjadi USD30,9 juta, dan biaya pengiriman dan penanganan naik 56% menjadi USD53,7 juta. Serta, biaya bahan bakar per liter naik 14% secara tahunan dan biaya kas batu bara per ton pada semester pertama naik 8% dari periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
Demi Batu Bara, Adaro Minerals (ADMR) Anggarkan Belanja Modal Rp1,3 Triliun di 2023


Di samping itu, beban usaha semester pertama naik 156% menjadi USD36 juta karena kenaikan signifikan pada cadangan untuk pembayaran penetapan pemerintah.
Adapun, biaya penjualan dan pemasaran ADMR naik 57% menjadi USD5,3 juta, seiring kenaikan volume penjualan, juga biaya karyawan naik lebih dua kali lipat menjadi USD4,5 juta dikarenakan perusahaan sedang menambah tenaga kerja seiring pertumbuhan dan ekspansi bisnis.
Meski laba susut, omzet ADMR naik 6,41% menjadi USD463,60 juta atau Rp7,10 triliun, dari sebelumnya sebesar USD435,65 juta. Adapun, kenaikan tersebut ditopang oleh kenaikan pada volume penjualan sebesar 42% yang diimbangi dengan penurunan harga jual rata-rata sebesar 25%.
&amp;ldquo;Produk batu bara metalurgi ADMR yang berkualitas tinggi terus  diminati oleh produsen baja di pasar-pasar utama seperti Jepang, Cina,  India dan Korea Selatan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama ADMR, Christian Ariano  Rachmat dalam keterangan resminya, Senin (21/8/2023).
Volume produksi ADMR pada semester pertama naik 66% menjadi 2,54 juta  ton, sesuai target tahun 2023 yang ditetapkan lebih tinggi dan dukungan  ketersediaan alat berat dan kinerja kontraktor yang solid. Di samping  itu, ADMR mencatat pengupasan lapisan penutup 7,55 juta bcm, atau naik  116% dari semester pertama tahun lalu, sehingga nisbah kupas tercatat  2,97x untuk semester pertama tahun ini.
&amp;ldquo;Kami terus mengembangkan pasar bagi batu bara metalurgi Indonesia,  dan tanggapan dari para pelanggan membuat kami yakin akan prospek  pertumbuhan,&amp;rdquo; ujar Christian.
Lebih lanjut, Christian optimistis perseroan dapat mencapai target  yang sudah ditentukan pada akhir tahun ini. Ia mengatakan, perseroan  kini berada pada posisi yang mendukung inisiatif hilirisasi Indonesia  melalui smelter aluminium, di mana ADMR telah mendapatkan pemenuhan  keuangan dalam kuartal ini.
&amp;ldquo;Kami menyambut peluang menumbuhkan bisnis pengolahan mineral secara  berkelanjutan dengan penuh semangat, dan tetap berfokus pada eksekusi  proyek-proyek strategis secara bertanggung jawab,&amp;rdquo; ujar Christian.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)turun menjadi USD163,51 juta atau Rp2,50 triliun di enam bulan pertama tahun 2023. Laba ADMR turun 19,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD202,01 juta.
Adapun, penurunan laba perseroan di semester pertama ini disebabkan oleh  penurunan harga batu bara metalurgi dan kenaikan biaya yang diakibatkan oleh kenaikan volume. Di mana, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) ADMR pada semester pertama ini turun 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
Adaro Minerals (ADMR) Absen Bagikan Dividen, Ini Alasannya


Sementara itu, beban pokok pendapatan ADMR naik 41,83% menjadi USD210,25 juta atau Rp3,22 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD148,23 juta. Kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan volume produksi dan penjualan.
Kemudian, royalti yang dibayarkan kepada pemerintah naik 11% menjadi USD81,6 juta, biaya penambangan naik 77% menjadi USD45,7 juta, biaya pemrosesan batu bara naik 69% menjadi USD30,9 juta, dan biaya pengiriman dan penanganan naik 56% menjadi USD53,7 juta. Serta, biaya bahan bakar per liter naik 14% secara tahunan dan biaya kas batu bara per ton pada semester pertama naik 8% dari periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
Demi Batu Bara, Adaro Minerals (ADMR) Anggarkan Belanja Modal Rp1,3 Triliun di 2023


Di samping itu, beban usaha semester pertama naik 156% menjadi USD36 juta karena kenaikan signifikan pada cadangan untuk pembayaran penetapan pemerintah.
Adapun, biaya penjualan dan pemasaran ADMR naik 57% menjadi USD5,3 juta, seiring kenaikan volume penjualan, juga biaya karyawan naik lebih dua kali lipat menjadi USD4,5 juta dikarenakan perusahaan sedang menambah tenaga kerja seiring pertumbuhan dan ekspansi bisnis.
Meski laba susut, omzet ADMR naik 6,41% menjadi USD463,60 juta atau Rp7,10 triliun, dari sebelumnya sebesar USD435,65 juta. Adapun, kenaikan tersebut ditopang oleh kenaikan pada volume penjualan sebesar 42% yang diimbangi dengan penurunan harga jual rata-rata sebesar 25%.
&amp;ldquo;Produk batu bara metalurgi ADMR yang berkualitas tinggi terus  diminati oleh produsen baja di pasar-pasar utama seperti Jepang, Cina,  India dan Korea Selatan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama ADMR, Christian Ariano  Rachmat dalam keterangan resminya, Senin (21/8/2023).
Volume produksi ADMR pada semester pertama naik 66% menjadi 2,54 juta  ton, sesuai target tahun 2023 yang ditetapkan lebih tinggi dan dukungan  ketersediaan alat berat dan kinerja kontraktor yang solid. Di samping  itu, ADMR mencatat pengupasan lapisan penutup 7,55 juta bcm, atau naik  116% dari semester pertama tahun lalu, sehingga nisbah kupas tercatat  2,97x untuk semester pertama tahun ini.
&amp;ldquo;Kami terus mengembangkan pasar bagi batu bara metalurgi Indonesia,  dan tanggapan dari para pelanggan membuat kami yakin akan prospek  pertumbuhan,&amp;rdquo; ujar Christian.
Lebih lanjut, Christian optimistis perseroan dapat mencapai target  yang sudah ditentukan pada akhir tahun ini. Ia mengatakan, perseroan  kini berada pada posisi yang mendukung inisiatif hilirisasi Indonesia  melalui smelter aluminium, di mana ADMR telah mendapatkan pemenuhan  keuangan dalam kuartal ini.
&amp;ldquo;Kami menyambut peluang menumbuhkan bisnis pengolahan mineral secara  berkelanjutan dengan penuh semangat, dan tetap berfokus pada eksekusi  proyek-proyek strategis secara bertanggung jawab,&amp;rdquo; ujar Christian.</content:encoded></item></channel></rss>
