<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI: Kami Tak Peduli yang Dikatakan IMF, Mungkin Mereka Pintar tapi Kami Berpengalaman</title><description>Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa semua orang di negara-negara emerging markets (EMs) menghadapi fenomena yang bernama trilema kebijakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868705/gubernur-bi-kami-tak-peduli-yang-dikatakan-imf-mungkin-mereka-pintar-tapi-kami-berpengalaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868705/gubernur-bi-kami-tak-peduli-yang-dikatakan-imf-mungkin-mereka-pintar-tapi-kami-berpengalaman"/><item><title>Gubernur BI: Kami Tak Peduli yang Dikatakan IMF, Mungkin Mereka Pintar tapi Kami Berpengalaman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868705/gubernur-bi-kami-tak-peduli-yang-dikatakan-imf-mungkin-mereka-pintar-tapi-kami-berpengalaman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868705/gubernur-bi-kami-tak-peduli-yang-dikatakan-imf-mungkin-mereka-pintar-tapi-kami-berpengalaman</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2868705/gubernur-bi-kami-tak-peduli-yang-dikatakan-imf-mungkin-mereka-pintar-tapi-kami-berpengalaman-JUEBxbNH3T.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan acara Asean Fest 2023. (Foto: YouTube/BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2868705/gubernur-bi-kami-tak-peduli-yang-dikatakan-imf-mungkin-mereka-pintar-tapi-kami-berpengalaman-JUEBxbNH3T.JPG</image><title>Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan acara Asean Fest 2023. (Foto: YouTube/BI)</title></images><description>
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa semua orang di negara-negara emerging markets (EMs) menghadapi fenomena yang bernama trilema kebijakan.
&quot;Tentu saja, Amerika Serikat (AS) kesusahan hanya bergantung menggunakan satu suku bunga untuk menurunkan inflasi yang memakan waktu sangat lama, dan sekarang resesi,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Opening Ceremony ASEAN Fest 2023 di Jakarta, Selasa (22/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

Tak hanya itu, Eropa juga sedang menghadapi inflasi yang tinggi. Kenaikan Fed Funds Rate (FFR) tadinya diperkirakan akan selesai, tapi ternyata masih ada sekali atau dua kali lagi.
&quot;Kenapa? Hanya menggunakan satu instrumen, suku bunga untuk menghadapi semua masalah. Tentu ini tidak bisa,&quot; tegas Perry.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja hingga 10 Mei, Ini Cara Daftar hingga Syaratnya

Dia menyebut bahwa Indonesia berhasil membuat 'impossible trinity' atau trinitas yang tidak mungkin menjadi mungkin, yaitu trilema kebijakan di negara-negara emerging markets ini.&quot;Kami tentu saja menghadapi tumpahan dari global, juga mempertimbangkan kestabilan harga dan keuangan, tetapi kami juga mendukung pertumbuhan ekonomi,&quot; ungkap Perry.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

3 Negara di ASEAN yang Memiliki Salju, Indonesia Termasuk Lho

Maka dari itu, Indonesia tidak hanya bergantung pada suku bunga, tetapi juga bauran kebijakan moneter dan makroprudensial. Bahkan, Indonesia pun tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh IMF.
&quot;Kami tidak peduli terhadap apa yang dikatakan IMF, apa yang kami lakukan itu. Mereka bisa saja lebih pintar, tapi kami lebih 'berpengalaman',&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa semua orang di negara-negara emerging markets (EMs) menghadapi fenomena yang bernama trilema kebijakan.
&quot;Tentu saja, Amerika Serikat (AS) kesusahan hanya bergantung menggunakan satu suku bunga untuk menurunkan inflasi yang memakan waktu sangat lama, dan sekarang resesi,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Opening Ceremony ASEAN Fest 2023 di Jakarta, Selasa (22/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

Tak hanya itu, Eropa juga sedang menghadapi inflasi yang tinggi. Kenaikan Fed Funds Rate (FFR) tadinya diperkirakan akan selesai, tapi ternyata masih ada sekali atau dua kali lagi.
&quot;Kenapa? Hanya menggunakan satu instrumen, suku bunga untuk menghadapi semua masalah. Tentu ini tidak bisa,&quot; tegas Perry.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja hingga 10 Mei, Ini Cara Daftar hingga Syaratnya

Dia menyebut bahwa Indonesia berhasil membuat 'impossible trinity' atau trinitas yang tidak mungkin menjadi mungkin, yaitu trilema kebijakan di negara-negara emerging markets ini.&quot;Kami tentu saja menghadapi tumpahan dari global, juga mempertimbangkan kestabilan harga dan keuangan, tetapi kami juga mendukung pertumbuhan ekonomi,&quot; ungkap Perry.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

3 Negara di ASEAN yang Memiliki Salju, Indonesia Termasuk Lho

Maka dari itu, Indonesia tidak hanya bergantung pada suku bunga, tetapi juga bauran kebijakan moneter dan makroprudensial. Bahkan, Indonesia pun tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh IMF.
&quot;Kami tidak peduli terhadap apa yang dikatakan IMF, apa yang kami lakukan itu. Mereka bisa saja lebih pintar, tapi kami lebih 'berpengalaman',&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
