<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adaro Minerals (ADMR) Buka-bukaan Progres Proyek Smelter Aluminium di Kaltara</title><description>ADMR buka-bukaan soal perkembangan terbaru proyek pembangunan smelter aluminium di Kalimantan Utara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/278/2869033/adaro-minerals-admr-buka-bukaan-progres-proyek-smelter-aluminium-di-kaltara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/278/2869033/adaro-minerals-admr-buka-bukaan-progres-proyek-smelter-aluminium-di-kaltara"/><item><title>Adaro Minerals (ADMR) Buka-bukaan Progres Proyek Smelter Aluminium di Kaltara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/278/2869033/adaro-minerals-admr-buka-bukaan-progres-proyek-smelter-aluminium-di-kaltara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/278/2869033/adaro-minerals-admr-buka-bukaan-progres-proyek-smelter-aluminium-di-kaltara</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/278/2869033/adaro-minerals-admr-buka-bukaan-progres-proyek-smelter-aluminium-di-kaltara-IUzy68e9br.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ADMR buka-bukaan soal perkembangan smelter (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/278/2869033/adaro-minerals-admr-buka-bukaan-progres-proyek-smelter-aluminium-di-kaltara-IUzy68e9br.jpg</image><title>ADMR buka-bukaan soal perkembangan smelter (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) buka-bukaan soal perkembangan terbaru proyek pembangunan smelter aluminium di Kalimantan Utara. ADMR telah mendapatkan pemenuhan keuangan untuk smelter aluminium berkapasitas 500.000 ton per tahun di bawah PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).
&amp;ldquo;Pembiayaan ini termasuk USD981,4 juta dan Rp1,54 triliun,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur ADMR, Christian Ariano Rachmat dalam keterangan resminya, Senin (21/8/2023).

BACA JUGA:
Laba Adaro Minerals (ADMR) Turun 19,05% di Semester I 2023


Christian mengungkapkan, hingga saat ini PT KAI telah menyelesaikan persiapan lahan, pekerjaan tanah serta konstruksi jeti sementara, dan terus melanjutkan konstruksi fasilitas infrastruktur lainnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa perseroan berada pada posisi yang mendukung inisiatif hilirisasi Indonesia melalui smelter aluminium yang tengah dalam proses pembangunan tersebut.

BACA JUGA:
Adaro Minerals (ADMR) Absen Bagikan Dividen, Ini Alasannya


&amp;ldquo;Kami menyambut peluang menumbuhkan bisnis pengolahan mineral secara berkelanjutan dengan penuh semangat, dan tetap berfokus pada eksekusi proyek-proyek strategis secara bertanggung jawab,&amp;rdquo; imbuh Christian.
Adapun, smelter aluminium ini diharapkan mencapai commercial  operation date (COD) pada kuartal II tahun 2025 mendatang. Sebelumnya,  Christian menyampaikan bahwa pembangunan smelter tersebut membutuhkan  dana sebesar USD2 miliar. Di mana, dana yang dialokasikan untuk  pembangunan smelter PT KAI terpisah dari dana belanja modal atau capital  expenditure (capex) yang disiapkan perseroan.
Perihal kinerja, per semester pertama tahun 2023 ini ADMR membukukan  laba USD163,51 juta atau Rp2,50 triliun di enam bulan pertama tahun  2023. Angka itu turun 19,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya  yang sebesar USD202,01 juta.
Meski laba susut, omzet ADMR naik 6,41% menjadi USD463,60 juta atau  Rp7,10 triliun, dari sebelumnya sebesar USD435,65 juta. Adapun, kenaikan  tersebut ditopang oleh kenaikan pada volume penjualan sebesar 42% yang  diimbangi dengan penurunan harga jual rata-rata sebesar 25%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) buka-bukaan soal perkembangan terbaru proyek pembangunan smelter aluminium di Kalimantan Utara. ADMR telah mendapatkan pemenuhan keuangan untuk smelter aluminium berkapasitas 500.000 ton per tahun di bawah PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).
&amp;ldquo;Pembiayaan ini termasuk USD981,4 juta dan Rp1,54 triliun,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur ADMR, Christian Ariano Rachmat dalam keterangan resminya, Senin (21/8/2023).

BACA JUGA:
Laba Adaro Minerals (ADMR) Turun 19,05% di Semester I 2023


Christian mengungkapkan, hingga saat ini PT KAI telah menyelesaikan persiapan lahan, pekerjaan tanah serta konstruksi jeti sementara, dan terus melanjutkan konstruksi fasilitas infrastruktur lainnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa perseroan berada pada posisi yang mendukung inisiatif hilirisasi Indonesia melalui smelter aluminium yang tengah dalam proses pembangunan tersebut.

BACA JUGA:
Adaro Minerals (ADMR) Absen Bagikan Dividen, Ini Alasannya


&amp;ldquo;Kami menyambut peluang menumbuhkan bisnis pengolahan mineral secara berkelanjutan dengan penuh semangat, dan tetap berfokus pada eksekusi proyek-proyek strategis secara bertanggung jawab,&amp;rdquo; imbuh Christian.
Adapun, smelter aluminium ini diharapkan mencapai commercial  operation date (COD) pada kuartal II tahun 2025 mendatang. Sebelumnya,  Christian menyampaikan bahwa pembangunan smelter tersebut membutuhkan  dana sebesar USD2 miliar. Di mana, dana yang dialokasikan untuk  pembangunan smelter PT KAI terpisah dari dana belanja modal atau capital  expenditure (capex) yang disiapkan perseroan.
Perihal kinerja, per semester pertama tahun 2023 ini ADMR membukukan  laba USD163,51 juta atau Rp2,50 triliun di enam bulan pertama tahun  2023. Angka itu turun 19,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya  yang sebesar USD202,01 juta.
Meski laba susut, omzet ADMR naik 6,41% menjadi USD463,60 juta atau  Rp7,10 triliun, dari sebelumnya sebesar USD435,65 juta. Adapun, kenaikan  tersebut ditopang oleh kenaikan pada volume penjualan sebesar 42% yang  diimbangi dengan penurunan harga jual rata-rata sebesar 25%.</content:encoded></item></channel></rss>
