<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Dia Sosok Pemilik Grup Bakrie</title><description>Sosok pemilik Grup Bakrie ialah Achmad Bakrie.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868425/ini-dia-sosok-pemilik-grup-bakrie</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868425/ini-dia-sosok-pemilik-grup-bakrie"/><item><title>Ini Dia Sosok Pemilik Grup Bakrie</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868425/ini-dia-sosok-pemilik-grup-bakrie</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868425/ini-dia-sosok-pemilik-grup-bakrie</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/21/320/2868425/ini-dia-sosok-pemilik-grup-bakrie-6TVTqkCWk0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sosok pemilik grup bakrie (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/21/320/2868425/ini-dia-sosok-pemilik-grup-bakrie-6TVTqkCWk0.jpg</image><title>Sosok pemilik grup bakrie (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sosok pemilik Grup Bakrie ialah Achmad Bakrie. Salah satu bisnis milik Grup Bakrie adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hingga PT Visi Media Asia.
Sebelum menjadi pemilik Grup Bakrie, Achmad merupakan seorang pedagang perantara untuk karet, lada dan kopi di Lampung. Achmad bekerja sama dengan NV Van Gorkom perusahaan dagang milik Belanda.

BACA JUGA:
Emiten Kendaraan Listrik Milik Bakrie (VKTR) Diguyur BCA Rp250 Miliar, untuk Apa?


Meskipun lahir dari keluarga petani kecil dan hanya mengeyam pendidikan setara Sekolah Dasar (SD). Achmad memiliki tekad besar dalam memperdalam ilmu. Sibuk menjadi pegawai di NV Van Gorkom, Achmad tetap menyempatkan waktu untuk bersekolah dagang di Hendlesinstitut Schoevers (1937-1939).
Setelah merasa cukup dengan bekal pengalaman yang dimiliki, Achmad meninggalkan Van Gorkom pada tahun 1941. Achmad kembali menekuni perdagangan karet, lada dan kopi.

BACA JUGA:
Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie: Golkar Solid, Golkar Menang 2024


Laba yang diperoleh Achmad tabung sedikit demi sedikit. Pada 10 Februari 1942 Achmad mampu mendirikan Bakrie &amp;amp; Brother General Merchant and Commission Agent menggunakan tabungannya di Teluk Betung Lampung.
Pada masa pendudukan Jepang, nama Bakrie &amp;amp; Brothers tidak boleh digunakan sebab mengandung unsur Barat. Sehingga Bakrie memindahkan perusahaannya ke Jakarta pada 1943.
Achmad melanjutkan usahanya dengan menggunakan nama Jasuma Shokai.  Setelah Jepang takhluk, nama awal perusahaan itu dimunculkan kembali.
Achmad beranjak dari pedagang antardaerah menjadi pedagang  antarnegara pada tahun 1952. Achmad merintis bisnisnya dengan melakukan  ekspor karet, lada dan kopi ke Singapura.
Hal ini yang mengantarkan nama Achmad menjadi salah satu eksportir  kalangan pengusaha pribumi. Melalui usaha perdagangan, Achmad merambah  ke sektor industri.
Dimulai dari memberi sebuah pabrik kawat dan diperluas hingga mampu  mendirikan pabrik pipa, baja, pabrik cor logam dan pabrik karet remah di  tahun 1957. Sampai akhirnya Achmad tutup usia pada 15 Februari 1988 di  Tokyo. Achmad dikenang sebagai sosok yang berhasil mendirikan satu  kerajaan bisnis terkemuka di Indonesia yakni PT Bakrie &amp;amp; Brothers  Tbk.
Kerajaan bisnis ini telah berkembang ke berbagai sektor usaha seperti  telekomunikasi, properti, industri pipa, pertambangan, investasi, serta  bisnis lainnya. Perusahaan yang kini telah menjadi perusahaan publik  tersebut memiliki lebih dari 3000 karyawan yang tersebar di berbagai  lokasi di Indonesia.
Baca Selengkapnya: Siapa Pemilik Grup Bakrie? Ternyata Ini Sosoknya

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sosok pemilik Grup Bakrie ialah Achmad Bakrie. Salah satu bisnis milik Grup Bakrie adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hingga PT Visi Media Asia.
Sebelum menjadi pemilik Grup Bakrie, Achmad merupakan seorang pedagang perantara untuk karet, lada dan kopi di Lampung. Achmad bekerja sama dengan NV Van Gorkom perusahaan dagang milik Belanda.

BACA JUGA:
Emiten Kendaraan Listrik Milik Bakrie (VKTR) Diguyur BCA Rp250 Miliar, untuk Apa?


Meskipun lahir dari keluarga petani kecil dan hanya mengeyam pendidikan setara Sekolah Dasar (SD). Achmad memiliki tekad besar dalam memperdalam ilmu. Sibuk menjadi pegawai di NV Van Gorkom, Achmad tetap menyempatkan waktu untuk bersekolah dagang di Hendlesinstitut Schoevers (1937-1939).
Setelah merasa cukup dengan bekal pengalaman yang dimiliki, Achmad meninggalkan Van Gorkom pada tahun 1941. Achmad kembali menekuni perdagangan karet, lada dan kopi.

BACA JUGA:
Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie: Golkar Solid, Golkar Menang 2024


Laba yang diperoleh Achmad tabung sedikit demi sedikit. Pada 10 Februari 1942 Achmad mampu mendirikan Bakrie &amp;amp; Brother General Merchant and Commission Agent menggunakan tabungannya di Teluk Betung Lampung.
Pada masa pendudukan Jepang, nama Bakrie &amp;amp; Brothers tidak boleh digunakan sebab mengandung unsur Barat. Sehingga Bakrie memindahkan perusahaannya ke Jakarta pada 1943.
Achmad melanjutkan usahanya dengan menggunakan nama Jasuma Shokai.  Setelah Jepang takhluk, nama awal perusahaan itu dimunculkan kembali.
Achmad beranjak dari pedagang antardaerah menjadi pedagang  antarnegara pada tahun 1952. Achmad merintis bisnisnya dengan melakukan  ekspor karet, lada dan kopi ke Singapura.
Hal ini yang mengantarkan nama Achmad menjadi salah satu eksportir  kalangan pengusaha pribumi. Melalui usaha perdagangan, Achmad merambah  ke sektor industri.
Dimulai dari memberi sebuah pabrik kawat dan diperluas hingga mampu  mendirikan pabrik pipa, baja, pabrik cor logam dan pabrik karet remah di  tahun 1957. Sampai akhirnya Achmad tutup usia pada 15 Februari 1988 di  Tokyo. Achmad dikenang sebagai sosok yang berhasil mendirikan satu  kerajaan bisnis terkemuka di Indonesia yakni PT Bakrie &amp;amp; Brothers  Tbk.
Kerajaan bisnis ini telah berkembang ke berbagai sektor usaha seperti  telekomunikasi, properti, industri pipa, pertambangan, investasi, serta  bisnis lainnya. Perusahaan yang kini telah menjadi perusahaan publik  tersebut memiliki lebih dari 3000 karyawan yang tersebar di berbagai  lokasi di Indonesia.
Baca Selengkapnya: Siapa Pemilik Grup Bakrie? Ternyata Ini Sosoknya

</content:encoded></item></channel></rss>
