<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Asal-Usul Ojek, Jadi Andalan Karena Lebih Murah</title><description>Istilah ojek dan ojek online sudah dikenal cukup lama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868420/ini-asal-usul-ojek-jadi-andalan-karena-lebih-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868420/ini-asal-usul-ojek-jadi-andalan-karena-lebih-murah"/><item><title>Ini Asal-Usul Ojek, Jadi Andalan Karena Lebih Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868420/ini-asal-usul-ojek-jadi-andalan-karena-lebih-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868420/ini-asal-usul-ojek-jadi-andalan-karena-lebih-murah</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 06:25 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/320/2868420/ini-asal-usul-ojek-jadi-andalan-karena-lebih-murah-gxnxI84DfE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">asal usul nama ojek (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/320/2868420/ini-asal-usul-ojek-jadi-andalan-karena-lebih-murah-gxnxI84DfE.jpg</image><title>asal usul nama ojek (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODk0OC81L3g4bjNkYXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Istilah ojek dan ojek online sudah dikenal cukup lama. Pasalnya, nama ini berawal dari nama yang dekat dan sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Ojek merujuk pada pengendara motor yang mengantar penumpangnya ke tempat tujuan. Namun, ada sejarahnya panggilan itu sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:
Ternyata Ini 5 Negara yang Menyediakan Aplikasi Gojek Selain Indonesia, Apa Saja?


Dilansir dari berbagai sumber, ada dua versi asal-usul penamaan ojek. Versi pertama mengatakan bahwa kata ojek berawal dari kata &amp;ldquo;objek&amp;rdquo; yang kemudian dijadikan kata kerja dengan logat jawa menjadi &amp;ldquo;ngobjek&amp;rdquo; dan mengalami penurunan menjadi &amp;ldquo;ngojek&amp;rdquo; dan akhirnya profesi tersebut dinamai &amp;ldquo;ojek.&amp;rdquo; Sementara itu, W.J.S Perwadarminta mengartikan ojek sebagai sepeda yang ditaksikan, mengacu pada perkembangan awal ojek yakni sepeda yang digunakan sebagai alat pengangkutan.

BACA JUGA:
Kenapa Namanya Ojek? Ini Sejarahnya


Kemudian versi yang kedua menyatakan bahwa istilah ojek atau ojeg ini bermula pada dekade 1960-an di daerah pinggiran Jakarta.
Saat itu ada seseorang yang menggunakan motor gede dengan membonceng orang lain di jok belakang, yang kemudian hilir mudik mengantar dan menjemput orang di berbagai lokasi pinggiran Jakarta. Ia pun akhirnya dijuluki dengan kalimat &amp;ldquo;naik Oto duduk ngajejek,&amp;rdquo; yang akhirnya diakronimkan menjadi ojek.
Sejak itu, kata ojek atau ojeg menjadi populer dan disematkan pada  siapapun yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua untuk mengangkut  penumpang.
Sementara itu, ojek terus mengalami perkembangan. Kondisi jalan di  pedesaan Jawa Tengah pada tahun 1969 yang tidak memungkinkan untuk  dilalui mobil menyebabkan sejumlah orang menawarkan ojek sepeda pada  penduduk desa. Hal itu disambut baik oleh banyak orang karena harganya  lebih murah, cepat, dan kuat.
Kala itu, sepeda yang digunakan sebagai moda ojek adalah sepeda-sepeda pada zaman sebelum perang dunia II.
Setelah itu, di Jakarta ojek sepeda muncul pada tahun 1970 di  Pelabuhan Tanjung Priok, seiring dengan adanya larangan terhadap bemo,  becak dan lain-lain masuk ke lokasi pelabuhan. Dari sanalah, orang-orang  yang memiliki sepeda mendapat kesempatan untuk menawarkan jasa  pengangkutan. Dari Tanjung Priok, ojek menyebar ke berbagai kawasan  seperti Ancol, Kota dan Harmoni. Ojek sepeda makin populer karena  ongkosnya yang lebih murah dan sangat bisa diandalkan untuk perjalanan  dengan jarak tempuh yang dekat.
Baca Selengkapnya: Kenapa Namanya Ojek? Ini Sejarahnya</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOC8xLzE2ODk0OC81L3g4bjNkYXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Istilah ojek dan ojek online sudah dikenal cukup lama. Pasalnya, nama ini berawal dari nama yang dekat dan sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Ojek merujuk pada pengendara motor yang mengantar penumpangnya ke tempat tujuan. Namun, ada sejarahnya panggilan itu sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:
Ternyata Ini 5 Negara yang Menyediakan Aplikasi Gojek Selain Indonesia, Apa Saja?


Dilansir dari berbagai sumber, ada dua versi asal-usul penamaan ojek. Versi pertama mengatakan bahwa kata ojek berawal dari kata &amp;ldquo;objek&amp;rdquo; yang kemudian dijadikan kata kerja dengan logat jawa menjadi &amp;ldquo;ngobjek&amp;rdquo; dan mengalami penurunan menjadi &amp;ldquo;ngojek&amp;rdquo; dan akhirnya profesi tersebut dinamai &amp;ldquo;ojek.&amp;rdquo; Sementara itu, W.J.S Perwadarminta mengartikan ojek sebagai sepeda yang ditaksikan, mengacu pada perkembangan awal ojek yakni sepeda yang digunakan sebagai alat pengangkutan.

BACA JUGA:
Kenapa Namanya Ojek? Ini Sejarahnya


Kemudian versi yang kedua menyatakan bahwa istilah ojek atau ojeg ini bermula pada dekade 1960-an di daerah pinggiran Jakarta.
Saat itu ada seseorang yang menggunakan motor gede dengan membonceng orang lain di jok belakang, yang kemudian hilir mudik mengantar dan menjemput orang di berbagai lokasi pinggiran Jakarta. Ia pun akhirnya dijuluki dengan kalimat &amp;ldquo;naik Oto duduk ngajejek,&amp;rdquo; yang akhirnya diakronimkan menjadi ojek.
Sejak itu, kata ojek atau ojeg menjadi populer dan disematkan pada  siapapun yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua untuk mengangkut  penumpang.
Sementara itu, ojek terus mengalami perkembangan. Kondisi jalan di  pedesaan Jawa Tengah pada tahun 1969 yang tidak memungkinkan untuk  dilalui mobil menyebabkan sejumlah orang menawarkan ojek sepeda pada  penduduk desa. Hal itu disambut baik oleh banyak orang karena harganya  lebih murah, cepat, dan kuat.
Kala itu, sepeda yang digunakan sebagai moda ojek adalah sepeda-sepeda pada zaman sebelum perang dunia II.
Setelah itu, di Jakarta ojek sepeda muncul pada tahun 1970 di  Pelabuhan Tanjung Priok, seiring dengan adanya larangan terhadap bemo,  becak dan lain-lain masuk ke lokasi pelabuhan. Dari sanalah, orang-orang  yang memiliki sepeda mendapat kesempatan untuk menawarkan jasa  pengangkutan. Dari Tanjung Priok, ojek menyebar ke berbagai kawasan  seperti Ancol, Kota dan Harmoni. Ojek sepeda makin populer karena  ongkosnya yang lebih murah dan sangat bisa diandalkan untuk perjalanan  dengan jarak tempuh yang dekat.
Baca Selengkapnya: Kenapa Namanya Ojek? Ini Sejarahnya</content:encoded></item></channel></rss>
